Kamis, 14 Oktober 2010

Kukembalikan Rasa Itu...

"Bagaimana perasaanmu sekarang?" saat pertanyaan itu dilontarkan sahabat saya, tenggorokan saya tiba-tiba terasa sakit, rasanya sesak nafas saya, mata yang masih sembab seakan ingin menangis lagi, "saya masih berusaha menata hati saya lagi" begitulah jawaban yang saya berikan. Memang begitulah suasana hati saya 2 hari yang lalu berantakan setelah keputusan tegas itu saya ambil, keputusan yang awalnya berat untuk diambil sampai sahabat saya mengatakan "lakukan yang benar jangan membenarkan apa yang kamu lakukan". Iya kalimat itu benar memang saya harus melakukan yang benar sekalipun saya sakit & hati saya berontak, walau takut kehilangan itu ada, sungguh berat melepas apa yang selama ini saya inginkan. Semua yang sebelumnya tidak berani saya sampaikan akhirnya mau tidak mau harus disampaikan padanya.

Ketika seseorang yang selama ini saya sukai, saya kagumi juga mempunyai perasaan yang sama dengan saya betapa bahagianya saya. Keinginan untuk menjadi tidak sekedar berteman itu mulai ada, harapan saya dialah yang akan menjadi imam dalam kehidupan saya. Karena sosoknyalah yang saya damba untuk menemani & menuntun saya di JalanNya kelak. Rasanya seperti mimpi ketika dia mempunyai keinginan yang sama, semua terlihat begitu indah di mata saya, hehehe lebay.com ;) tapi semua berbeda ketika dia katakan "Sayang saya terlambat bertemu denganmu seandainya saja saya mengenalmu beberapa bulan yang lalu.." Seketika semuanya terlihat gelap, lebay.com lagi dech hehehe ;)

Terlambat bertemu? mungkin iya, tapi saya yakin Allah mengatur semuanya dengan tepat, tidak ada yang terlambat tidak ada yang salah perhitungan. Kalaupun saya dipertemukan dengannya di saat sudah ada seseorang yang dipilihkan sebagai pendamping hidupnya, berarti ada sesuatu yang Allah sampaikan melalui dia, Allah menjawab pertanyaan saya ketika saya hanya bisa melihatnya dari kejauhan saat saya bertanya tentangnya di setiap sujud saya. Yup Allah menjawabnya dengan mendekatkan saya dengannya "sudah ada seseorang yang menunggunya alia..karena itu kenapa tidak Kudekatkan dia padamu saat itu, karena  tidak ingin kau terluka" seakan dengan begitu lembut Allah membisikkan kalimat itu dalam hati saya yang galau. Melalui dia juga Allah ingin mengingatkan saya bahwa laki-laki sebaik dia, yang mengenal baik Rabbnya akan diperuntukkan wanita yang baik pula, dan saya mungkin masih jauh dari predikat wanita yang baik apalagi wanita solehah maka jangan pernah berhenti untuk memperbaiki diri, begitu nasehat hati nurani saya. Melalui dia juga Allah memberitahu saya bahwa masih banyak amalan yang belum saya kerjakan, banyak hal yang harus saya pelajari dan saya akan melakukannya tanpa dia. Karena yang saya cari bukan cintanya tapi Sang Pemilik Cinta, yang Maha memberi cinta.

Wake up alia...
"mau sampai kapan bermimpi? mau sampai kapan terlena dengan sesuatu yang semu? mau sampai kapan membenarkan apa yang kamu lakukan padahal dirimu tahu bahwa itu adalah salah?" hati saya mulai bertanya, iya saya tidak mau berlama-lama bermain-main dengan hati, dan membuat luka di hati yang lain. Saya akan bangun sekarang! :) Seperti kata dia dikutip dari AA Gym katanya setelah menikah itu adalah cinta, cinta di luar pernikahan itu adalah permainan, godaan dan selebihnya itu fitnah. Iya ini memang permainan, maka harus diakhiri walaupun masih ingin meneruskan hubungan ini. Kalau ini godaan maka harus dilawan dan jika akan menimbulkan fitnah maka harus dihindari. Bayangan dia kadang masih hadir di benak saya, kadang mata ini masih mencari dimana sosoknya, saya bisa memakluminya karena semua butuh proses. Tadi malam Allah menenangkan saya lagi dengan menuntun tangan ini untuk membaca-baca tulisan dari blog yang lain dan saya temukan tulisan-tulisan yang begitu indah sebagai obatnya kutinggalkan dia demi DIA dan indahnya ikhlas. 

Allah memang sayang kepada hambaNya, terima kasih Ya Rabb Engkau tidak pernah meninggalkan di saat diri ini begitu rapuh, dan Engkau yang akan menyelesaikan segala urusan. Terima kasih Ya Rabb Engkau telah memimjamkan rasa yang begitu indah, terima kasih telah mengenalkan saya dengannya, terima kasih telah menjawab pertanyaan saya & memberikan saya lebih dari yang saya harapkan. Terima kasih bahwa di balik kehilangan Engkau menitipkan Nikmat yang begitu indah. Hari ini saya kembalikan rasa itu kepadaMu Ya Rabb...saya tidak akan memintanya lagi sampai Engkau memberikan saya yang halal. Saya kembalikan dia kepadaMu Ya Rabb, sayangi dia lebih dari Engkau menyayangi saya Ya Rabb, lindungilah dia seperti Engkau melindungi saya dan tuntunlah dia dalam setiap langkahnya. 
Amin Ya Allah..Ya Tuhan Dzat Penggenggam jiwa dan raga saya.

Kamis, 07 Oktober 2010

Mendung....

Pertama kalinya kuinjakkan kakiku disini, tak ada tujuan yang ingin kuraih selain dekat dengan orang2 yang kusayangi...Tak ada niat untuk terus melangkah lebih jauh lagi karena kutahu ini bukan duniaku. Awalnya hanya sesaat saja inginku disini hanya sebagai batu loncatan tuk mendapat yang lain yang sesuai dengan jiwaku tentu saja sabagai pemain di belakang layar. Tapi tanpa kuduga angin membawaku semakin jauh di jalan ini, padahal sama sekali tak ada niat dan keinginan untuk terus jauh melangkah sama sekali TIDAK TAK INGIN. Sebenarnya apa yang telah aku perbuat sampai aku menjadi seperti ini?? aku sama sekali tak merasa berbuat apa2 tapi kenapa mereka justru menarikku ke jalannya? menuntutku untuk terus berlari.

Apa krn aku selalu diam & terlihat tenang? apa karena aku tak banyak bicara? padahal apa yang terlihat belum tentu itu yang sebenarnya. Apa aku harus tunjukkan kekesalan yang selalu kusimpan di hati? apa aku harus berkeluh kesah pada semua orang termasuk mereka agar mereka tahu apa yang kurasakan? semuanya! tentang semuanya. Kesalku, letihku, jengkelku, bahkan..tentang ketidaksetujuanku akan apa yang diterapkan. Ingin sekali berontak, ingin kuteriak mengeluarkan semua unek2 yang selalu membuat hati ini sesak tapi...percumakan?. Aku teriak dari A sampai Z juga g akan digubris kan? hanya dianggap angin lalu atau bahkan setelah kuteriak sepuasnya aku dibuang...bisa jadi & sangat mungkin.

Mulai beberapa hari yang lalu air mataku. selalu menetes karena tekanan yang tak henti2nya menerjangku seolah ingin ia remuk redamkan hati yang sekuat tenaga ku jaga agar tidak hancur berkeping2 apakah setiap hari akan seperti ini..?. Apa air mata ini akan selalu menetes karena tak sanggup menahan tekanan2? Ingin ku berbelok arah di tikungan depan dan kutemukan jalan menuju duniaku yang memang sesuai dengan jiwaku ingin kujalani hari2ku dg tenang walau itu di tempat yang sederhana sekalipun daripada hidup serba kecukupan di sangkar emas...terpenjara jiwa, pikiran & ragaku
Memang benar dimana kaki berpijak disitu, lagit dijunjung, langit yang menaungiku terlalu mendung hingga tak sebersitpun kulihat sinar matahari yang menghangatkan. Jadi aku akan mencari tempat berpijak yang langitnya mampu menaungiku dengan keteduhan yang ia miliki hingga kumampu rasakan kehangatan yang diberikan.. ehm...tak sabar kutemukan jalan itu..smg sj kumampu meraihnya amin...(Writen on 28th, October 2008 )

Uneg-uneg yang saya tulis sekitar 2 tahun yang lalu ketika adaptasi dengan lingkungan yang menurutku saat itu begitu keras ;) tapi sampai saat ini saya masih ada di sini, masih di lingkungan yang sama, masih dengan mereka, ternyata sesering apa saya ingin berlari dan berbelok, sekuat tenaga saya ingin keluar dari lingkungan ini bila Allah masih menginginkan saya di sini, maka tidak akan terjadi kan? Iya sampai saat ini Allah masih menginginkan saya tetap di tempat saya karena ingin mengajarkan saya banyak hal. Belajar untuk menjadikan lingkungan saya sebagai sekolah, tempat saya mencari ilmu sebanyak mungkin yang nantinya bisa saya gunakan di luar sana. Allah mengajarkan saya bagaimana memahami sifat dan watak teman-teman yang beraneka ragam dan bagaimana memperlakukan mereka dengan berbeda-beda sesuai sifatnya masing-masing. Belajar untuk menahan emosi ketika ada teman yang berbicara tanpa memperdulikan jika hati saya terluka karena perkataan itu, belajar untuk memaafkannya. Allah mengajarkan untuk menjadi seseorang yang kuat akan tekanan, yang tidak mudah menyerah dengan keadaan, belajar tersenyum kepada setiap orang walaupun hati saya sedang sakit. Banyak hal yang Allah ajarkan selama lebih dari 2 tahun 7 bulan ini, ehm...tidak terasa bisa bertahan sampai selama ini :) 

Ketika saya mulai mengeluhkan rutinitas saya, ketika saya seakan tidak kuat lagi dengan semua ini, Allah mengingatkan saya melalui ibu saya, ibunda tercinta saya yang selalu ada untuk saya. "Bukankah di luar sana masih banyak yang tidak bisa menikmati apa yang kamu dapatkan saat ini? tidak bisakah kau melihat bahwa masih banyak yang sulit mendapatkan pekerjaan, masih banyak yang kerjanya di lapangan, harus menguras tenaga, kesana kemari di siang yang matahari pas di atas kepala, belum lagi ketika mereka harus kehujanan?, tidak bisakah dirimu merasa lebih baik, padahal di luar sana masih banyak yang pendapatannya lebih kecil darimu?, bahkan jauh lebih kecil? dan lihatlah dirimu sekarang, kamu setiap hari bekerja di ruangan yang ber-AC, yang tidak merasakan panas & kehujanan, cukup duduk manis di depan komputer dan menggunakan pikiranmu untuk menyelesaikan tugas-tugasmu, pendapatkan yang setiap bulan kamu terima juga lebih dari cukup bisa untuk memenuhi kebutuhanmu, bisa untuk membantu ayah & ibu, bisa menabung, masih bisa bersenang-senang untuk sekedar me-refresh pikiranmu yang mulai penat. Tidak cukupkah semua nikmat yang kamu terima? Allah memberimu begitu banyak nikmat tetapi kenapa tidak bisa kamu syukuri? maag kamu juga sekarang tidak pernah kambuh lagi, sakit kepalamu juga tidak pernah kamu keluhkan, apa tidak cukup nduk?"

Hems...
Panjang kali lebar kali tinggi ibu saya membeberkan semua itu pada saya, membuka mata saya, menghilangkan emosi saya dan membuat saya malu dengan Allah, membuat saya takut jika nanti Allah marah kepada saya karena saya lupa untuk bersyukur, karena saya terlalu disibukkan memikirkan apa yang tidak saya dapatkan dan apa yang tidak saya miliki. Saya takut jika Pemilik Semua yang ada di langit dan di bumi menghentikan semua nikmatNya dari diri saya, dan tidak ingin lagi dekat dengan saya, tidak ingin mendengar saya curhat lagi, melindungi saya, menyayangi saya, saya takut jika Pemilik Jiwa ini tidak ingin mengenal saya lagi. Jangan tinggalkan saya sendiri Ya Allah Amin Allahumma Amin...

"Belajarlah bersyukur dari hal-hal yang kecil karena yang besar itu sesungguhnya berasal dari yang kecil"
Nasehat ini yang selalu saya tanamkan di hati saya, sebagai pengingat saat ego ini mulai mengajak bermain-main, ketika setan mulai membisikkan rayuannya.


Sabtu, 02 Oktober 2010

Indahnya Kebersamaan...


Harta yang paling berharga adalah keluarga bukan?
Iya, keluarga adalah harta yang paling berharga yang saya miliki. Keluargalah yang selalu menerima saya dengan apa adanya saya, yang bisa menerima semua kekurangan yang melekat pada diri saya, yang selalu mendukung di setiap langkah saya, yang bisa mengingatkan ketika saya lalai, yang tidak ragu untuk menegur ketika saya salah melakukan kesalahan dan dari merekalah doa-doa terbaik selalu mengiringi hidup saya.

Dan saat yang paling membahagiakan adalah ketika semua anggota keluarga bisa mengumpul bersama, saling bertukar cerita tentang hari-hari saat kami berpisah, tentang kesibukan masing-masing, tentang rencana-rencana yang ingin dilakukan, tentang ini dan tentang itu ehm...berkumpul adalah saatnya melepas rasa rindu yang lama tertahan, saatnya bermanja-manja ria dengan ayah, ibu, paman, bibi, sepupu, saatnya bebas menjadi orang yang cerewet, yang narsis hehehe ^_^ karena di depan merekalah saya bisa menjadi diri saya seutuhnya tanpa merasa takut ada yang tidak suka dengan sikap saya, tanpa merasa was-was karena takut ada yang tersaiki dengan tingkah laku saya, ada yang tersinggung oleh perkataan saya dan sebagainya.

Tidak setiap saat keluarga besar saya bisa berkumpul dan liburan sekolah adalah waktu yang tepat untuk mengatur jadwal pertemuan dan pastinya hari yang dipilih adalah sabtu karena selain hari itu tidak ada hari libur bagi saya maklum kerjanya di dunia telekomunikasi jadi ya tidak mengenal tanggal merah, tidak mengenal libur hari besar yang saya kenal tentang libur adalah hari sabtu saja ;)
Alhamdulillah liburan sekolah kemaren bisa terlaksana acara kumpul-kumpul dan liburan bareng ke pantai tamban, salah satu pantai yang letaknya di malang selatan. Tempat yang tidak terlalu ramai tetapi cukup membuat refresh pikiran khususnya sepupu-sepupu saya yang masih kecil-kecil asyik bermain pasir dan berenang. Saya...saya lebih senang memperhatikan kegembiraan mereka dengan mengambil gambar mereka sambil menikmati pemandangan pantai siang itu.
Begitu indahnya kebersamaan hari itu, setiap wajah dihiasi senyuman, tawa dan canda walaupun terbesit rasa lelah karena rutinitas. Seperti kakak sepupu saya katakan tidak perlu nunggu kaya untuk mendapatkan BAHAGIA. Katanya seseorang sebaiknya tidak pernah menelantarkan keluarganya untuk mendahulukan bisnisnya, yup sepakat mas ;p

Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang kamu dustakan? jawabnya tidak ada. Allah telah memberi saya begitu banyak nikmat bahkan lebih dari yang saya inginkan. Keluarga besar saya yang utuh, sehat wal afiat dan saling mendukung satu sama lain adalah nikmat yang begitu indah. Alhamdulillah...Segala Puji bagi Engkau Tuhan Semesta Alam, terima kasih Ya Rabb untuk semua nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami semua, untuk nafas yang sampai detik ini masih Engkau titipkan kepada kami semua. Hamba menitipkan mereka semua kepadaMu Ya Rabb hanya Engkaulah Sebaik-baiknya Penjaga. Dekaplah kami semua dalam kasih sayangMu, tuntunlah langkah kami untuk selalu berada di koridorMu dan jangan biarkan kami semua lalai akan rasa syukur kepadaMu Amin Ya Allah...



Minggu, 26 September 2010

Virus Merah Jambu :'(

Ehm...
Paling ga' suka kalo lagi gini, terjangkit virus merah jambu :( kenapa ga' suka? virus merah jambu bukannya virusnya orang yang sedang jatuh cinta ya? hehehe iya bener istilah buat orang yang lagi jatuh cinta. Dan yang namanya jatuh cinta bukannya semua serba merah jambu? serba indah? bawaannya senang terus? dan senyum terus? trus kenapa ga' suka? something wrong? kok ga' suka.. :)
He em.. ada yang salah memang, salah saya karena terus membiarkan virus merah jambu itu menyebar di  ruang hati saya, salah juga karena saya terus membiarkan pikiran saya dipenuhi oleh bayangannya sampai akhirnya sulit untuk disembuhkan. 

Tidak bisa bila tidak membalas smsnya dia, tidak bisa juga bila harus mengabaikan telfon darinya begitu juga email dari dia pasti sesegera mungkin saya replay. Kenapa tidak bisa mengabaikan semua itu? takut dia menjauh? takut kalau tidak mendapatkan perlakuan yang seperti itu lagi? jawabnya iya, saya tidak ingin dia menjauh, saya juga tidak ingin dia berubah, saya ingin dia selalu dekat dengannya. Sungguh jika boleh memilih saya tidak ingin mengenal dia, cukup mengagumi sosoknya dalam diam saya, memperhatikan dia dari jauh itu seperti dulu lebih membuat saya nyaman dan hati ini lebih tenang. Sungguh saya tidak ingin bermain-main dengan hati ;'(

Saya tidak suka ketika virus merah jambu menyebar dan memenuhi ruang di hati saya, karena itu akan menumbuhkan penyakit hati, iya membuat penyakit hati. Bagaimana tidak, saya lebih suka mendengar suaranya bercerita di ujung telfon daripada mendengarkan lantunan ayat-ayat cintaNya. Saya rela tidur larut  bukan untuk berdzikir tetapi menerima telfonnya dan ngobrol panjang kali lebar kali tinggi. Hati ini bergetar jika dekat dengannya, jantung ini juga berdetak lebih kencang ketika dia melihat mata saya. Berjam-jam dengannya tidak akan terasa lama. Apakah getaran itu juga hadir di hati saya ketika suara adzan berkumandang? apakah jantung ini akan berdetak lebih kencang  juga jika ayat-ayat cintaNya dilantunkan? apakah saat sholat malam, saat bermunajat, saat curhat kepada Pemilik  Jiwa betah berlama-lama  bersimpuh dan larut dalam heningnya di sepertiga malam? Sederet pertanyaan dari nurani ini menyadarkan betapa diri ini masih dikalahkan oleh hawa nafsu, betapa iman ini teramat sangat dangkal sekali.

Tidak malukah ketika yang berada pada deretan pertama di hati adalah "seorang dia" bukan "Sang Pemilik dia dan saya"? kalau tidak malu sungguh ter-la-lu seperti kata bang roma :). Saya tidak ingin menjadi hambaNya yang nakal, saya tidak ingin menjadi hambaNya yang mudah dipermainkan oleh setan dengan rayuan mautnya. Kalaupun rasa ini adalah virus yang indah yang berwarna merah jambu (sok tahu banget hehehe) semoga dia bisa dijinakkan dan semoga suatu hari nanti, semua perasaan yang ada akan menjadi halal bagi saya dan dia sehingga terbebas dari virus apalagi sampai menyebabkan penyakit hati Amin Ya Allah.. ;)

so..untuk saat ini biar berjalan seperti semula, menjaga hati dengan cukup mengagumi sosoknya dalam diam saya, belajar untuk mundur teratur tidak mudah mungkin tapi bukan berarti tidak bisa kan? Insya Allah dimana ada kemauan disitu ada jalan. Cukup Allah tempat mengembalikan semua rasa dan tempat menggantungkan semua harapan. Allah adalah sebaik-baiknya pengambil keputusan, dan Allah tidak akan salah menjodohkan hambaNya, PASTI maka semua kuserahkan kepada Pemiliknya rasa ini dan harapan ini, yang perlu dilakukan hanya menjadi wanita yang baik dan pantas mendapatkan laki-laki yang baik pula.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji,laki-laki yang keji untuk wanita yang keji pula.Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik,dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula..”
(QS.An-Nur : 26)

Untukmu, seseorang yang saya kagumi yang membuat hari ini terjangkit virus merah jambu :)
Saya akan menjaga hati saya sebaik mungkin hingga setiap perhatian yang kau berikan tidak lagi membuat diri ini menomor sekiankan Pemilik dirimu dan diri saya ini, sehingga hati ini tidak akan dag dig dug der ketika dekat denganmu dan ketika matamu menatap saya (lebay.com). Jika memang apa yang kau rasakan sama dengan yang saya rasakan, jika semua berlandaskan cinta karenaNya, jika niatnya untuk ibadah maka jadikanlah ini halal bagi kita (ngarep.com hehehe). Mari kita akhiri saja bermain-main dengan hati-nya cukup sampai di sini saja agar tidak terlalu lama dan tidak terlalu dalam masuk perangkap setan. Mari kita kembali ke jalan yang benar, mari kembali menuju cinta yang sejati, kembali ke Pemilik cinta itu.
Kepadamu... saya ucapkan terima kasih banyak atas semuanya yach ;)





Kamis, 23 September 2010

Dia..Dia..Dia...


Judulnya pinjem dari lagunya Afgan :)

Dia...
Dia adalah embun di pagi hati, penyejuk hati
Dia adalah sahabat baru saya, yang Allah dekatkan beberapa minggu ini. Seseorang yang mengerti islam jauh melebihi saya pastinya :), seseorang yang tidak pernah lepas dari dzikir dan shalawatnya. Seseorang yang sedang belajar untuk menghafal Al Qu'ran. Ehm... sungguh indah pribadinya dengan kesederhanaan yang dia miliki, di setiap kata yang terucap dan teduhnya pandangannya dan merdunya suaranya ketika melanltunkan ayatNya seperti embun yang menyejukkan jiwa yang rapuh.

Tidaklah Allah menjadikan sesuatu tanpa maksud dan tujuan, begitu juga dengan mendekatkan saya dengannya, agar saya lebih banyak belajar tentang islam, tentang akhirat, tentang apa yang benar dan yang salah.  Darinya saya mendapat Duratun Nasihin, mendapat kumpulan salawat, dan ada 1 buku yang saya lupa judulnya apa yang belum sempat saya baca :( darinya juga saya belajar doa-doa. 
Saya lebih banyak mendengar jika dengannya, tidak seperti biasanya yang cerewet. Senang mendengar dia menjelaskan tentang ilmu fiqih, apalagi jika dia menguraikan tentang hadist ehm...saya seperti seorang murid yang dengan cermat mendengarkan gurunya menerangkan di depan kelas. Belum lagi kalau dia menceritakan kehidupan di jaman Nabi, saya seperti anak kecil yang sedang dininabobokkan sebelum tidur :)

Iya...
Dia adalah sahabat baru saya, guru kehidupan bagi saya, seseorang yang selalu mengingatkan jika saya mulai lalai, yang dengan telaten mengajari doa sampai saya hafal. seseorang yang membuat saya iri, iri akan ilmunya yang lebih dari saya, iri mendengar dia melantunkan ayat-ayatNya dengan lancar & indah yang sedikit demi sedikit sudah dia hafal, ehm...kalau diumpamakan sekolah dia sudah duduk di bangku perkuliahan, saya masih duduk di kelas play group hiks... kemana saja saya selama ini? apa saja yang saya lalukan sampai tertinggal begitu jauh? kapan saya bisa menjadi seperti dia? ;'(

Ya Allah...
Lindungilah dia dalam setiap langkahnya, tuntunlah dia untuk selalu mendekat padaMu, jadikanlah ilmu yang dia miliki bermanfaat di MataMu, permudahlah setiap urusannya Ya Rabb...
Amin..

Sahabatku,
Jangan berubah ya..tetaplah menjadi dirimu yang seperti ini ;p


Kamis, 16 September 2010

Untuk Saudaraku...


Ya Rabb….
Tuhan tempatku menyandarkan hidup
Hari ini aku berdoa untuk saudaraku
Seseorang yang telah Engkau beri kesempatan untuk menghirup sejuknya udaraMu lagi pada hari ini dan setelahnya…
Seseorang yang  telah Engkau ijinkan untuk mengukir kisahnya kembali dalam hidupnya
Di usia yang telah berkurang satu tahun dari jatah yang telah Engkau siapkan

Kutitipkan dia padaMu Ya Rabb….
Karena hanya Engkau sebaik-baiknya Penjaga setiap hati dan jiwa
Kumohon padaMu... tuntunlah dia dalam setiap langkahnya agar selalu berada di  jalanMu
Jangan biarkan dia kembali ke jalan itu hingga ia terjatuh ke dalam jurang yang sama
Bimbinglah dia tuk selalu mendekat padaMu walau kadang rasa lelah itu hadir dalam langkahnya

Ya Rabbku....
Zat Yang Menggenggam Hidupku
Kumemohon untuk saudaraku
Dekaplah dia dalam kasihMu hingga tak sekalipun ia merasa Kau tinggalkan Ya Rabb...
Berikanlah ketenangan dalam hatinya hingga ia mampu menapaki hidupnya tanpa ragu
Sesibuk apapun dia jangan biarkan ia lupa akan hadirMu dalam sepanjang waktunya
Ingatkan dia untuk selalu menyapaMu, merajut doa untuk sebuah harapan di masa depannya

Ya Allah.... Ya Tuhanku...
Hanya Engkau yang mengetahui yang terbaik untuk hambaMu,
Mengetahui setiap isi hati yang sekalipun kami ingkari dengan kemunafikan kami
Karena tidak ada yang paling memahami selain yang Menciptakan kami
Berikanlah yang terbaik di mataMu untuknya, jadikanlah impiannya menjadi kenyataan
Jadikanlah yang terbaik di mataMu baik pula di pandangan, pikiran dan hatinya
Hingga dia tak pernah mendustakan setiap NikatMu Ya Rabb...

Untuk saudaraku....
Ya Rahman Ya Rohim...
Jadikanlah hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok akan lebih baik dari hari ini
Jadikanlah masanya sekarang adalah kesempatan baginya untuk meraih impiannya
Jadikanlah saudaraku ini menjadikan sifatMu ada padanya Ya Rabbku...
Hingga dia menjadi seseorang yang mampu menyejukkan hati di sekelilingnya
Dengan halusnya tutur katanya, dengan tulusnya senyumnya dan dengan keikhlasannya

Amin Allahumma Amin....

Teruntuk saudaraku yang ultah
Met Milad... :)

Rabu, 15 September 2010

Perjalanan Itu Sudah Usai


Malam itu, malam yang sangat indah untuk sebagian besar umat termasuk diriku. Malam yang dihiasai suara takbir di penjuru arah, malam penuh keceriaan mempersiapkan hari kemenangan Idul Fitri, berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara. Tapi suasana hati saya seketika berubah saat saya terima sms dari sahabat saya "Abis maghrib tadi masnya nisa meninggal dunia" innalillahi wa innalillahi rojiun
Ya Allah... Sesungguhnya kami semua berasal dariMu dan akan kembali kepadaMu hanya waktunya saja yang tidak pernah diketahui kapan, dimana dan bagaimana. Siapa yang menyangka masnya nisa (begitu kami memanggil dia) yang sudah satu minggu ini membaik & sudah sehat, sudah bisa berkomunikasi tiba-tiba harus masuk ICU lagi dan malam itu selesai sudah jatah umur yang Allah pinjamkan kepadanya, jatah umur yang habis bertepatan dengan habisnya umur Ramadhan :(

4 tahun mereka memperjuangkan kasih sayang mereka setelah lamaran masnya nisa dikembalikan oleh ayah nisa dengan alasan yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. 4 tahun menjaga hubungan jarak jauh, back street membuat nisa lelah, keputusan untuk tidak melanjutkan hubungan merekapun akhirnya diambil nisa hingga berakibat kecelakaan itu. Kecelakaan yang membuat masnya nisa tidak sadarkan diri selama 5 hari, hanya suara nisa saat mengaji yang membuatnya mampu menggerakkan jemarinya walaupun hanya via telfon. "Mba...kalau mas sadar aku akan menuruti permintaannya untuk menikah sekalipun ayah tidak setuju" itu yang nisa katakan pada saya. Saya hanya bisa mengiyakan, tanpa bisa berkata apapun karena bisa saya rasakan betapa lelahnya menjalani hubungan seperti itu. Alhamdulillah akhirnya masnya nisa sadar, sudah bisa berkomunikasi sudah bisa sms & telfon lega rasanya semuanya mulai membaik. Malam sebelum meninggalpun masih berkomunikasi dengan nisa, tidak ada tanda sakit itu muncul lagi sama sekali tidak.

"Sabar ya nis...ikhlaskan semuanya, semua adalah milik Allah dan akan kembali kepadaNya. Semoga amal ibadah masnya nisa selama ini diterima & mendapat tempat terindah di sisiNya" itulah isi sms yang saya kirim kepada nisa malam itu. Sabar & Ikhlas kata yang sederhana tapi sungguh butuh perjuangan untuk menerapkannya.
Selesai juga perjalanan kasih mereka, selesai juga perjuangan untuk mempertahankan hubungan itu, perjuangan untuk meraih restu orang tua, untuk menyempurnakan sebagian dien mereka. Perjalanan yang panjang untuk mendapatkan restu yang akhirnya harus dilepaskan juga, perjalanan kasih yang kadang terasa melelahkan, tak jarang membuat air mata menetes pelupuk mata sahabat saya ini, rasa kecewa itu sekilas terlihat di wajahnya tapi saya bangga bahwa air mata kehilangan itu hanya ada selama 2hari, kini senyumnya sudah menghiasi wajahnya. Ya..saya bangga pada nisa sekalipun akhirnya tidak sesuai harapannya tapi bisa dia terima dengan tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa, sepanjang dan selebar apapun ia bercerita tentang masa-masa dengan masnya tetap tidak berkaca-kaca matanya, senyum keikhlasan begitu tampak di wajahnya.

"Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, 
dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup 
untuk menguji kamu siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya, 
dan sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pengampun" (QS Al-Mulk [67]: 1-2)
 
Hanya Allah yang mengetahui yang terbaik untuk setiap hambaNya dan tidaklah sesuatu terjadi tanpa ada hikmah di baliknya. Iya, apa yang baik di Mata Allah belum tentu baik pula di pandangan kita dan apa yang pahit, sakit menurut kita belum tentu itu pahit menurut Allah justru sebaliknya. Tidak ada yang paling mengetahui yang terbaik selain yang menciptakan :). Allah yang berhak mengakhiri sebuah perjalanan hidup hambaNya, yang memutuskan hasil akhir dari cerita setiap hambaNya.

Hari ini tepat 7hari kepulangannya..
Semoga diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya,
Semoga mendapat tempat terindah di sini Allah Sang Pemilik Hidup
Amin Ya Rabb...

Rabu, 08 September 2010

Di Penghujung Ramadhan...


Tak terasa Ramadhan akan segera berlalu...
Hanya tersisa hari ini dan esok Insya Allah, cepat sekali berlalu 30hari terasa begitu singkat. Rasanya belum banyak diri ini berbenah, masih banyak yang belum terlaksana, kerinduan akan Ramadhan belum juga hilang sekarang harus berpisah lagi. Seandainya bisa ingin Ramadhan jangan berakhir, ingin lebih lama lagi bersamanya, masih ingin kuhabiskan hari-hariku bersama Ramadhan. Ada rasa kehilangan di dalam hati ini, ada rasa tidak ingin berpisah, takut bila tidak bisa kubertemu dengan Ramadhan lagi, ada rasa yang menyesakkan di dada yang membuat air mata ini ingin tertumpahkan.

Ramadhan...
Aku ingin memelukmu dengan erat, ingin kuhabiskan waktu yang tersisa ini lebih banyak lagi denganmu. Aku ingin memberikan kenangan yang indah, tanpa ada kesia-siaan di dalamnya, tanpa ada yang terbuang begitu saja hingga ampunan Sang Pemilik Jiwa ini kudapatkan, hingga diri ini menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya. Seperti akan berpisah dengan saudara, dengan kekasih, dengan sahabat yang begitu kita sayangi sedih itu mulai menggelayut lembut di hatiku, dadaku semakin sesak ketika kuingat waktu untuk berpisah semakin dekat. Aku belum siap melepas Ramadhan masih banyak yang belum aku lakukan ;(

Di Penghujung Ramadhan ini,
Sebelum berpisah, sebelum Ramadhan berlalu, selagi masih ada waktu tersisa ijinkan diri ini memohon dibukakan pintu maaf untuk kata yang merangkai dusta, untuk langkah yang membekas lara, utnuk hati yang penuh prasangka dan untuk tingkah laku yang menoreh luka agar kita dapat meraih indahnya kemenangan yang hakiki.

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
Taqaballahu Minna Wa Minkum Taqobal Yaa Kariim…
Kullu ‘Amin Wa Antum Fi Khoir…

Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon maaf lahir Dan batin”


Rabu, 01 September 2010

Janjiku di RamadhanMu


Ramadhan…
Bulan yang selalu ditunggu-tunggu semua orang muslim di dunia ini. Bulan special yang Allah siapkan kepada setiap hambaNya, bulan penuh berkah, ampunan dan terkabulnya semua doa. Iya… Ramadhan selalu berkesan di setiap hati para mukmin, 30 hari umur ramadhan yang terlalu singkat. Bersama ramadhanlah saatnya berbenah, saatnya bersih-bersih, tidak hanya mukenah & peralatan sholat kita yang kita bersihkan, bukan juga perabotan rumah yang kita benahi tapi diri kita, ruh kita, iman kita, harta kita yang semua itu pada hakekatnya adalah sebuah titipan yang suatu hari nanti akan diambil Sang Pemilik.

Ini adalah surat cintaku kepada Sang Pemilik Jiwaku yang kutulis di malam sebelum ramadhan hadir.

Besok Insya Allah sudah puasa ramadhan
Nanti malam Insya Allah sudah tarawih
Alhamdulillah...
Sampai saat ini masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan yang indah
Masih diberi kesempatan untuk menghapus semua dosa yang telah bertumpuk selama 11 bulan
Masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri,untuk lebih mendekat padaNya
Masih diberikan kesempatan untuk membuktikan begitu kalbu ini merindukanNya,
Masih diberikan kesempatan untuk memanjatkan segala doa & pinta di bulan yang suci
Segala Puji bagi Engkau Ya Rabb... Tuhan Semesta Alam...
Nikmat Tuhanmu mana yang engkau dustakan?
Tidak ada!!! tidak ada satupun nikmat yang hamba dustakan atasMu Ya Rabb..
Semua yang telah Engkau hadirkan dalam setiap helaan nafas hamba adalah Anugerah
Malah hamba yang kadang menodainya dengan dosa-dosa hamba
Ampuni segala dosa-dosa hamba Ya Rabb..
Semoga tekad dalam hati ini tetap teguh
Tekad untuk menjadikan ramadhan kali ini lebih baik dari ramadhan yang lalu
Tekad untuk selalu mendekat, menjadikan setiap helaan nafas ini adalah ibadah

Sekarang sudah sampai di umur ramadhan yang ke-23 hari, apakah syukurku di malam sebelum ramadhan masih terjaga sampai saat ini?. Apakah janji yang kusampaikan ke Pemilik Jiwa sudah kupenuhi?. Ehm…hanya Allah yang tidak pernah ingkar janji.

Alhamdulillah, tekad itu selalu menguatkan niat bahwa puasaku tidak hanya lapar dan dahaga, bahwa ibadahku tidak hanya tidur, bahwa hati ini akan bisa terjaga dari emosi, marah dan jengkel, bahwa mulut ini tidak akan meng-ghibah, mata ini tidak akan berzina, begitu juga telinga ini hanya akan mendengar hal-hal yang baik.

Tekad itu juga yang selalu mengingatkan iman ini untuk menyegerakan sholat fardhu, yang mampu mengusir lelah ketika tarawih itu harus didirikan, mengusir kantuk saat bibir ini harus memperbanyak dzikir & sholawat. Iya.. HARUS raga, pikiran dan jiwa ini memang harus dipaksa untuk berbuat semua kebaikan itu agar janjiku kepadaNya tidak hanya sekedar kata-kata manis. Selain itu, ingin rasanya Ramadhan hadir saat hari hisabku tiba, ingin rasanya ramadhan memberikanku pembelaan saat itu.

Yup.. Ramadhan kali ini memang harus lebih baik dari ramadhan tahun lalu. Pedikat TAQWA itulah target yang sebenarnya harus didapat saat hari kemenangan itu tiba.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan bagi orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa" [Al Baqarah:183]

Predikat yang tidak hanya dapat dicapai dengan memperbaiki diri, menata hati dan meningkatkan kualitas dan kuantitas keimanan kita tapi juga membersihkan sebagian dari harta kita,mengeluarkan apa yang bukan hak kita di dalamnya. Bukankah sebagian dari harta kita ada hak untuk mereka. Zakat fitrah wajib hukumnya untuk ditunaikan, jadi jangan sampai terlewat di ramadhan ini.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Rasulullah saw telah memfardhukan zakat fithrah untuk membersihkan orang yang shaum dari perbuatan sia-sia dan dari perkataan keji dan untuk memberi makan orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum salat, maka ia berarti zakat yang di terima dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah salat 'ied, maka itu berarti shadaqah seperti shadaqah biasa (bukan zakat fithrah). (H.R : Abu Daud, Ibnu Majah dan Daaruquthni)

Ramadhan…
Seandainya ini adalah ramadhan terakhirku, semoga diri ini cukup bersih untuk menghadap padaNya, semoga hati ini juga terbebas dari penyakit hati dan semoga hak mereka sudah kukeluarkan dari harta yang Allah titipkan padaku.
Dan TAQWA, semoga taqwa akan menemaniku mempertanggungjawabkan hidupku
Amin Allahumma Amin…

Kamis, 26 Agustus 2010

Kembali Ke Masa Itu...


Hari itu...
Satu hari yang berbeda dari biasanya, satu hari spesial diantara 3 bulan berjalan, iya di tempat kerjaku memang tiap 3 bulan sekali ada rewarding. Acara dimana diberikan apresiasi bagi siapa-siapa saja yang berprestasi dalam menjalankan kerjanya ehm.. lebih tepatnya amanah iya pekerjaan adalah semua amanah yang harusnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Di acara rewarding inilah akan ada the best of the month dan pastinya acaranya dibuat semeriah mungkin karena seperti yang kubilang tadi ini adalah satu hari special selama 3 bulan, selalu ada tema & dresscode

Rewarding kali ini bertemakan Back To School...
Hemms... pertama kali denger temanya langsung kebayang dech masa2 waktu masih duduk di bangku sekolah, dengan seragam putih abu2, dengan tas ransel dan sepatu kets bawaannya ceria mulu, masa penuh canda tawa bener memang lagu jaman aku masih kecil dulu "masa-masa paling indah masa-masa di sekolah.."
Hari itu tempat kerja seperti ruang kelas, semuanya pake seragam sekolah, abu2 putih, pramuka, ada yang pake sergam ala sailor moon, aku.. aku pake atasan putih rok kotak2 ma jilbab putih [anggep aja seragam sekolah swasta ya.. walaupun maksa.com hehehe..] beda banget waktu masih sekolah dulu, belum ada hem lengan panjang, rok panjang dan jilbab yang menempel di tubuhku

Seru...Senang...itu yang kami rasakan
Seakan kembali jadi anak sekolahan, seakan kembali ke beberapa tahun silam.Sebatas kembali memakai seragam sekolah saja, tidak lebih...tidak bisa kembali ke masa-masa itu lagi, tidak bisa mengulang apa yang dulu pernah kita jalani ;( memang kadang masa lalu membuat kita rindu, rindu bahwa ada hal-hal yang ga' bisa kita rasakan dan lakukan lagi sekarang, gembira jika mengingat hal-hal baik yang pernah terjadi. Ah... seandainya waktu bisa diputar lagi, seandainya kita bisa kembali ke masa lalu kita...

Yah begitulah sang waktu, dia terus berjalan tidak bisa terulang, tidak bisa di-pause maupun direset. Seandainya saja waktu bisa direset, seandainya saja bisa diulang, seandainya bisa di-pause dan kembali ke masa lalu pasti akan banyak hal yang ingin diperbaiki. Akan kuperbaiki semua tingkah lakuku saat itu hingga tidak ada seorangpun tersakiti karenanya,tidak ada luka yang membekas yang membuat mereka mengingatku bukan karena aku baik tapi sebaliknya :( seandainya saja bisa diulang waktu itu, aku akan lebih rajin lagi belajar mengaji sehingga di usiaku sekarang aku sudah pandai mengaji, aku akan belajar agama dengan sungguh-sungguh sehingga saat ini aku memahami dengan benar untuk apa aku hidup, bagaimana aku menjalani hidup dan bagaimana menjadi wanita yang solehah. Seandainya di masa laluku aku lebih baik menjalani hidup, lebih banyak belajar pasti sekarang aku tidak akan ketinggalan melangkah & berlari mendekat kepada Allah ;(

Ya Allah...
Terima kasih Engkau telah mengkaruniakan umur sampai saat ini, terima kasuh Ya Rabb masih Engkau berikan waktu untuk berbenah, untuk memperbaiki masa yang begitu panjang telah kusia-siakan di masa laluku, terima kasih Ya Tuhanku telah Engkau letakkan diri ini diantara orang-orang yang mengenalMu melebihi aku, yang dari mereka aku bisa belajar banyak, tanpa mereka sadari mereka sudah membimbingku menjadi lebih baik. Benar kata pepatah "kalau kau berteman dengan penjual minyak wangi maka kau akan kena harumnya.." [begitu kalau ga' salah ya pepatahnya.. :)]

Semoga waktu yang tersisa dari jatah yang Allah tentukan untukku, tidak lagi kusia-siakan, akan kurangkai masaku sekarang tidak kalah indahnya dengan masa-masa di sekolah dulu, tidak akan kalah cerianya dan akan lebih bermakna Amin Ya Rabb...

[nyambung ga' sih yang dibahas diawal ma di terakhir hehehe...]