Senin, 06 Desember 2010

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1432H


Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1432H
Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rohim...
Karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk sesalu teguh di sepanjang perjalanan meniti ruas jalanMu
Semoga di tahun ini semuanya akan lebih baik dari tahun kemarin, semoga diri ini mampu menjadi insan yang selalu berbenah diri, menjadi manusia yang lebih bermanfaat, tidak menjadi hambaNya yang merugi, semoga semua dosa-dosa & segala khilaf yang tertoleh di tahun kemaren dibukakan pintu ampunan yang selebar-lebarnya. Amin Allahumma Amin

Doa Akhir Tahun
Dengan doa ini kita memohon ketika kita akan mengakhiri perjalanan tahun yang akan ditinggalkan ini akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. atas perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya, dan apabila dalam tahun yang akan ditinggalkannya itu ada perbuatan-perbuatan yang diridhai oleh Allah Swt yang kita kerjakan, maka mohonlah agar amal shaleh tersebut diterima oleh Allah Swt.
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubati wa da'autani ilattaubati minhu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha' rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.

Doa Awal Tahun
Dengan doa ini kita sebagai Mu'min memohon kepada Allah Swt. agar dalam memasuki tahun baru ini kita dapat meningkatkan amal kebajikan dan ketaqwaan.

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni
ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.

Sumber :
[http://www.jafarsoddik.com/doa/12/Doa-akhir-tahun-dan-awal-tahun-baru-Islam-Hijriyah]

Selasa, 30 November 2010

Indahnya Kehilangan

Whats…??? Indahnya kehilangan??? Apa ga’ salah tulis tuh? Atau lagi ga’ sadar yang nulis? Hehehe…
Engga’ kok, itu tidak salah tulis kok, yang nulis juga dalam keadaan sadar sesadar-sadarnya hehehe. Memang sih selama ini yang namanya kehilangan itu pasti pahit kaya’ obat rasanya, pasti buat hati sakit, kecewa, sebel dan ujung-ujungnya nangis, marah-marah bahkan kadang kita protes ke Allah? Iya ato iya? Hayu.. jawab.. pasti jawabnya iya ngaku.. hehehe Coba dech sekarang kita liat definisi kehilangan versi mereka yang di luar sana, bukan versi kita.

Kemaren waktu maksi bareng ma temen yang menjadi relawan untuk korban bencana alam merapi. Satu minggu dia di sana dan tahu apa yang dia ceritakan pada saya? Sungguh menakjubkan apa yang dia ceritakan, sungguh banyak pelajaran yang didapat di sana. “seandainya kau ada disana alia.. pasti kau akan menangis melihat seperti apa sleman dan orang-orang korban meletusnya merapi itu” tak ayal pikiran saya langsung melayang ke tepat pangungsian itu, terlintas di benak saya seperti apa kota yang bernama sleman yang sekarang sudah rata dengan tanah yang warnanya tidak lagi coklat melainkan abu-abu, tidak ada kehidupan sama sekali kecuali sebatang pohon kelapa yang sudah layu pastinya, yang lebih pantas disebut padang pasir bukan daratan. Itu masih kotanya yang sudah tidak berpenghuni, bagaimana dengan penduduknya? Seolah teman saya bisa membaca pertanyaan dalam hati sayadia bercerita lagi “dan tahukah kau alia.. ketika sampai di tempat penampungan, lebih dari 5.000 pengungsi dari anak kecil sampai lansia yang tidak sedikit dari mereka terpisah dari sanak saudaranya. Bisa kau bayangkan alia, bagaimana seandainya kita yang ada disana sendiri tanpa ibu, ayah, adik kakak bahkan kekasih yang biasanya ada menemani kita tidak ada disana?” ada desiran halus menggelayut dalam hati saya tenggorokan saya sesaat seperti ada yang menyekik, iya bagaimana seandainya saya adalah salah satu dari para korban itu, I can’t imagine it!. “hanya teko tempat membuat teh ini mas yang sempat saya selamatkan itupun karena saat merapi meletus saya sedang minum teh” begitu jawab sang bapak ketika teman saya bertanya apa yang sempat terselamatkan dari bencana itu, ketika ditanya barang berharga yang bapak itu bawa ke tempat pengungsian, beliau menjawab dengan tenang tak ada nada sedih sedikitpun dijelaskan bahwa tidak ada satupun yang terselamatkan kecuali teko dan baju yang melekat di badannya itu. Papar teman saya membuat semakin tercekat rasanya tenggorokan saya, bagaimana bisa mereka setegar itu dalam keadaan kehilangan semua yang mereka miliki termasuk rumah & harta yang telah mereka kumpulkan dengan susah payah, dengan cucuran keringat, dengan banting tulang setiap hari. “Ya Allah…” hanya itu yang keluar dari mulut saya menanggapi cerita teman saya tentang mereka.

Ternyata tidak sampai disitu ceritanya “yang membuatku merasa kecil dan merasa bukan apa-apa ketika ada seorang nenek berkata padaku alia, beliau menuturkan kalau bicara sedih pasti pastilah sedih mas, tapi semua kan datangnya dari Gusti Allah, dan kembali ke Gusti Allah, nanti juga akan diberikan lagi gantinya jadi buat apa susah mas selama masih bisa tersenyum ya kita senyum Alhamdulillah mas Allah masih memberikan kesempatan untuk hidup” saya dapati suara teman saya mulai gemetar, raut wajahnya begitu sendu begitu juga dengan saya, rasanya ingin kutumpahkan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata saya. Lagi-lagi saya hanya mampu menimpalinya dengan kata “Ya Allah..” entahlah saya yang biasanya cerewet tiba-tiba speechless. Dalam hati tiba-tiba ada yang ikut nimbrung dalam pembicaraan saya dengan teman saya itu, hati saya tak henti-hentinya bersyukur atas apa yang saya miliki sampai saat ini, semuanya sekecil apapun yang saya miliki yang kadang terlupa untuk saya syukuri atas keluarga, teman, pekerjaan, bahkan atas helaan nafas yang masih bisa saya rasakan sampai detik ini.

See…
Bagaimana definisi kehilangan versi mereka lain dengan kita yang hanya kehilangan uang ribuan rupiah, sebuah hape atau kehilangan pacar yang kita sayangi. Mereka kehilangan semuanya sobat, tidak tersisa satupun, hanya pakaian yang melekat pada tubuh mereka dan pastinya bukan pakaian yang bersih, wangi dan bagus seperti yang kita miliki sobat…yang mereka pakai sudah usang.
Bagaimana mereka masih mampu tersenyum dan ikhlas menerima kehilangan demi kehilangan yang menimpa mereka. Bagaimana dalam keadaan tanpa sanak saudara mereka mampu berkata bahwa semua adalah milik Allah dan akan kembali kepadaNya. Tidak ada amarah dan protes seperti apa yang sering kita lakukan. Begitulah indahnya kehilangan bagi mereka, kehilangan yang menyisakan syukur atas nafas yang masih mereka rasakan, syukur atas mata yang bisa melihat dunia, telinga yang masih bisa digunakan untuk mendengar celoteh anak dan cucu mereka, atas tangan kaki dan semua anggota badan yang mereka miliki. Indah bukan? Ketika kita mampu melihat kehilangan dari sisi yang lain, memaknai kehilangan dengan syukur atas apa yang kita miliki dan apa masih kita miliki sampai saat ini.

Minggu, 28 November 2010

Surat Sayang Untuk Kakakku...


Kak…
Taukah kau apa yang selama ini ada di hatiku? Taukah dirimu rasa yang selalu kusimpan rapat-rapat berharap kau tidak pernah mengetahuinya? Bahkan aku berharap kau tidak pernah mampu menduganya dan bertanya-tanya sedikitpun.

Hem…
Anyway…
Ketika aku bersamamu, ingin rasanya waktu berjalan dengan lambat hingga aku bisa bersamamu sedikit lebih lama, iya aku ingin bersamamu lebih lama lagi. Tapi, setiap di dekatmu entah mengapa waktu seakan berjalan lebih cepat dari biasanya seolah ia cemburu aku berlama-lama denganmu hehehe…

Ketika kau menatap mataku, kau membuatku salah tingkah. Kalau agak lama kau memandangku dalam hatiku selalu bertanya apa yang sedang ada di pikiranmu saat itu, apa yang ingin kau temukan dariku. Karena itu aku tak mampu membalas tatapanmu lama-lama, karena itu kenapa setiap kau menatapku aku selalu memalingkan wajahku. Aku tidak berani beradu mata denganmu karena aku pasti kalah, aku tidak ingin kau membaca apa yang sedang kurasakan saat itu. Tapi aku bahagia ketika mendapatimu sedang memandangku, menatap mataku hems :)

Kakakq…
Sadarkah dirimu? bahwa aku sering memandangmu ketika kau alihkan pandanganmu dariku? aku senang memandang wajahmu, aku memandangmu lekat-lekat berharap aku mampu merekamnya dalam ingatanku hingga kecil kemungkinan untuk terlupa akan raut wajahmu kecuali kalau memang Sang Pemilik ingatan itu memintanya kembali :)
Berbincang denganmu membuatku lupa waktu, aku menikmati setiap cerita yang kau tuturkan, selalu saja yang keluar dari mulutmu adalah hal-hal yang baik, aku seperti disodori es teh manis segelas gede saat dehedrasi tinggi ketika kau mulai berbicara tentang Ilmunya Allah. Iya sadarkah kamu kak, kalau kau seperti gudang ilmu untukku, sekolah bagiku.

Tapi kutahu tak selamanya kau akan bersamaku karena memang kau punya kehidupan sendiri tanpaku tentunya. Yup, kehidupan yang di dalamnya sama sekali tidak ada hadirku, bahkan bayanganku pun tak boleh hadir menyertaimu. Hanya sampai disini saja waktumu yang Dia berikan untuk menemaniku, singkat dalam hitunganku tapi tidak denganNya bagiNya ini sudah lebih dari cukup untukku. Kukira bisa lebih lama lagi bersamamu tetapi ternyata tidak ya kak, ternyata sampai disini saja baiklah kalau begitu. Bisa bersamamu adalah nikmat tersendiri yang telah Allah berikan dalam catatan perjalananku menapaki ruas jalanNya.

Tidak ada satu kejadianpun yang Allah tetapkan tanpa maksud dan tujuan, ya kan kak? Begitu juga kenapa Allah menghadirkanmu di sebagian hariku. Darimu Allah ingin mengajarkan aku banyak hal, banyak banget bahkan sama sekali tidak pernah terbesit dalam benakku aku akan mengalami semua ini. Teguran yang sangat halus dari Allah untuk memanggilku kembali kepadaNya disampaikan melalui dirimu setelah sekian lama diri ini bersenang-senang dengan dunia yang kubuat sendiri, dunia yang hampa walaupun tak terlihat seperti itu di luarnya. Allah ingin hambaNya yang satu ini menjadi sosok yang lebih baik lagi, menjadi lebih kuat, lebih cantik di MataNya :). Dengan sakit yang kadang menggores hati, dengan tangis yang tak jarang membuat sesak di tenggorokanku, dengan kecewa, dengan senyum dan tawa, dengan semua itulah Allah mendewasakan diri ini untuk menjadi lebih tegar dari sebelumnya. Dan semuanya dititipkanNya padamu, seseorang yang aku kagumi, sosok sepertimulah yang aku harapkan menjadi imamku tidak hanya dalam sholatku tapi juga dalam kehidupanku, dunia dan akhiratku. Sekali lagi, sosok sepertimu kak tidak berarti itu kamu ;p

Terima kasih Ya Rabb…
Terima kasih telah Engkau hadirkan di 1 episode hidupku seseorang yang mampu menjadi sahabat & kakak bagiku
Terima kasih telah Engkau Ijinkan diri ini mengenalnya lebih dekat sampai hati ini berharap lebih dari yang seharusnya
Terima kasih telah mengajarkan rasa syukur atas apa yang tidak kumiliki, mengajarkan untuk tidak berharap atas apa yang bukan hakku
Terima kasih diantara rasa kecewa tidak setetespun air mata Engkau ijinkan menetes dari mataku, atas senyum diantara perihnya lara dalam hati ini
“Maka nikmat Tuhanmu mana yang engkau dustakan?” tidak ada Ya Rabb.. tidak ada satupun nikmatMu yang pantas kudustakan

Ya Allah…Dzat yang menggenggam jiwa dan raga ini, Sang Pemilik hati dan hidup ini
Hamba menitipkan kakak hamba padaMu Ya Rabb…
Jagalah dia di setiap helaan nafasnya lindungilah dia dalam setiap langkahnya sayangilah dia melebihi Engkau menyayangi hamba
Teguhkanlah imannya dalam agamaMu Ya Rabb, lembutkan hatinya, jadikanlah setiap kata yang keluar dari bibirnya hanyalah kebaikan saja
Sampaikanlah padanya dimanapun dia berada, ada seseorang yang selalu menghadirkan dia dalam setiap doanya yaitu adiknya ini
Sampaikan pada kakak hamba Ya Rabb, disini ada yang selalu menyayanginya, seseorang yang dia panggil adik..

Makasih ya kak…
Atas semuanya, semua yang telah kau hadirkan dalam hari-hariku
Makasih untuk waktu yang engkau sisikan untukku, terima kasih telah bersedia memanggilku adik
Maaf ya kak.. jika selama ini aku selalu membuatku susah, buatmu sedih
Tolong dibukakan seluas-luasnya pintu maafmu untuk luka yang mungkin telah aku goreskan di hatimu
Hingga aku mampu meneruskan jalanku dengan tenang, tanpamu lagi pastinya ;p
Selamat meneruskan langkahmu, semoga jalanmu di depan akan lebih baik bahkan jauh lebih lagi
Aku sayang kakak..

Selasa, 23 November 2010

Just Remind...

 Just Remind buat diri sendiri :)
Lagi inget ma perkataannya sahabat saya ketika saya mengharapkan sesuatu yang salah  
"Buat apa sih ngarepin yang bukan hak lo.."  
Singkat, padat, jelas. Yups.. buat apa selalu memikirkan apa yang bukan hak kita, memikirkan apa yang tidak kita miliki, dan berharap sesuatu yang bukan hak kita.

Makasih ya dah diingetin Ndan... 
Begitu memang seharusnya sahabat saling mengingatkan di saat kita salah
Thanks a lot...

Rabu, 17 November 2010

Indahnya Pelangi


Setiap orang pasti berkata bahwa pelangi itu indah, mejikuhibiniu penuh warna warni yang membuatnya begitu mempesona, dia tidak datang setiap saat hanya sesekali dan itupun tidak dalam waktu yang lama. Hems.. yakin dech setiap orang pasti akan menantikannya dan akan berharap bisa melihatnya. Pelangi yang begitu mempesona itu datang setelah adanya hujan dan panas, hujan yang sangat lebat mungkin dan panas yang begitu membakar kulit.

Seperti itulah perjalanan hidup menghadapi masalah ehm...lebih tepatnya ujian, iya ujian yang Allah berikan untuk menjadikan kita insan yang lebih baik, ujian yang harus kita lewati untuk bisa naik kelas di sekolah milik Allah :) diibaratkan saja ujian itu adalah hujan dan panas, ujian yang kadang membuat lelah badan dan pikiran, yang membuat hati sesak dan tidak jarang membuat kita berkeluh kesah, protes kenapa harus seperti ini? kenapa harus saya? tapi sadarkah kita bahwa semuanya itu akan membuat kita menjadi sosok yang lebih kuat? sadarkan bahwa Allah memberikan pelajaran itu karena sayang kepada kita? Sungguh Allah tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan hambaNya dan pastinya kita tidak akan lupa bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan iya kan? Yup benar sekali memang tidak ada suatu masalah pun yang tidak ada jalan keluarnya.

Lalu...apa yang harus kita risaukan? apa yang harus kita proteskan kepada Allah? Apa yang membuat kita selalu berkeluh kesah, setelah tahu kenapa Allah memberikan ujian itu? Tidak inginkah kita melihat pelangi setelah hujan itu redah? tidak inginkah kita menikmati mejikuhibiniu milik sang pelangi? saya rasa semua akan mengharapkan begitu, mendapati happy ending :) Ketika ujian itu datang maka mari kita mempertebal kesabaran kita dan menikmati apa yang Allah berikan kepada kita, kita selesaikan tugas-tugas kita sebaik mungkin, mari kita serahkan hasil akhirnya kepada PemilikNya dan menjadikan setiap ujian itu untuk mendekatkan diri kita pada Sang Pemilik Jiwa. Hingga pada akhirnya Allah akan memberikan nikmat yang begitu besar, lebih indah dari apa yang kita rencanakan, Allahlah yang akan menyelesaikan semua urusan itu. Pada saat itulah kita dapati pelangi. Indah bukan?

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (Al-Baqarah 153)
so... siapa yang tidak ingin bersama Allah? siapa yang tidak ingin ditemani oleh Allah di setiap helaan nafasnya? Saya tentunya, saya sangat ingin selalu bersama Allah :)



Kamis, 11 November 2010

Jika Saat Itu Datang...

Cepat atau lambat hari itu akan datang...
Hari dimana dia akan meninggalkan saya, hari dimana dia akan meneruskan hidupnya tanpa saya, dia akan memenuhi janjinya yang telah terucap sebelum bertemu dengan saya. Saya tidak tahu kapan itu akan terjadi entah besok? satu minggu lagi? atau beberapa bulan lagi? yang saya tahu hari itu akan datang kecuali jika Allah menetapkan lain jika Allah menghendaki dia tetap bersama saya, Wa Allahu A'lam bishshowab (semoga Amin :) hehehe). Dan mulai saat itu, jika telah tiba saatnya dia harus meninggalkan saya maka tidak akan pernah sekalipun dia akan hadir di hari-hari saya lagi, tidak sekalipun dia akan menemani saya, yang hadir hanya kenangan yang dia tinggalkan pada saya.

Mulai saat itu pasti saya akan merindukannya, seseorang yang tidak hanya mampu menemani saya duduk, bercerita tapi seseorang yang selalu mengingatkan saya pada Sang Pemilik Jiwa. Iya, dari setiap tutur katanya terlihat jelas bahwa dia sangat merindukan Rabbnya. Saya akan merindukan setiap doa yang dia ajarkan, saya akan merindukan bagaimana dia mentransfer hasil kajian yang pernah dia ikuti kepada saya, saya akan merindukan lantunan ayat suci Al Quran dari dirinya, saya akan merindukan cerita tentang impiannya untuk hafidz Quran. Saya pasti akan sangat merindukan wajah teduhnya, rasa nyaman yang dia berikan, kesederhanaan yang dia miliki.

Membayangkan saya tidak akan bisa bersamanya lagi, rasanya berat tapi mau tidak mau kalau Allah sudah berkehendak mau berbuat apa? bukankah Allah mengetahui apa-apa yang terbaik untuk setiap hambaNya? lalu kenapa harus merasa berat? iyakan...? dia adalah milik Allah, kapanpun ketika Allah menetapkan habisnya masa saya dengannya saya tidak boleh protes kan? :) dia bukan milik saya, saya sama sekali tidak berhak atas dirinya. Bisa mengenal sosok sepertinya dan bisa bersamanya selama ini adalah anugerah tersendiri yang Allah berikan kepada saya.

Dengan atau tanpa dia, hidup saya akan tetap berlanjut tanpa dia saya akan baik-baik saja :) ada Allah yang  akan selalu bersama saya, yang tidak akan pernah meninggalkan saya. Tidak ada yang harus saya khawatirkan tentang hari itu, akan datang atau tidak itu hak prerogatif Allah untuk menetapkannya Yang datang pasti akan pergi dan yang hilang pasti akan ada gantinya Insya Allah...bukan begitu kehidupan? semua akan berputar tinggal bagaimana kita memaknainya. Semoga saya dan dia termasuk hambaNya yang mampu mengambil hikmah.

Saya + Allah = cukup :) 
Saya tidak butuh yang lain sebagai penolong saya ;)
Bila saat itu tiba, semoga tidak ada air mata yang menyesakkan dada, tidak ada yang mencekat di leher. Bila saat itu tiba, semoga kita mampu mengembalikan semuanya kepada Pemiliknya dan menyerahkan diri kepadaNya. Amin Allahumma Amin...

Minggu, 07 November 2010

Jangan Berhenti Melangkah..

Jadilah seperti karang yang tetap teguh dihempas ombak...
Pesan itu yang ingin kusampaikan ketika kakak laki-lakiku sedang diuji untuk menjadi seorang imam. Pernikahan yang dibinanya hampir 12 tahun itu sedang diuji ketahanannya saat ini. Kepercayaan, kesetiaan dan keikhlasan saat ini sedang dipertanyakan, sudah sekuat apa? sudah kokohkah hingga tidak akan terkikis oleh godaan apapun? Si sulung yang sudah mulai meranjak remaja dan si kecil yang sedang lucu-lucunya apakah tidak cukup kuat untuk mempertahankan janji kepada Sang Ilahi saat ijab diucapkan?
Ujian... 
Cepat atau lambat pasti ujian itu akan datang, bukan untuk menghancurkan semua yang mulai tertata rapi, tapi untuk menguji dan menguatkan apa yang sudah dibangun. Untuk mereview kembali apa-apa yang kurang selama ini. Tidak semua jalan itu mulus bukan? ada kalanya kerikil dan bebatuan itu membuat kita tersandung, tidak hanya sekali mungkin beberapa kali dan sandungan itu tidak membuat kita berhenti berjalan bukan? tapi membuat kita lebih hati-hati melangkah. Seperti halnya karang di laut, ia tetap kokoh berdiri walaupun beribu-ribu kali ombak menghantamnya.
Masih 12 tahun perjalanan itu, masih panjang jalan yang harus ditempuh, sangat panjang.
Masku...kuatkan dirimu, perteballah perisaimu untuk menghadang semua yang menghalangi jalanmu, lihatlah mas si sulung dan si kecil masih membutuhkan ayah dan bundanya, mereka membutuhkan ruang yang hangat untuk merasa aman dan itu diantara ayah bundanya yang selalu memberikan kasih sayang kepada mereka. Masku...yakinlah Allah tidak akan salah memberikan takaran ujian kepada hambaNya, yakinlah bahwa Allah memberikan kita ujian bukan karena Allah tidak sayang kepada kita tapi sebaliknya karena Allah begitu sayang dan menginginkan kita untuk semakin dekat denganNya
Jangan berhenti melangkah mas, jangan merasa lelah akan semua yang sedang mas lalui. Jalanmu masih panjang dan pasti masih banyak jalan yang berliku, masih banyak kerikil dan bebatuan yang akan menghalangi langkahmu maka lewati ujian kali ini dengan kemenangan, dengan harapan baru yang lebih baik. Lakukan yang terbaik dan selebihnya serahkan pada Yang Maha Memiliki, wish everything will be fine


Ya Rabb..
Jangan pernah meninggalkan dirinya walau hanya sesaat, ingatkanlah dia untuk selalu mengingat dan mendekat padaMu Amin Allahumma Amin...

Kamis, 14 Oktober 2010

Kukembalikan Rasa Itu...

"Bagaimana perasaanmu sekarang?" saat pertanyaan itu dilontarkan sahabat saya, tenggorokan saya tiba-tiba terasa sakit, rasanya sesak nafas saya, mata yang masih sembab seakan ingin menangis lagi, "saya masih berusaha menata hati saya lagi" begitulah jawaban yang saya berikan. Memang begitulah suasana hati saya 2 hari yang lalu berantakan setelah keputusan tegas itu saya ambil, keputusan yang awalnya berat untuk diambil sampai sahabat saya mengatakan "lakukan yang benar jangan membenarkan apa yang kamu lakukan". Iya kalimat itu benar memang saya harus melakukan yang benar sekalipun saya sakit & hati saya berontak, walau takut kehilangan itu ada, sungguh berat melepas apa yang selama ini saya inginkan. Semua yang sebelumnya tidak berani saya sampaikan akhirnya mau tidak mau harus disampaikan padanya.

Ketika seseorang yang selama ini saya sukai, saya kagumi juga mempunyai perasaan yang sama dengan saya betapa bahagianya saya. Keinginan untuk menjadi tidak sekedar berteman itu mulai ada, harapan saya dialah yang akan menjadi imam dalam kehidupan saya. Karena sosoknyalah yang saya damba untuk menemani & menuntun saya di JalanNya kelak. Rasanya seperti mimpi ketika dia mempunyai keinginan yang sama, semua terlihat begitu indah di mata saya, hehehe lebay.com ;) tapi semua berbeda ketika dia katakan "Sayang saya terlambat bertemu denganmu seandainya saja saya mengenalmu beberapa bulan yang lalu.." Seketika semuanya terlihat gelap, lebay.com lagi dech hehehe ;)

Terlambat bertemu? mungkin iya, tapi saya yakin Allah mengatur semuanya dengan tepat, tidak ada yang terlambat tidak ada yang salah perhitungan. Kalaupun saya dipertemukan dengannya di saat sudah ada seseorang yang dipilihkan sebagai pendamping hidupnya, berarti ada sesuatu yang Allah sampaikan melalui dia, Allah menjawab pertanyaan saya ketika saya hanya bisa melihatnya dari kejauhan saat saya bertanya tentangnya di setiap sujud saya. Yup Allah menjawabnya dengan mendekatkan saya dengannya "sudah ada seseorang yang menunggunya alia..karena itu kenapa tidak Kudekatkan dia padamu saat itu, karena  tidak ingin kau terluka" seakan dengan begitu lembut Allah membisikkan kalimat itu dalam hati saya yang galau. Melalui dia juga Allah ingin mengingatkan saya bahwa laki-laki sebaik dia, yang mengenal baik Rabbnya akan diperuntukkan wanita yang baik pula, dan saya mungkin masih jauh dari predikat wanita yang baik apalagi wanita solehah maka jangan pernah berhenti untuk memperbaiki diri, begitu nasehat hati nurani saya. Melalui dia juga Allah memberitahu saya bahwa masih banyak amalan yang belum saya kerjakan, banyak hal yang harus saya pelajari dan saya akan melakukannya tanpa dia. Karena yang saya cari bukan cintanya tapi Sang Pemilik Cinta, yang Maha memberi cinta.

Wake up alia...
"mau sampai kapan bermimpi? mau sampai kapan terlena dengan sesuatu yang semu? mau sampai kapan membenarkan apa yang kamu lakukan padahal dirimu tahu bahwa itu adalah salah?" hati saya mulai bertanya, iya saya tidak mau berlama-lama bermain-main dengan hati, dan membuat luka di hati yang lain. Saya akan bangun sekarang! :) Seperti kata dia dikutip dari AA Gym katanya setelah menikah itu adalah cinta, cinta di luar pernikahan itu adalah permainan, godaan dan selebihnya itu fitnah. Iya ini memang permainan, maka harus diakhiri walaupun masih ingin meneruskan hubungan ini. Kalau ini godaan maka harus dilawan dan jika akan menimbulkan fitnah maka harus dihindari. Bayangan dia kadang masih hadir di benak saya, kadang mata ini masih mencari dimana sosoknya, saya bisa memakluminya karena semua butuh proses. Tadi malam Allah menenangkan saya lagi dengan menuntun tangan ini untuk membaca-baca tulisan dari blog yang lain dan saya temukan tulisan-tulisan yang begitu indah sebagai obatnya kutinggalkan dia demi DIA dan indahnya ikhlas. 

Allah memang sayang kepada hambaNya, terima kasih Ya Rabb Engkau tidak pernah meninggalkan di saat diri ini begitu rapuh, dan Engkau yang akan menyelesaikan segala urusan. Terima kasih Ya Rabb Engkau telah memimjamkan rasa yang begitu indah, terima kasih telah mengenalkan saya dengannya, terima kasih telah menjawab pertanyaan saya & memberikan saya lebih dari yang saya harapkan. Terima kasih bahwa di balik kehilangan Engkau menitipkan Nikmat yang begitu indah. Hari ini saya kembalikan rasa itu kepadaMu Ya Rabb...saya tidak akan memintanya lagi sampai Engkau memberikan saya yang halal. Saya kembalikan dia kepadaMu Ya Rabb, sayangi dia lebih dari Engkau menyayangi saya Ya Rabb, lindungilah dia seperti Engkau melindungi saya dan tuntunlah dia dalam setiap langkahnya. 
Amin Ya Allah..Ya Tuhan Dzat Penggenggam jiwa dan raga saya.

Kamis, 07 Oktober 2010

Mendung....

Pertama kalinya kuinjakkan kakiku disini, tak ada tujuan yang ingin kuraih selain dekat dengan orang2 yang kusayangi...Tak ada niat untuk terus melangkah lebih jauh lagi karena kutahu ini bukan duniaku. Awalnya hanya sesaat saja inginku disini hanya sebagai batu loncatan tuk mendapat yang lain yang sesuai dengan jiwaku tentu saja sabagai pemain di belakang layar. Tapi tanpa kuduga angin membawaku semakin jauh di jalan ini, padahal sama sekali tak ada niat dan keinginan untuk terus jauh melangkah sama sekali TIDAK TAK INGIN. Sebenarnya apa yang telah aku perbuat sampai aku menjadi seperti ini?? aku sama sekali tak merasa berbuat apa2 tapi kenapa mereka justru menarikku ke jalannya? menuntutku untuk terus berlari.

Apa krn aku selalu diam & terlihat tenang? apa karena aku tak banyak bicara? padahal apa yang terlihat belum tentu itu yang sebenarnya. Apa aku harus tunjukkan kekesalan yang selalu kusimpan di hati? apa aku harus berkeluh kesah pada semua orang termasuk mereka agar mereka tahu apa yang kurasakan? semuanya! tentang semuanya. Kesalku, letihku, jengkelku, bahkan..tentang ketidaksetujuanku akan apa yang diterapkan. Ingin sekali berontak, ingin kuteriak mengeluarkan semua unek2 yang selalu membuat hati ini sesak tapi...percumakan?. Aku teriak dari A sampai Z juga g akan digubris kan? hanya dianggap angin lalu atau bahkan setelah kuteriak sepuasnya aku dibuang...bisa jadi & sangat mungkin.

Mulai beberapa hari yang lalu air mataku. selalu menetes karena tekanan yang tak henti2nya menerjangku seolah ingin ia remuk redamkan hati yang sekuat tenaga ku jaga agar tidak hancur berkeping2 apakah setiap hari akan seperti ini..?. Apa air mata ini akan selalu menetes karena tak sanggup menahan tekanan2? Ingin ku berbelok arah di tikungan depan dan kutemukan jalan menuju duniaku yang memang sesuai dengan jiwaku ingin kujalani hari2ku dg tenang walau itu di tempat yang sederhana sekalipun daripada hidup serba kecukupan di sangkar emas...terpenjara jiwa, pikiran & ragaku
Memang benar dimana kaki berpijak disitu, lagit dijunjung, langit yang menaungiku terlalu mendung hingga tak sebersitpun kulihat sinar matahari yang menghangatkan. Jadi aku akan mencari tempat berpijak yang langitnya mampu menaungiku dengan keteduhan yang ia miliki hingga kumampu rasakan kehangatan yang diberikan.. ehm...tak sabar kutemukan jalan itu..smg sj kumampu meraihnya amin...(Writen on 28th, October 2008 )

Uneg-uneg yang saya tulis sekitar 2 tahun yang lalu ketika adaptasi dengan lingkungan yang menurutku saat itu begitu keras ;) tapi sampai saat ini saya masih ada di sini, masih di lingkungan yang sama, masih dengan mereka, ternyata sesering apa saya ingin berlari dan berbelok, sekuat tenaga saya ingin keluar dari lingkungan ini bila Allah masih menginginkan saya di sini, maka tidak akan terjadi kan? Iya sampai saat ini Allah masih menginginkan saya tetap di tempat saya karena ingin mengajarkan saya banyak hal. Belajar untuk menjadikan lingkungan saya sebagai sekolah, tempat saya mencari ilmu sebanyak mungkin yang nantinya bisa saya gunakan di luar sana. Allah mengajarkan saya bagaimana memahami sifat dan watak teman-teman yang beraneka ragam dan bagaimana memperlakukan mereka dengan berbeda-beda sesuai sifatnya masing-masing. Belajar untuk menahan emosi ketika ada teman yang berbicara tanpa memperdulikan jika hati saya terluka karena perkataan itu, belajar untuk memaafkannya. Allah mengajarkan untuk menjadi seseorang yang kuat akan tekanan, yang tidak mudah menyerah dengan keadaan, belajar tersenyum kepada setiap orang walaupun hati saya sedang sakit. Banyak hal yang Allah ajarkan selama lebih dari 2 tahun 7 bulan ini, ehm...tidak terasa bisa bertahan sampai selama ini :) 

Ketika saya mulai mengeluhkan rutinitas saya, ketika saya seakan tidak kuat lagi dengan semua ini, Allah mengingatkan saya melalui ibu saya, ibunda tercinta saya yang selalu ada untuk saya. "Bukankah di luar sana masih banyak yang tidak bisa menikmati apa yang kamu dapatkan saat ini? tidak bisakah kau melihat bahwa masih banyak yang sulit mendapatkan pekerjaan, masih banyak yang kerjanya di lapangan, harus menguras tenaga, kesana kemari di siang yang matahari pas di atas kepala, belum lagi ketika mereka harus kehujanan?, tidak bisakah dirimu merasa lebih baik, padahal di luar sana masih banyak yang pendapatannya lebih kecil darimu?, bahkan jauh lebih kecil? dan lihatlah dirimu sekarang, kamu setiap hari bekerja di ruangan yang ber-AC, yang tidak merasakan panas & kehujanan, cukup duduk manis di depan komputer dan menggunakan pikiranmu untuk menyelesaikan tugas-tugasmu, pendapatkan yang setiap bulan kamu terima juga lebih dari cukup bisa untuk memenuhi kebutuhanmu, bisa untuk membantu ayah & ibu, bisa menabung, masih bisa bersenang-senang untuk sekedar me-refresh pikiranmu yang mulai penat. Tidak cukupkah semua nikmat yang kamu terima? Allah memberimu begitu banyak nikmat tetapi kenapa tidak bisa kamu syukuri? maag kamu juga sekarang tidak pernah kambuh lagi, sakit kepalamu juga tidak pernah kamu keluhkan, apa tidak cukup nduk?"

Hems...
Panjang kali lebar kali tinggi ibu saya membeberkan semua itu pada saya, membuka mata saya, menghilangkan emosi saya dan membuat saya malu dengan Allah, membuat saya takut jika nanti Allah marah kepada saya karena saya lupa untuk bersyukur, karena saya terlalu disibukkan memikirkan apa yang tidak saya dapatkan dan apa yang tidak saya miliki. Saya takut jika Pemilik Semua yang ada di langit dan di bumi menghentikan semua nikmatNya dari diri saya, dan tidak ingin lagi dekat dengan saya, tidak ingin mendengar saya curhat lagi, melindungi saya, menyayangi saya, saya takut jika Pemilik Jiwa ini tidak ingin mengenal saya lagi. Jangan tinggalkan saya sendiri Ya Allah Amin Allahumma Amin...

"Belajarlah bersyukur dari hal-hal yang kecil karena yang besar itu sesungguhnya berasal dari yang kecil"
Nasehat ini yang selalu saya tanamkan di hati saya, sebagai pengingat saat ego ini mulai mengajak bermain-main, ketika setan mulai membisikkan rayuannya.


Sabtu, 02 Oktober 2010

Indahnya Kebersamaan...


Harta yang paling berharga adalah keluarga bukan?
Iya, keluarga adalah harta yang paling berharga yang saya miliki. Keluargalah yang selalu menerima saya dengan apa adanya saya, yang bisa menerima semua kekurangan yang melekat pada diri saya, yang selalu mendukung di setiap langkah saya, yang bisa mengingatkan ketika saya lalai, yang tidak ragu untuk menegur ketika saya salah melakukan kesalahan dan dari merekalah doa-doa terbaik selalu mengiringi hidup saya.

Dan saat yang paling membahagiakan adalah ketika semua anggota keluarga bisa mengumpul bersama, saling bertukar cerita tentang hari-hari saat kami berpisah, tentang kesibukan masing-masing, tentang rencana-rencana yang ingin dilakukan, tentang ini dan tentang itu ehm...berkumpul adalah saatnya melepas rasa rindu yang lama tertahan, saatnya bermanja-manja ria dengan ayah, ibu, paman, bibi, sepupu, saatnya bebas menjadi orang yang cerewet, yang narsis hehehe ^_^ karena di depan merekalah saya bisa menjadi diri saya seutuhnya tanpa merasa takut ada yang tidak suka dengan sikap saya, tanpa merasa was-was karena takut ada yang tersaiki dengan tingkah laku saya, ada yang tersinggung oleh perkataan saya dan sebagainya.

Tidak setiap saat keluarga besar saya bisa berkumpul dan liburan sekolah adalah waktu yang tepat untuk mengatur jadwal pertemuan dan pastinya hari yang dipilih adalah sabtu karena selain hari itu tidak ada hari libur bagi saya maklum kerjanya di dunia telekomunikasi jadi ya tidak mengenal tanggal merah, tidak mengenal libur hari besar yang saya kenal tentang libur adalah hari sabtu saja ;)
Alhamdulillah liburan sekolah kemaren bisa terlaksana acara kumpul-kumpul dan liburan bareng ke pantai tamban, salah satu pantai yang letaknya di malang selatan. Tempat yang tidak terlalu ramai tetapi cukup membuat refresh pikiran khususnya sepupu-sepupu saya yang masih kecil-kecil asyik bermain pasir dan berenang. Saya...saya lebih senang memperhatikan kegembiraan mereka dengan mengambil gambar mereka sambil menikmati pemandangan pantai siang itu.
Begitu indahnya kebersamaan hari itu, setiap wajah dihiasi senyuman, tawa dan canda walaupun terbesit rasa lelah karena rutinitas. Seperti kakak sepupu saya katakan tidak perlu nunggu kaya untuk mendapatkan BAHAGIA. Katanya seseorang sebaiknya tidak pernah menelantarkan keluarganya untuk mendahulukan bisnisnya, yup sepakat mas ;p

Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang kamu dustakan? jawabnya tidak ada. Allah telah memberi saya begitu banyak nikmat bahkan lebih dari yang saya inginkan. Keluarga besar saya yang utuh, sehat wal afiat dan saling mendukung satu sama lain adalah nikmat yang begitu indah. Alhamdulillah...Segala Puji bagi Engkau Tuhan Semesta Alam, terima kasih Ya Rabb untuk semua nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami semua, untuk nafas yang sampai detik ini masih Engkau titipkan kepada kami semua. Hamba menitipkan mereka semua kepadaMu Ya Rabb hanya Engkaulah Sebaik-baiknya Penjaga. Dekaplah kami semua dalam kasih sayangMu, tuntunlah langkah kami untuk selalu berada di koridorMu dan jangan biarkan kami semua lalai akan rasa syukur kepadaMu Amin Ya Allah...