Jumat, 31 Desember 2010

Renungan di Akhir Tahun


Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.
Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia

Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.
Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya

Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi

Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli,
Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan...

Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
  

Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.
Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.

Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia.
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu

Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

Jangan menunggu proyek, baru bekerja.
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.
Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai

Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu bisa, baru melakukan.
Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti

Seribu kata akan dikalahkan Satu Aksi Nyata!
Happy New Year 2011, semoga semakin sukses. 

...::: didapat dari email SPV di kantor :) :::...

Kamis, 30 Desember 2010

Aib Diri


Sungguh Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar
Tidak ada satupun kejadian yang luput dari sepengetahuan Allah. Apapun yang kita lakukan dalam hitungan detikpun Allah mengetahui dengan jelas, baik buruk, benar atau bohong, yang terucap maupun yang tersimpan rapat dalam hati tidak ada yang tidak diketahui oleh Allah Sang Pemilik jagad raya & segala isinya ini.  Dan Allah adalah satu-satunya pemegang kendali dalam kehidupan ini, yang Maha Berkehendak atas setiap kejadian.

Bagi Allah membalikkan bumi yang kita pijak ini sangatlah mudah jika Ia berkehendak, apalagi hanya membuka sedikit aib atau kesalahan kita di depan orang lain sungguh teramat sangat mudah sekali. Dan, jika itu terjadi apa yang bisa kita lakukan? jika Allah membuka sedikit saja aib kita di depan orang lain padahal begitu rapatnya kita menutupinya, bisakah kita  protes ke Allah? bisakah kita menghindarinya? tidak, sama sekali kita tidak bisa apa-apa.

Sungguh, tidak bisa terbayangkan sama sekali di benak saya, jika itu terjadi pada saya. Seandainya Allah membuka kesalahan-kesalahan saya pada orang lain, membeberkan aib saya, pasti saya akan menutup diri saya dari semua orang, pasti saya tidak sanggup menatap pandangan mereka kepada saya, menjawab setiap pertanyaan, menerima setiap kata-kata sumbang, mungkin mata saya akan sembab karena terlalu sering menangis, mungkin mata saya akan cekung karena sulit tidur, banyak kumungkinan yang tidak berani saya bayangkan naudzubillah min dzalik, semoga diri ini tetap terjaga.

Bukan hanya saya yang akan menerima akibat perbuatan saya, tapi orang lain akan menerima imbasnya, orang tua tercinta saya, adik-adik tersayang saya, sanak saudara saya, sahabat-sahabat saya, teman-teman dekat saya. Hem, bagaimana saya akan mempertanggungjawabkan semuanya? begitu teganyakah saya hingga membuat mereka merugi? tidak, saya tidak sanggup jika itu terjadi

Ya Allah...
hanya Engkau yang mengetahui apa yang hamba nyatakan maupun yang hamba simpan dalam hati hamba, hanya Engkau yang tahu dengan benar apa yang telah hamba lakukan dalam setiap detak hamba menghembuskan nafas hamba,
hamba mohon Ya Allah lindungilah hamba dari segala fitnah atas diri hamba, tutupilah aib-aib hamba Ya Rabb janganlah Engkau biarkan seorangpun mengetahuinya cukup hamba dan Engkau yang tahu
Amin Allahumma Amin...


Rabu, 29 Desember 2010

So Sorry...


Setiap orang berhak untuk menilai kita dari kaca mata mereka masing-masing. Yup, mereka punya hak sepenuhnya untuk menilai kita seperti apa dan kita tidak berhak untuk protes :). Tidak selamanya mereka menilai kita dengan sempurna yang didalamnya hanya kebaikan-kebaikan tentang kita, tak jarang di mata mereka kita adalah orang yang jelek, yang tidak punya perasaan yang tidak bisa mengerti sekitarnya bahkan dilihat dari kacamata mereka kita jauh dari yang namanya baik. Dan apa yang bisa kita lakukan saat mereka menilai kita tidak sesuai dengan penilaian kita terhadap diri kita sendiri? mau protes ke mereka? menyalakan mereka karena menilai kita jelek? teriak? mengatakan bahwa kita tidak seperti yang mereka katakan? hem...bisa saja sih tapi apa iya mereka bisa dengan mudah menerima penjelasan dari kita? atau sebaliknya kita akan berbalik menilai mereka yang tidak baik? janganlah ya kalau sampai membalikkan penilaian seperti itu. Belajar untuk tidak menyalahkan orang lain dan belajar untuk mengenal diri kita lebih dekat lagi :)

Itulah yang saat ini sedang saya pelajari, belajar untuk tidak menyalahkan orang lain ketika penilaian mereka tentang saya tidak sesuai dengan penilaian saya. Hem, tidak mudah memang tapi yah learning by doing :). Kalau selama ini teman-teman saya menganggap saya pendiam, baik hati, tidak sombong, ramah dan murah senyum saya pasti bisa menerima itu dengan hati terbuka selebar-lebarnya [hehehe.. lebay.com]. Tapi ketika ada satu saja dari mereka yang mengatakan bahwa saya adalah perempuan yang tidak punya perasaan, seketika hati ini sakit rasanya. Hati ini seakan protes "saya? ga' punya perasaan? kamu tidak berhak men-judge saya tidak punya perasaan, kamu tidak tahukan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa sampai saya melakukan itu, kenapa saya melakukan itu?" ingin sebenarnya meneriakkan kalimat itu tapi sekali lagi itu hak mereka untuk menilai saya seperti apa, karena mereka hanya melihat hasil bukan proses, melihat apa yang sudah saya lakukan, mereka tidak tahu dibalik apa yang saya lakukan itu.

Seperti beberapa hari yang lalu, saya mendapat sms yang isinya cukup membuat saya sesenggukan karena tidak mampu menahan air mata saya. "Berjilbab kok ga' tau malu.." Ya Allah... kalimat itu sangat menusuk di hati, berjilbab tapi tidak tahu malu hiks.. :( padahal sekalipun bertemu dengan si pengirim sms saya tidak pernah, bagaimana bisa dia mengatakan itu? ya sudahlah mungkin inilah cara Allah menegur saya ketika saya melakukan kesalahan tanpa saya sadari atau sadari tetapi tidak saya akui. Kalau dia bisa menuliskan kalimat itu berarti ada sikap atau tingkah laku saya yang membuat dia jengkel, yang melukai dia sehingga dia mengatakan itu. Itu sama sekali bukan salah dia, saya yang salah tidak menjaga tingkah laku saya hingga kalimat menyakitkan itu tertuju pada saya. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita terima bukan begitu? dan kalau sms seperti itu yang saya terima berarti saya telah menanam hal yang tidak baik sehingga berbuah pahit seperti itu.

Kepada dia yang mengirim sms itu untuk saya, saya minta maaf atas semua tingkah laku saya yang begitu menyakitkanmu, yang tidak sesuai denganmu sehingga membuatmu menuliskan kalimat yang menyakitkan itu untuk saya, maaf bila karena saya membuatmu menjadi seseorang yang berkata seperti itu. Terima kasih, terima kasih telah mengingatkan saya dengan smsmu, terima kasih telah membuat saja bisa melihat kembali ke dalam diri saya, membuat saja belajar mengenal diri ini dan memperbaiki sifat & apa-apa yang buruk dari dalam diri saya.

Kepada jilbab saya, yang selalu menjaga diri ini, yang meneguhkan langkah ini. Yang selalu menjadi pengingat saat saya mulai keluar dari jalur yang benar, saya minta maaf :( maafkan saya karena saya mebuatmu terhina, karena saya dirimu mendapat cemooh. Saya janji sms itu adalah yang pertama dan yang terakhir yang mencoreng nama baikmu. Saya akan berusaha menjadikan diri ini secantik dirimu dengan akhlak saya yang dari ke hari akan saya perbaiki.

"Ya Rabb.. Ya Tuhanku.. Kuatkan langkah ini untuk selalu melangkah dalam kebaikan, untuk tidak menanamkan benih yang menyakitkan, untuk tidak menburkan kejelekan dan tidak melukai hati siapapun. Jadikanlah setiap perbuatan saya adalah kebaikan yang bermanfaat untuk sekitar hamba,  jadikanlah hambaMu yang tidak merugi Ya Rabb, Amin Allahumma Amin..."



Rabu, 22 Desember 2010

Bawalah Cintaku...

Sumpah tak ada lagi
Kesempatanku untuk bisa bersamamu
Kini ku tahu bagaimana cara ku
Untuk dapat trus denganmu

Bawalah pergi cintaku
Ajak ke mana pun kau mau
Jadikan temanmu
Temanmu paling kau cinta

Di sini ku pun begitu
Terus cintaimu di hidupku
Di dalam hatiku
Sampai waktu yang pertemukan
Kita nanti

by Afgan

Kamis, 16 Desember 2010

Penguat Diri...

Orang beriman selalu punya cara sendiri untuk menata hatinya 
Meski berlawanan dengan apa yang diterima dalam kehidupan..
Saat mendapat musibah, air matanya menetes tapi hatinya terilhami untuk yakin
Bahwa apa yang diberikan Allah padanya pasti yang terbaik baginya
Fisiknya mungkin lelah, pikirannya mungkin penat tapi tidak dengan hatinya
Hati yang terus yakin bila ia diuji Allah sebagai tanda bahwa Allah masih sayang padanya
Amin Ya Allah..

[makasih buat yang telah mengirimnya untuk menguatkan hati & iman ini :)]

Kamis, 09 Desember 2010

Hikmah Pagi

Pagi tadi dapat forward-an message dari seorang teman di YM
Untuk pengingat diri sendiri saja :)

Dari Rumah Zakat: Hikmah Pagi..
Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda : 
---------
“Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a.”
(HR Turmudzi dan Hakim)

Selasa, 07 Desember 2010

Big Thanks...

Kali ini saya ingin menceritakan tentang sahabat saya, saudara bagi saya. Seorang wanita berkulit putih, cantik, lembut dan baik hati. Dia yang menemani saya sejak duduk di bangku kuliah semester 2, dia adalah teman sekamar saya waktu masih ngekost, dia tempat saya berbagi cerita, mempercayakan rahasia kecil dalam hidup saya yang tidak bisa dengan leluasa kuceritakan dengan yang lain, padanyalah rahasia saya kuungkap. Dialah Dewiana Siti Filistine, nama yang indah bukan? iya seindah orangnya :)

Sudah lebih dari 3 tahun, saya tidak pernah bertemu muka dengannya hanya via telfon, sms, ym, email dan sesekali fb kami bertukar cerita tentang hari-hari kami, tentang cita-cita dan tentang kabarnya hati kami. Seperti pepatah bilang jauh di mata dekat di hati, hem..begitulah kami sekalipun dia jauh di bogor sana saya di surabaya tetapi jarak itu rasanya tidak pernah menjauhkan hati kami. Dia masih saja mengerti bagaimana saya dan saya harap saya juga masih bisa memahami bagaimana dirinya.
Dew...kangen...hehehe
Dew adalah nama panggilan sayangku untuknya. Sekarang dia semakin cantik saja dengan jilbab yang dikenakannya, dia semakin mempesona dengan iman yang semakin hari semakin dia pegang teguh. Cintanya pada RabbNya semakin besar aahh.. itu juga yang membuat saya cemburu padanya. Kangen dengan celotehnya, dengan jemarinya yang selalu memainkan rambutnya saat dia menjelang tidur, kangen saat dia menasehati saya.

Makasih ya dew...
Makasih dah menjadi saudara saya, menjadi kakak, menjadi sahabat selama 8 tahun ini semoga untuk selamanya. Makasih kamu selalu mengingatkan ketika saya melakukan kesalahan, yang cerewet jika saya mulai bandel :) makasih juga kamu ga' pernah bosan mendengarkan cerita saya yang itu-itu saja, kisah yang mungkin dah puluhan kali saya utarakan dengan bahasa yang sama hehehe...Big thanks dew, thanks a lot for everything yak.

Ya Rabb...
Dimanapun saudara yang cantik ini berada, jangan pernah meninggalkan dia sedikitpun Ya Rabb..dekaplah dia selalu Ya Rabb...hapuslah semua sedihnya gantilah dengan senyuman terindahnya. Mudahkanlah setiap urusannya Amin...

Uhibbuki fillah dew... :)
baik2 ya disana, miz u

Senin, 06 Desember 2010

Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1432H


Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1432H
Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rohim...
Karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk sesalu teguh di sepanjang perjalanan meniti ruas jalanMu
Semoga di tahun ini semuanya akan lebih baik dari tahun kemarin, semoga diri ini mampu menjadi insan yang selalu berbenah diri, menjadi manusia yang lebih bermanfaat, tidak menjadi hambaNya yang merugi, semoga semua dosa-dosa & segala khilaf yang tertoleh di tahun kemaren dibukakan pintu ampunan yang selebar-lebarnya. Amin Allahumma Amin

Doa Akhir Tahun
Dengan doa ini kita memohon ketika kita akan mengakhiri perjalanan tahun yang akan ditinggalkan ini akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. atas perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya, dan apabila dalam tahun yang akan ditinggalkannya itu ada perbuatan-perbuatan yang diridhai oleh Allah Swt yang kita kerjakan, maka mohonlah agar amal shaleh tersebut diterima oleh Allah Swt.
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubati wa da'autani ilattaubati minhu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha' rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.

Doa Awal Tahun
Dengan doa ini kita sebagai Mu'min memohon kepada Allah Swt. agar dalam memasuki tahun baru ini kita dapat meningkatkan amal kebajikan dan ketaqwaan.

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni
ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.

Sumber :
[http://www.jafarsoddik.com/doa/12/Doa-akhir-tahun-dan-awal-tahun-baru-Islam-Hijriyah]

Selasa, 30 November 2010

Indahnya Kehilangan

Whats…??? Indahnya kehilangan??? Apa ga’ salah tulis tuh? Atau lagi ga’ sadar yang nulis? Hehehe…
Engga’ kok, itu tidak salah tulis kok, yang nulis juga dalam keadaan sadar sesadar-sadarnya hehehe. Memang sih selama ini yang namanya kehilangan itu pasti pahit kaya’ obat rasanya, pasti buat hati sakit, kecewa, sebel dan ujung-ujungnya nangis, marah-marah bahkan kadang kita protes ke Allah? Iya ato iya? Hayu.. jawab.. pasti jawabnya iya ngaku.. hehehe Coba dech sekarang kita liat definisi kehilangan versi mereka yang di luar sana, bukan versi kita.

Kemaren waktu maksi bareng ma temen yang menjadi relawan untuk korban bencana alam merapi. Satu minggu dia di sana dan tahu apa yang dia ceritakan pada saya? Sungguh menakjubkan apa yang dia ceritakan, sungguh banyak pelajaran yang didapat di sana. “seandainya kau ada disana alia.. pasti kau akan menangis melihat seperti apa sleman dan orang-orang korban meletusnya merapi itu” tak ayal pikiran saya langsung melayang ke tepat pangungsian itu, terlintas di benak saya seperti apa kota yang bernama sleman yang sekarang sudah rata dengan tanah yang warnanya tidak lagi coklat melainkan abu-abu, tidak ada kehidupan sama sekali kecuali sebatang pohon kelapa yang sudah layu pastinya, yang lebih pantas disebut padang pasir bukan daratan. Itu masih kotanya yang sudah tidak berpenghuni, bagaimana dengan penduduknya? Seolah teman saya bisa membaca pertanyaan dalam hati sayadia bercerita lagi “dan tahukah kau alia.. ketika sampai di tempat penampungan, lebih dari 5.000 pengungsi dari anak kecil sampai lansia yang tidak sedikit dari mereka terpisah dari sanak saudaranya. Bisa kau bayangkan alia, bagaimana seandainya kita yang ada disana sendiri tanpa ibu, ayah, adik kakak bahkan kekasih yang biasanya ada menemani kita tidak ada disana?” ada desiran halus menggelayut dalam hati saya tenggorokan saya sesaat seperti ada yang menyekik, iya bagaimana seandainya saya adalah salah satu dari para korban itu, I can’t imagine it!. “hanya teko tempat membuat teh ini mas yang sempat saya selamatkan itupun karena saat merapi meletus saya sedang minum teh” begitu jawab sang bapak ketika teman saya bertanya apa yang sempat terselamatkan dari bencana itu, ketika ditanya barang berharga yang bapak itu bawa ke tempat pengungsian, beliau menjawab dengan tenang tak ada nada sedih sedikitpun dijelaskan bahwa tidak ada satupun yang terselamatkan kecuali teko dan baju yang melekat di badannya itu. Papar teman saya membuat semakin tercekat rasanya tenggorokan saya, bagaimana bisa mereka setegar itu dalam keadaan kehilangan semua yang mereka miliki termasuk rumah & harta yang telah mereka kumpulkan dengan susah payah, dengan cucuran keringat, dengan banting tulang setiap hari. “Ya Allah…” hanya itu yang keluar dari mulut saya menanggapi cerita teman saya tentang mereka.

Ternyata tidak sampai disitu ceritanya “yang membuatku merasa kecil dan merasa bukan apa-apa ketika ada seorang nenek berkata padaku alia, beliau menuturkan kalau bicara sedih pasti pastilah sedih mas, tapi semua kan datangnya dari Gusti Allah, dan kembali ke Gusti Allah, nanti juga akan diberikan lagi gantinya jadi buat apa susah mas selama masih bisa tersenyum ya kita senyum Alhamdulillah mas Allah masih memberikan kesempatan untuk hidup” saya dapati suara teman saya mulai gemetar, raut wajahnya begitu sendu begitu juga dengan saya, rasanya ingin kutumpahkan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata saya. Lagi-lagi saya hanya mampu menimpalinya dengan kata “Ya Allah..” entahlah saya yang biasanya cerewet tiba-tiba speechless. Dalam hati tiba-tiba ada yang ikut nimbrung dalam pembicaraan saya dengan teman saya itu, hati saya tak henti-hentinya bersyukur atas apa yang saya miliki sampai saat ini, semuanya sekecil apapun yang saya miliki yang kadang terlupa untuk saya syukuri atas keluarga, teman, pekerjaan, bahkan atas helaan nafas yang masih bisa saya rasakan sampai detik ini.

See…
Bagaimana definisi kehilangan versi mereka lain dengan kita yang hanya kehilangan uang ribuan rupiah, sebuah hape atau kehilangan pacar yang kita sayangi. Mereka kehilangan semuanya sobat, tidak tersisa satupun, hanya pakaian yang melekat pada tubuh mereka dan pastinya bukan pakaian yang bersih, wangi dan bagus seperti yang kita miliki sobat…yang mereka pakai sudah usang.
Bagaimana mereka masih mampu tersenyum dan ikhlas menerima kehilangan demi kehilangan yang menimpa mereka. Bagaimana dalam keadaan tanpa sanak saudara mereka mampu berkata bahwa semua adalah milik Allah dan akan kembali kepadaNya. Tidak ada amarah dan protes seperti apa yang sering kita lakukan. Begitulah indahnya kehilangan bagi mereka, kehilangan yang menyisakan syukur atas nafas yang masih mereka rasakan, syukur atas mata yang bisa melihat dunia, telinga yang masih bisa digunakan untuk mendengar celoteh anak dan cucu mereka, atas tangan kaki dan semua anggota badan yang mereka miliki. Indah bukan? Ketika kita mampu melihat kehilangan dari sisi yang lain, memaknai kehilangan dengan syukur atas apa yang kita miliki dan apa masih kita miliki sampai saat ini.

Minggu, 28 November 2010

Surat Sayang Untuk Kakakku...


Kak…
Taukah kau apa yang selama ini ada di hatiku? Taukah dirimu rasa yang selalu kusimpan rapat-rapat berharap kau tidak pernah mengetahuinya? Bahkan aku berharap kau tidak pernah mampu menduganya dan bertanya-tanya sedikitpun.

Hem…
Anyway…
Ketika aku bersamamu, ingin rasanya waktu berjalan dengan lambat hingga aku bisa bersamamu sedikit lebih lama, iya aku ingin bersamamu lebih lama lagi. Tapi, setiap di dekatmu entah mengapa waktu seakan berjalan lebih cepat dari biasanya seolah ia cemburu aku berlama-lama denganmu hehehe…

Ketika kau menatap mataku, kau membuatku salah tingkah. Kalau agak lama kau memandangku dalam hatiku selalu bertanya apa yang sedang ada di pikiranmu saat itu, apa yang ingin kau temukan dariku. Karena itu aku tak mampu membalas tatapanmu lama-lama, karena itu kenapa setiap kau menatapku aku selalu memalingkan wajahku. Aku tidak berani beradu mata denganmu karena aku pasti kalah, aku tidak ingin kau membaca apa yang sedang kurasakan saat itu. Tapi aku bahagia ketika mendapatimu sedang memandangku, menatap mataku hems :)

Kakakq…
Sadarkah dirimu? bahwa aku sering memandangmu ketika kau alihkan pandanganmu dariku? aku senang memandang wajahmu, aku memandangmu lekat-lekat berharap aku mampu merekamnya dalam ingatanku hingga kecil kemungkinan untuk terlupa akan raut wajahmu kecuali kalau memang Sang Pemilik ingatan itu memintanya kembali :)
Berbincang denganmu membuatku lupa waktu, aku menikmati setiap cerita yang kau tuturkan, selalu saja yang keluar dari mulutmu adalah hal-hal yang baik, aku seperti disodori es teh manis segelas gede saat dehedrasi tinggi ketika kau mulai berbicara tentang Ilmunya Allah. Iya sadarkah kamu kak, kalau kau seperti gudang ilmu untukku, sekolah bagiku.

Tapi kutahu tak selamanya kau akan bersamaku karena memang kau punya kehidupan sendiri tanpaku tentunya. Yup, kehidupan yang di dalamnya sama sekali tidak ada hadirku, bahkan bayanganku pun tak boleh hadir menyertaimu. Hanya sampai disini saja waktumu yang Dia berikan untuk menemaniku, singkat dalam hitunganku tapi tidak denganNya bagiNya ini sudah lebih dari cukup untukku. Kukira bisa lebih lama lagi bersamamu tetapi ternyata tidak ya kak, ternyata sampai disini saja baiklah kalau begitu. Bisa bersamamu adalah nikmat tersendiri yang telah Allah berikan dalam catatan perjalananku menapaki ruas jalanNya.

Tidak ada satu kejadianpun yang Allah tetapkan tanpa maksud dan tujuan, ya kan kak? Begitu juga kenapa Allah menghadirkanmu di sebagian hariku. Darimu Allah ingin mengajarkan aku banyak hal, banyak banget bahkan sama sekali tidak pernah terbesit dalam benakku aku akan mengalami semua ini. Teguran yang sangat halus dari Allah untuk memanggilku kembali kepadaNya disampaikan melalui dirimu setelah sekian lama diri ini bersenang-senang dengan dunia yang kubuat sendiri, dunia yang hampa walaupun tak terlihat seperti itu di luarnya. Allah ingin hambaNya yang satu ini menjadi sosok yang lebih baik lagi, menjadi lebih kuat, lebih cantik di MataNya :). Dengan sakit yang kadang menggores hati, dengan tangis yang tak jarang membuat sesak di tenggorokanku, dengan kecewa, dengan senyum dan tawa, dengan semua itulah Allah mendewasakan diri ini untuk menjadi lebih tegar dari sebelumnya. Dan semuanya dititipkanNya padamu, seseorang yang aku kagumi, sosok sepertimulah yang aku harapkan menjadi imamku tidak hanya dalam sholatku tapi juga dalam kehidupanku, dunia dan akhiratku. Sekali lagi, sosok sepertimu kak tidak berarti itu kamu ;p

Terima kasih Ya Rabb…
Terima kasih telah Engkau hadirkan di 1 episode hidupku seseorang yang mampu menjadi sahabat & kakak bagiku
Terima kasih telah Engkau Ijinkan diri ini mengenalnya lebih dekat sampai hati ini berharap lebih dari yang seharusnya
Terima kasih telah mengajarkan rasa syukur atas apa yang tidak kumiliki, mengajarkan untuk tidak berharap atas apa yang bukan hakku
Terima kasih diantara rasa kecewa tidak setetespun air mata Engkau ijinkan menetes dari mataku, atas senyum diantara perihnya lara dalam hati ini
“Maka nikmat Tuhanmu mana yang engkau dustakan?” tidak ada Ya Rabb.. tidak ada satupun nikmatMu yang pantas kudustakan

Ya Allah…Dzat yang menggenggam jiwa dan raga ini, Sang Pemilik hati dan hidup ini
Hamba menitipkan kakak hamba padaMu Ya Rabb…
Jagalah dia di setiap helaan nafasnya lindungilah dia dalam setiap langkahnya sayangilah dia melebihi Engkau menyayangi hamba
Teguhkanlah imannya dalam agamaMu Ya Rabb, lembutkan hatinya, jadikanlah setiap kata yang keluar dari bibirnya hanyalah kebaikan saja
Sampaikanlah padanya dimanapun dia berada, ada seseorang yang selalu menghadirkan dia dalam setiap doanya yaitu adiknya ini
Sampaikan pada kakak hamba Ya Rabb, disini ada yang selalu menyayanginya, seseorang yang dia panggil adik..

Makasih ya kak…
Atas semuanya, semua yang telah kau hadirkan dalam hari-hariku
Makasih untuk waktu yang engkau sisikan untukku, terima kasih telah bersedia memanggilku adik
Maaf ya kak.. jika selama ini aku selalu membuatku susah, buatmu sedih
Tolong dibukakan seluas-luasnya pintu maafmu untuk luka yang mungkin telah aku goreskan di hatimu
Hingga aku mampu meneruskan jalanku dengan tenang, tanpamu lagi pastinya ;p
Selamat meneruskan langkahmu, semoga jalanmu di depan akan lebih baik bahkan jauh lebih lagi
Aku sayang kakak..