Kamis, 21 November 2013

See U miss Lidya... :*

10 November 2013, 16.30 wib

Sudah kukatakan berulang kali jangan menangis al... no cry! tapi apa boleh dikata mata ini tak mampu membendung air yang mengambang di pelopak mata. Tes... awalnya sebutir membasahi pipi lama kelamaan diiringi sesenggukan yang berusaha kutahan tapi gagal. Setiap ucapan yang keluar dari bibirnya entahlah membuat air mataku terus bercucuran, ada rindu yang menyeruak walaupun orang itu belum beranjak. Ada rasa kehilangan meskipun aku tahu dia sebenarnya tidak pergi hanya saja dia tidak lagi ada di center (kupanggil dia bukan berarti diriku tidak menghargai sebagai atasanku tapi panggilan beliau terlalu formal dan.. kurasa dia terlalu muda untuk dipanggil beliau hehehe, maaf ye mba).

Masih ingat pertama kali interview dengan dia, pertanyaan darinya yang asal aja kujawab adalah "kalau sebel sama teman kerja atau tidak sesuai dengan hati apa yang akan dilakukan?" biar engga terlalu keliatan mikirnya langsung aja aku jawab "nulis diary". Ups.. apa? hari gini nulis diary? kan diarynya dah tutup buku al protes hatiku yang saat itu sedang menyimak setiap jawabanku. pertanyaan selanjutnya yang membuyarkan lamunanku sedetik "terus yang baca siapa?" tanpa jeda "saya sendiri" mendengar jawaban ini pasti hatiku kecicikan jungkil balik dan yang ngasih pertanyaan pasti juga menahan tawa hehehe.

Diaryku disini mba.. disini aku menumpahkan keluh kesah yang mungkin enggan atau tak mampu kuceritakan pada yang lain. Sebenernya aku ingin menuliskan ini pada saat saya yang pamit untuk tidak lagi bergabung di teammu alias resign tapi ternyata dikau duluan yang undur diri.

Panggillah dia miss lidya (nama sebenarnya), sosok pemimpin yang menyenangkan. Wanita bersuami dan juga ibu dari 3 anak ini sungguh wanita tangguh, mandiri dan menenangkan. Satu tahun satu bulan bukan waktu yang singkat kurasa untuk berbagi rasa di center tentang dia, tentang ini dan tentang itu. Banyak pelajaran yang bisa didapat darinya. Sebaik-baiknya seseorang ialah yang bermanfaat dan seperti itulah dirimu mba lid.. Satu pesan yang selalu kuingat bekerjalah dengan hati maka semuanya akan terasa lebih ringan. Yup.. sepakat bekerja dengan hati, jadikanlah kerja sebagai ibadah maka bukan lagi bagaimana penilaian manusia yang lebih kita risaukan tapi bagaimana Tuhan menilai apa yang telah kita kerjakan bukan sebatas pekerjaan tapi bentuk cinta kita akan nikmatNya. Begitu bukan ya..?

                                
See U miss lidya...
Selamat melanjutkan tugas mulianya yang kutahu itu tidak lebih mudah dari mengatur center selama ini. Selamat menjadi seorang istri yang solehah yang taat kepada suami dan seorang ibu dari 3 anak yang sedang menapaki indahnya masa kanak-kanaknya. Selamat berkarya mba lid...
Nice to know you.. miss u...

with love
  -Alia-

Jumat, 01 November 2013

..:: Catatan Alia ::.. #3


Saya paham benar tentang makna yang tersirat dalam tautan di atas. Bahwa Tuhan memiliki waktu yang pas untuk setiap hambaNya, tidak pernah terlalu cepat memberi ataupun terlambat yang kita butuhkan hanya lebih sabar dan berusaha lebih keras. Tapi, tetap saja kadang tak sabar menunggu ketok palu dari yang maha hidup. Tak jarang juga bertanya kenapa belum? kenapa tidak sekarang? akankah hari itu ada?. Ah...padahal sebagai makhluk yang penuh keterbatasan kita cukup menurut saja.

Oh Tuhan....
Maafkan saya, maaf jika mata saya masih memerah dan berair ketika Engkau memberi kesempatan pada teman saya untuk menghadirkan nyawa di rahimnya. Maafkan saya Ya Rabb... ketika hati ini merasa iri pada mereka yang perutnya buncit karena dia sedang mengandung. Maaf... jika saya merasa lelah untuk berharap bahwa bulan ini saya akan telat datang bulan.

Duh Gusti...
Jangan biarkan hambaMu ini menjadi kufur nikmat, jangan biarkan hamba kalah dengan ujianMu, kuatkanlah hamba Ya Rabb.. ikhlaskanlah hati hamba apapun keputusanMu. Lapangkanlah dada hamba ketika ada suara sumbang terdengar di telinga hamba. Jangan biarkan hamba lelah untuk berikhtiar kepadaMu, Jangan biarkan hamba berputus asa terhadap rahmatMu, Jangan biarkan hamba berburuk sangka PadaMu Ya Allah. Bukankah itu bukan satu-satunya tujuan sebuah pernikahan? andai semua orang mengerti akan hal itu (termasuk saya)

Ya Allah...
Biarkan hamba berkeluh kesah disini karena denganMu hamba bisa bersandar Ya Robbi... :')




Kamis, 31 Oktober 2013

Malam ini...

Diantara ruang yang tidak terlalu luas, udara yang mulai pengap dikarenakan asap rokok yang memenuhi ruangan dan hawa AC yang semakin menyusup jeans hingga persendirian membuat nafas ini tak lega lagi untuk bergerak bebas.

Mataku pedih dan panas..
hidungku tak mampu nenghirup lagi rasanya
Dan dada ini serasa sesak
Maksud hati ingin kututup hidung dan kudapati udara yang sedikit saja terasa layak untuk paru-paruku
Tapi... nihil! Jemariku sudah terlanjur tercemar oleh bau rokok yang menyengat

~pengap~

Jumat, 18 Oktober 2013

Ketika...


Kalau tidak bulan ini mungkin bulan depan, kalau bulan depan belum mungkin bulan berikutnya. Kalau belum juga? mungkin suatu hari nanti... kalau tak kunjung datang? mungkin Allah menggantinya dengan apa yang jauh lebih baik. Mungkin tidak didapat di dunia ini tapi di akhirat kelak.

Hidup kita adalah milik Allah. Allah yang menuliskan skenario hidup kita, DIA yang mengatur cerita, tempat, waktu dan tokohnya. DIA adalah sutradara terbaik di langit & di bumi, sedang kita.. kita hanyalah seorang pemain dimana bertanggung jawab menjadi pemain yang tidak mengecewakanNya. Kita tidak berhak memilih dimana kita akan main, kapan dan siapa saja yang nantinya menjadi tokoh dalam kisah perjalanan kita. DIA adalah penentu tunggal pun penentu akhir kisah atas hidup kita.

Ketika Allah tidak menghendaki satu tokoh hadir diantara cerita, apa yang bisa kita lakukan? kalau cerita ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan apa yang akan kita perbuat?. Apa iyah kita akan mengundurkan diri menjadi pemain? apa bisa kita memasak mengganti cerita sesuai dengan keinginan kita? - tidak teman -. Kisah kita akan terus berlanjut sesuai alur dariNya tinggal bagaimana kita memainkannya, dengan sungguh-sungguhkah? atau ala kadarnya?

Tidak perlu kita merisaukan apa yang akan terjadi jika apa yang kita inginkan tidak dapat kita miliki. Tidak perlu berkecil hati ketika sederet doa masih menggantung tak jadi nyata. Tak perlulah kita memusingkan apa kata mereka karena hidup kita sepenuhnya milik Allah, DIA yang memutuskan apa yang terjadi pada diri kita kemarin, sekarang dan besok. Tugas kita sebatas ikhtiar selebihnya serahkan padaNya. Dia adalah sebaik-baiknya pengambil keputusan.

Rejeki itu tidak akan pernah tertukar termasuk usia, jodoh dan keturunan. Allah yang maha memiliki itu semua, mintalah tapi bukan memaksa,  mintalah dengan hati yang percaya, percaya bahwa Allah maha mengabulkan doa.

"sesungguhnya Allah malu untuk menolak permintaan hambaNya yang meminta dengan penuh pengharapan"

Senin, 02 September 2013

Saya Cemburu...

Sesungguhnya saya cemburu... sangat!
Dalam diam saya berusaha menyimpan rasa cemburu saya, dalam diam saya berusaha meredam kecambuk dalam hati saya, dalam diam saya berusaha menghadang air yang berlinang di pelupuk mata saya. Dalam diam...

Saya cemburu melihat mereka berlarian mendekat pada Sang Pemilik Jiwa
Saya cemburu menyaksikan mereka merayu Sang Maha Cinta
Saya cemburu mendengarkan mereka melantunkan Kalam Ilahi dengan syahdu
Saya cemburu pada mereka yang asyik bercengkrama dengan Rabb-nya
pun ketika yang lainnya terlelap melepas lelah setelah seharian menggenggam dunia
Saya cemburu...

Oh Tuhan,
Saya cemburu melihat mereka mengejar cintaMu dengan segenap hidup mereka
Saya cemburu pada mereka yang berlomba-lomba menyatakan cintanya padaMu
dan saya?
Saya merasa bahwa diri ini tidak lebih besar dari butiran debu
Saya seperti tersingkir dari area perlombaan diantara mereka yang tampak anggun disana
Saya... rasanya hati ini terlalu kecil untuk memperlihatkan diri padaMu Ya Rabb..

Rabb...
Diri ini memang belum seindah mereka, jiwa ini juga masih belum sesuci mereka
dan hati ini...? hati ini belum sebening milik mereka Tuhan
Tapi ijinkanlah saya menyampaikan padaMu
Saya mencintaiMu Ya Allah...
Akan saya buktikan bahwa saya berada di dekapan kasih sayangMu di hari itu


Tertanda,
hamdaMu

-Alia-

Sabtu, 15 Juni 2013

Sambel Terasi




Tarik nafas dalam-dalam keluarkan berlahan, tenang dan berdoa "Ya Allah...jangan biarkan hamba mendzolimi mereka amiin" Bismillah, sebisa mungkin rileks dan yakin bahwa aku bisa walaupun.... keringat itu tidak bisa berhenti -grogi- Oh... rasanya seperti ujian praktek waktu masih duduk di bangku sekolah.

Aku mungkin eh bukan mungkin tapi pasti :p aku pasti termasuk golongan mereka yang tidak bisa masak. So, ketika harus masakin yang ada kelimpungan sendiri. Bingung mau masak apa bukan bingung karena terlalu banyak pilihan sebaliknya, bingung karena engga' ada list masakan yang muncul di otak :'( ke pasar juga bingung apa aja yang harus dibeli. Mentok yang dimasak itu kalau ga' sayur sop, sayur bening, tumis kangkung, capjay, sayur asem, cah sawi & wortel. Itupun dari 10 kali masak yang dapat nilai 8 hanya sekali dua kali, sisanya dibawah itu nilai 7 sudah sebuah prestasi buatku hehehe (kasian ya..) dan bisa ditebak apa lauknya :'p pasti antara tahu tempe goreng, ikan laut goreng kalau engga' telor goreng entah itu diceplok atau didadar (kasian bener yang jadi suaminya T.T). 

Yang paling parah bikin sambel terasi aja rasanya jauh dari namanya sambel. mungkin dari sekian kali buat yang bersahabat dengan lidah cuman 1 atau 2 kali saja :|. sisanya entah itu kurang garam,kadang kurang terasi kadang juga terlalu manis :'( Sekarang jadi agak parno kalau kudu buat sambel,masih perlu belajar lagi dan lagi dan terus. Apalagi menyajikannya pada para penikmat sambel :D

Senin, 03 Juni 2013

..: Catatan Alia :.. #2

"Kalau tujuanmu menikah adalah hanya untuk mempunyai anak, maaf mungkin aku bukan jodohmu. Tapi kalau tujuanmu adalah membina keluarga yang sakinah, mawaddah warahma yang penuh barokah mari kita lanjutkan perjalanan ini, Insya Allah aku akan menemanimu sampai sisa umurku ditutup olehNya, masih banyak di luar sana anak-anak yang membutuhkan kasih sayang kita, kita bisa mengasuh salah satu dari mereka"

Kalimat itu sungguh menohok hatiku. Ketika seorang wanita dipertanyakan kewanitaannya maka pada saat itulah ada rasa ketakutan tersendiri dalam hatinya. Seandainya aku... mungkin aku tidak akan sanggup mengatakan rangkaian kalimat-kalimat itu pada suamiku. Tak berani membayangkan apa jawaban sang suami ketika sederet kalimat itu terlontar dari mulut seorang istri.

Dia, seorang istri yang kata dokter rahimnya maskulin hingga akan sulit untuk ia bisa mengandung. Segala macam pengobatan ia coba, dari tes hormon, minum sari dele, sari kurma, vitamin E dengan dosis yang lebih tinggi dari biasanya hingga minum air bunga lima rupa semua itu dia lakukan tidak lain dan tidak bukan untuk bisa hamil dan mendapatkan momongan. Dalam kehinangan malam, diantara dinginnya angin yang menusuk tulang, ditemani air mata yang enggan berhenti doa itu dilantunkan dengan sesekali sesenggukan itu tak bisa ia tahan. Hem...bagaimanapun manusia penuh dengan keterbatasan. Ada titik dimana dia lelah untuk melakukan semuanya hingga rentetan kalimat itu keluar dengan lugasnya dari mulut yang mungkin terlalu lama memendam kata. Penantian yang panjang membuat dia tak segan untuk bertanya pada Rabbnya "kenapa ini terjadi?, mengapa harus dia yang merasakan? dosa apa hingga dia harus merasakan sakit seperti itu?" dengan sekuat tenanga ia berusaha untuk ikhlas melepas mimpi setiap wanita yang sudah menikah - menjadi seorang ibu- tapi itu jauh dari kata "mudah".

Kau tahu, justru pada saat dia berada di titik 0 (nol), Allah menanamkan benih dalam rahimnya. Janin yang tidak rewel, janin yang tumbuh dengan sehat dan terlahir menjadi anak laki-laki yang tampan, lucu dan menyenangkan.

Sekarang ketika malaikat kecil itu beranjak satu tahun dengan tingkah pola yang begitu aktif membuat dia sadar kenapa Allah membuatnya menunggu beberapa lama. Ternyata menjadi ibu itu tidaklah mudah, mendidik anak itu butuh kesabaran extra yang tidak semua ibu memilikinya. Anak yang dulunya ia dambakan, kadang membuat dia menangis karena tak sanggup mengikuti gerak lindahnya yang lebih dari anak pada umumnya. Dia menangis karena dia merasa belum bisa menjadi ibu yang baik untuk anaknya.

Dan aku...
Dari hasil tes HSG dinyatakan kalau saluran indung telorku tersumbat sebagian istilahnya partial obstruksi tuba kanan kiri yang mengakibatkan sulitnya hamil dikarenakan sperma tidak bisa masuk ke tempat seharusnya. Ketika kuajukan pertanyaan pada dokter solusi apa yang membuat penyumbatan itu hilang hingga aku bisa hamil, singkat padat jelas dokter itu menjawab - bayi tabung-. Aku masih menginginkan jawaban lain kutanya lagi alternatif yang bisa aku tempuh dokterpun menjelaskan agak panjang. "Bisa sih bu operasi, akan dimasukkan kamera untuk melihat keadaan di dalamnya seperti apa, tapi yang paling aman dilakukan adalah dengan program bayi tabung". Seketika pikiranku kosong, berharap bahwa malam itu, semua yang dikatakan dokter itu adalah mimpi. Berharap bahwa aku baik-baik saja tidak ada yang salah dengan kewanitaanku. Nyatanya itu benar-benar terjadi dan sama seperti dia aku bertanya kepada Allah Rabbku kenapa ini terjadi padaku.
Tapi nyatanya air mataku tak bisa berhenti begitu saja, itu adalah kenyataan. Dan lewatnya Allah menyapaku kembali, mengingatkanku untuk mendekat lebih dekat, untuk mengajarkan bagaimana iktiar, apa itu ikhlas dan Allah memberiku sedikit waktu lagi untuk mempersiapkan diri menjadi ibu yang baik. Bukankah kita harus selalu berprasangka baik padaNya kan?
"Sesungguhnya Aku sesuai prasangka hambaKu"

Kalau kami tidak punya anak? siapa yang akan mendoakan kami ketika kami kembali kepadaMu kelak? siapa yang akan menghapus sedikit demi sedikit dosa-dosa kami? Bukankah doa anak yang soleh solehah adalah amalan yang tidak pernah putus?
“apabila mati seseorang anak adam itu .. maka akan terhenti segala amalanya kecuali 3 perkara iaitu sedakah jariah, ilmu yang memberi guna, doa anak – anak yang soleh”
                                                              
                     "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh," (QS. Ash-Shafat:100).

Dan..
Inilah ikhtiar kami Ya Rabb.. ridhoilah
Amiin Allahumma Amiin

Rabu, 29 Mei 2013

Barokallah...


Barokallah...
Semoga sisa umur yang barokah itu untukmu... 


Kemarin, tepat 29 tahun yang lalu Allah memperkenalkan kamu dengan bumi yang sangat indah ini. 29 tahun yang lalu seorang wanita mendapat gelar "ibu", 29 tahun yang lalu wanita itu meregang nyawa sebagai taruhan demi tangisanmu yang menggetarkan hati setiap insan di ruang bersalin. Yah... sudah 29 tahun masa itu berlalu. Kini giliranmu yang menanti masa dimana akan kau sandang gelar "ibu". Aku tahu betapa kamu menginginkannya sebagai hadiah ulang tahun terindahmu tahun ini, tapi sepertinya tidak dengan Allah. Jangan berkecil hati bukan berarti Allah tidak mendengar doamu, IA hanya menunda masa itu bukan untuk menghukummu melainkan sebaliknya IA ingin kamu benar-benar siap menyandang gelar itu. Semoga gelar itu menjadi hadiah pernikahanmu tahun depan, amiin Ya Rabb. Kalau kamu bertanya hadiah apa dari Rabbmu.. banyak yang telah Allah kasih padamu, kau tahu seorang ibu yang tidak pernah melepas namamu dari daftar doa panjangnya, seorang ayah yang dengan tulus membesarkanmu dan seorang suami yang dengan setia menemanimu menghabiskan hari-harimu walaupun kamu tidak sedikit cerewet, agak sedikit childish dan tidak pandai memasak. Suamimu selalu sabar menghadapimu yang mendadak seperti anak bungsu kalau di hadapannya. Apa itu masih kurang? jangan pernah mendustakan nikmatNya yah... ^ ^

Barokallah...
Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam setiap langkahmu, memudahkan semua urusanmu, meneguhkan imanmu dan meluaskan hatimu untuk menjadi sosok yang tangguh. Semoga kamu termasuk golongan istri yang solehah, mampu menjadi ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak. Kalaupun Allah belum memberikanmu apa yang kamu inginkan, jangan lelah untuk meminta padaNya, iyah.. hanya kepadaNya. Dialah yang memiliki apa yang di bumi dan yang di langit. Syukuri apa yang engkau miliki, tidak selamanya rumput tetangga itu lebih hijau ingat itu. Bisa jadi justru orang lain melihat rumput rumahmu jauh lebih hijau dari apa yang mereka miliki.

Met milad alia... met milad aku
semoga tambah dewasa, tambah sukses dan sehat selalu (itu doa dari suami tercinta ^ ^)
Terima kasih banyak Ya Allah atas semua yang telah Engkau hadirkan dalam hidup yang hamba tahu jatah hamba sudah berkurang lagi. Bimbinglah hamba untuk menjadi yang terbaik untuk suami dan keluarga hamba Ya Rabbi. Hamba titip mereka Ya Allah jagalah mereka disetiap helaan nafasnya.

Kepadamu...
Terima kasih sayang atas semuanya, 
You are my everything :* (kaya' iklan susu bayi di tipi :p)

im with you...
~alia~


Jumat, 24 Mei 2013

Jangan Takut..





Tidak ada luka yang tidak bisa sembuh, tidak ada sakit yang tidak ada obatnya, begitu juga dengan masalah seberapa besar masalah itu tidak mungkin tanpa jalan keluar ya kan? Allah sudah menyiapkannya berpasangan, jangan pernah lupa itu. Yang kita butuhkan hanya usaha yang sedikit lebih keras, doa yang tidak pernah lelah terucap dan sebuah keyakinan bahwa Allah tidak akan pernah menelantarkan kita sedetikpun itu sudah cukup!

Jumat, 17 Mei 2013

..: Catatan Alia :.. #1


Hujan...
Entahlah dia selalu membuat hati yang gundah gulana menjadi sedikit tenang, mungkin karena airnya yang jatuh dari langit yang membuat dedaunan menjadi basah. Bisa jadi karena mendung yang selalu menemaninya, atau karena memang suasana yang ditimbulkan yang membuat semuanya terasa indah. Yang selalu kunanti ketika hujan turun adalah pelangi! walaupun ia tak selalu hadir :D

Begitu juga dengan air mata, dia memang tidak akan menyelesaikan masalah tapi dia bisa melegakan jiwa yang sesak. Ketika diri ini enggan untuk membagi kisah (sedih), ketika bibir ini enggan untuk berucap, ketika hati sudah cukup lelah untuk bertahan pada saat itulah air mata menjadi sabahat yang tanpa kita minta ia memeluk kita -hangat-

Tapi.. hujan yang begitu deras disertai suara petir menyambar-nyambar juga menakutkan, menangis yang tiada henti juga tidaklah baik. sesaat bolehlah tapi keterusan NO WAY!! Life must go on... ya kan? hidup akan tetap berjalan apapun yang terjadi. Boleh jadi malam ini hujan membasahi bumi tapi esok mentari akan menghangatkannya, menyisakan kesejukan, membuat dedaunan dengan sisa air hujan terlihat begitu mempesona. Kalau hari ini kita menghabiskan malam dengan air mata hingga mata kita sembab, sampai menghabiskan stock tissue, besok ketika fajar menyingsing, senyum kita tidak boleh kalah dengan sinar mentari yang begitu terang dan ceria :')

"Bersyukurlah kalau kita masih punya masalah, itu berarti kita masih hidup" toh Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya, melainkan Allah selalu memberi jalan keluar. Bisa jadi cobaan itu menjadikan kita lebih bijak, bisa meleburkan dosa-dosa kita. Dan Allah tidak akan pernah mendzolimi hambanya sebaliknya tidak ada yang lebih mengenal kita melainkan Pencipta kita. Ingat itu...


just remind me,
       Alia