Selasa, 15 Februari 2011

Lebih Baik Terlambat Daripada Tidak Sama Sekali


Saya kini bukanlah remaja lagi, saya sekarang menginjak dewasa hem,,,sudah dewasa kali ya hehehe :). Di usia yang sudah dewasa ini harusnya sudah banyak yang saya dapat tentang agama saya, seharusnya saya sudah bisa mengetahui & menerapkan bagaimana sholat yang benar, seharusnya saya tahu bagaimana sejarah agama tercinta saya tapi apa? saya sama sekali tidak mengetahui semua itu sejauh ini, apabila dipersentasekan mungkin masih belum bulat 1 %. Jangankan tentang agama saya, membaca Al Quran saja saya masih mengeja dari alif, ba, ta.. sungguh meruginya diri ini, sudah saya sia-siakan usia yang telah Allah berikan kepada saya mulai dari kecil, menginjak remaja, remaja, menginjak dewasa, dan kini di masa yang orang bilang sudah dewasa saya masih belum bisa membaca Surat Cinta-nya Allah dengan baik, benar dan lancar, kemana saja saya selama ini? saya buat untuk apa waktu saya selama ini? membaca Al Quran saja sampai tidak bisa... ;(

Katanya muslimah, tapi mengaji saja tidak bisa :( kalau mengaji tidak bisa bagaimana dengan hafalan surat-surat pendek saya? apakah sudah benar? bagaimana dengan doa-doa dalam setiap gerakan sholat saya? apakah sudah benar juga? saya tidak yakin ;( terus kalau bacaan di setiap sholat saja salah bagaimana dengan penilaian sholat saya yang selalu dicatat dalam buku amalan saya oleh malaikat? dihitung ibadahkah? atau hanya sebatas gerakan? jika hanya sebatas gerakan berarti tidak tercatat di buku amal saya, itu berarti pada saat saya dihisab nanti tidak ada amalan sholat yang memberatkan timbangan kebaikan saya? padahal amalan yang pertama kali dihisab itu adalah sholat, iya kan?

Bagaimana seandainya tiba-tiba Allah menutup buku saya di dunia ini? bagaimana jika seandainya tiba-tiba nafas yang Allah titipkan pada saya dimintanya kembali? bagaimana jika ruh ini dipanggil Allah untuk kembali ke padaNya? sudah siapkah saya dengan bekal yang saya punya ini?. Tidak, saya sama sekali tidak siap, ada rasa takut yang tiba-tiba ada saat membayangkannya, bisakah saya menjawab pertanyaan malaikat di ketika dalam liang lahat saya ditanya apa pegangan hidup saya? bisakah mulut ini menjawab Al Quran, sedangkan berapa kali saya membacanya saja bisa dihitung dengan jari, itupun dengan terbata-bata. Tempat pembaringan jasad saya nanti, akankah ada yang meramaikannya? adakah yang menemani saya sampai menunggu hari hisab itu datang?. Padahal yang meramaikan di dalam  liang lahat saya nantinya adalah  Al Quran yang sering dibaca saat di dunia, Al Quranlah yang akan menemani kita di dalam sana. Lalu, bagaimana dengan saya yang membaca Al Quran saja masih belum bisa? relakah saya merugi seperti itu? relakah saya ditemani oleh makhluk-makhluk yang hidup di tanah? yang hanya akan membuat saya busuk? Tidak!

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan? Saya tidak ingin ketika Allah memanggil saya kembali justru saya ketakutan, saya tidak ingin pulang dalam keadaan tidak bisa membaca kitab suci saya, saya tidak ingin Allah menutup waktu saya di dunia sebelum saya bisa khatam Quran. Saya akan mengerjakan pe er saya ini dengan segera, saya harus bisa sebelum hari itu tiba, saya harus menyelesaikan tugas saya ini dengan baik & memperbaiki hal-hal lain yang masih berantakan, sholat saya, akhlak saya, pakaian saya, semuanya. Saya ingin berpulang dengan membawa bekal yang cukup, saya ingin berpulang dengan senyuman, saya ingin kembali kepada Allah dengan hati gembira, dengan ketenangan bahwa di tempat saya beristirahat nanti ada yang menerangi pembaringan saya, ada yang menemani & meramaikannya, ada yang menerangi liang lahat saya nanti. Saya ingin timbangan saya berat di kebaikan yang memudahkan saya melewati jembatan sirotol mustaqim

Ya Rabbi...
Hamba mohon berilah hamba kemudahan untuk menyelesaikan tugas saya ini Ya Rabb, bukan sekedar tugas tapi kebutuhan masa depan saya. Kuatkanlah niat ini untuk selalu istiqomah, tuntunlah hamba untuk menutup umur saya dengan khusnul khotimah. Janganlah Engkau panggil hamba dalam keadaan saya belum bisa menbaca Al Quran dengan baik, benar & lancar Ya Rabb, jangan panggil saya sebelum saya menyempurnakan sebagian dien saya, jangan menutup buku saya sebelum saya menyelesaikan semua kewajiban dan amanah yang diberikan kepada hamba, sebelum saya menyelesaikan semua urusan saya di duniaMu ini Ya Rabb, Amin Allahumma Amin... 

Indahnya Persaudaraan


*Nomer 1 : Thank and link to the person who awarded me this award.*
Setelah cuti 3 hari dan tidak membuka blog sama sekali, pagi ini kucek ada 1 komentar yang perlu dimoderasi dari seseorang yang seperti saudara, seorang adik bagi saya, seseorang yang kukenal dari blognya mba Rindu, seorang muslimah yang pintar dengan segudang prestasi, yang tegar saat harus melepas apa yang dia miliki lebih tepatnya dipinjamkan oleh Allah kepadanya, seseorang yang begitu teguh mewujudkan cita-citanya dialah Indah Makasih Indah sayang atas awardnya ya...

*Nomer 2 : Share 8 things about myself.*
Hem berbicara tentang diri saya, sepertinya tidak ada yang spesial semuanya biasa-biasa saja tetapi saya sangat bersyukur menjadi saya - alia -
1. Nama saya alia hehehe sudah tahu ya, alia diambil dari nama tengah saya, saya adalah anak pertama dari 4 bersaudara, adik saya yang pertama & kedua kembar lelaki yang bunggu perempuan

2. Saya bersyukur kepada Allah yang telah menempatkan saya di keluarga yang cukup hangat menurut saya, ayah & ibu saya yang tidak berhenti memberi perhatian kepada saya walaupun usia saya tidaklah remaja lagi sampai terkesan saya anak mama karena apa saja yang terjadi pada diri saya ibu saya pasti mengetahuinya & keputusan tentang apapun juga pasti diambil setelah meminta masukan & persetujuan dari beliau :)

3. Menjadi anak pertama menuntut saya untuk selalu memperbaiki diri & menjadi teladan bagi adik-adik saya, masih lekat di ingatan saya bagaimana dulu saat beranjak dewasa ibu saya berkata kepada saya "jadilah cermin yang bagus untuk adik-adikmu karena adik-adikmu akan melihat & mencontoh bagaimana dirimu menjalani hidupmu"

4. Saya suka membaca, membaca yang ringan-ringan tapi :). Ada 1 pemberian dari seseorang yang spesial di hati saya judulnya Durratun Nasihin, terjemahannya sih, tebel banget kitabnya, ini adalah koleksi buku saya yang paling tebal, isinya penuh dengan tuntutan bagi saya untuk memperbaiki iman & diri saya. Mungkin dia memberikan itu pada saya sebagai teguran halus supaya saya bisa menjadi lebih baik hehehe... Makasih ya masku :)

5. Untuk makanan kesukaan saya suka sekali sama yang namanya cap jay, roti boy, sundae :). Sahabat-sahabat saya sudah kenal banget itu, kalau membelikan saya makanan pasti cap jay, kalau jalan-jalan dibeliin roti boy dan kalau ke Mc D pesanannya pasti sundae blueberry ato strowberry hehehehe

6. Petama kali kenal ma dunia blog dari blognya mba Rindu menjadi pembaca setianya dari postingan-postingan yang sangat saya kagumi, penuh dengan hikmah, saya betah berlama-lama di kebun hikmahnya mba Rindu dan berani menulis & membuat blog setelah kenal Indah, dia yang memberi saya semangat untuk menulis. Tapi sampai sekarang masih belum pinter nulis, masih belum bisa menuliskan sesuatu yang bermanfaat isinya banyakan curcol :)


7. Kalau berbicara tentang cita-cita saya sekarang, saya ingin kelak menjadi istri & ibu yang baik untuk suami & anak-anak saya, kelak. Menjadi seorang istri yang menyiapkan perlengkapan suami saya sebelum ia berangkat kerja, menyiapkan kebutuhan anak-anak saya sebelum mereka mengawali aktivitasnya, menyiapkan sarapan untuk mereka. Saya ingin menjadi istri yang bisa menjadi ladang ibadah bagi suami saya, menjadi penyempurna sebagian dien suami saya, saya ingin menjadi madrasah bagi anak-anak saya, tempat pertama mereka untuk bercerita & bertanya. Semoga Allah meridhoinya Amin :)


8. Ehm...tentang saya apalagi ya...ehm tenpat yang paling saya sukai adalah pantai, saya senang dengan biru lautnya yang menyatu dengan langit, saya suka pasir putihnya, saya suka deburan ombaknya, saya suka semua tentang pantai. Saya betah duduk di pinggir pantai melihat luasnya hamparan birunya laut dengan garis pemisah dengan birunya langit, indah di mata saya :)


*Nomer 3 : Pay it forward to 8 bloggers.*
Dan selanjutnya, award ini saya teruskan kepada yang selalu menjadi inspirasi bagi, menjadi pengingat  bagi saya dari tulisan-tulisannya yang penuh hikmah
1. Yang pertama untuk mba Rindu sosok muslimah idola saya, yang tulisan-tulisannya penuh dengan hikmah & selalu saya tunggu
2. Kedua untuk yang telah bersedia menganggap saya kakak, Indah
3. Ketiga untuk mba aninta yang dari salah satu tulisannya pernah menguatkan saya, & novelnya selalu saya tunggu
4. Keempat untuk mba windy yang kisahnya hampir sama dengan yang saya alami saat itu
5. Kelima untuk mas andri kakak sepupu saya
6. Keeman untuk audy adik sepupu saya
7. Ketujuh untuk mba tami kakak sepupu saya yang beranjak remaja
8. Terakhir untuk om dian yang kalau saya nikah akan menyiapkan semuanya hehehe


*Nomer 4 : Contact those blogger and tell them about their awards.*
Saatnya berkunjung ke rumah mereka untuk bersilatuhrahmi & memberikan tanda persaudaraan ini, semoga berkenan bagi yang menerima, Amin

Senin, 07 Februari 2011

Jika

Jika..
Jika dengan kehilangan membuat saya semakin dekat denganNya saya ikhlas, Insya Allah
Jika dengan tidak bisa memiliki apa yang saya inginkan membuat saya kembali padaNya saya ikhlas, Insya Allah
Jika dengan tangis membuat saya datang padaNya saya ikhlas, Insya Allah
Jika semua itu membuat saya berlari mencariNya, sungguh saya akan lebih bahagia daripada mendapat kesenangan sesaat yang membuat saya lalai kepadaNya walau hanya sekedar mengingatNya
Jika dengan apa-apa yang mengandung kesedihan di mata kita manusia bisa membuat saya lebih berarti di Mata Allah saya akan ikhlas menjalaninya Insya Allah, semua untuk mendapatkan RidhoNya dan saya bisa naik kelas di SekolahNya

Sungguh...
Tidak ingin saya menjadi orang yang merugi, tidak ingin dengan kehilangan, tidak bisa memiliki, tangis dan segala pernak pernik kesedihan membuat saya semakin jauh dariNya. Tidak ingin semua itu membuat saya lupa akan diriNya bahkan sampai membuat saya marah padaNya, Tidak..Tidak ingin sama sekali
Semoga saya mampu memetik hikmah di setiap rasa yang Allah berikan kepada saya, semoga saya bisa lulus ujian dan bisa naik kelas dengan nilai yang memuaskan di SekolahNya
Amin Ya Rabb...



Wanita Cantik Itu..


Wanita cantik itu:
Tetap tertawa walau sebenarnya ia ingin menangis
Tetap tersenyum walau sebenarnya ia kecewa
Tetap kuat walau sebenarnya ia sudah tidak sanggup lagi
Tetap semangat walau tertekan oleh masalah
Yang terpenting:
Tetap sabar dan memandang segalanya baik-baik saja walau ia sebenarnya sudah terluka

Sudah jadi wanita cantikkah saya? :)


(gambar minta dari google, tulisannya dari sms mba emma makasih mba emma..)

Kamis, 03 Februari 2011

Berlalu Sudah 35 Bulanku


"Selamat pagi.." itulah kalimat pertama yang keluar dari bibir saya dengan seutas senyum ketika pertama kali bertemu. Masih lekat dalam ingatan saya sosok muda tegap, gagah dan tampan menghadap monitor laptop dengan kaos casual hijau tentara dan celana jins biru tua itu menjabat tangan saya erat setelah saya mengucap salam dan masuk ke dalam ruangan, dari logatnya yang khas di telinga saya yang asli jawa timur kentara sekali beliau orang jakarta. "Apa kabar? kenalkan nama saya Fedi" cara beliau memperkenalkan diri dan bertanya membuat saya seperti tidak sedang diwawancarai oleh seorang supervisor, spontan saja saya selama wawancara saya memanggil beliau dengan sapaan "mas" bukan "bapak" hehehe...habisnya terlihat banget masih muda hanya selisih 3 tahun dengan saya :). Yup begitulah 35 bulan yang lalu saya pertama kali bertemu beliau.

35 bulan bukanlah waktu yang singkat dalam perjalanan sebuah karier, beliaulah yang istilahnya babat alas di sini di tempat kerja saya, beliau yang memulai dari 0, mendidik kami "anak-anaknya" dengan didikan yang keras kadang, dengan peraturan-peraturan yang kadang juga tidak masuk di awal kami kejam!! itu yang dulu sering kamu tuduhkan ke beliau, tidak secara langsung di hadapan beliau sih hehehe tapi dibalik cara beliau mendidik kami, membuat kami lebih menghargai sebuah proses, hasil yang kami dapat tidaklah mengecewakan setidaknya kami terbiasa dengan kedisiplinan dan menjadi tidak "manja" dalam bekerja, anak-anak didikan beliau sudah pasti mendapatkan predikat tahan banting. Dalam keadaan seperti apapun, dengan peraturan yang berubah setiap saat kami mampu bertahan, sah...sobek...begitu beliau bilang kalau berkomentar [pinjem istilahnya mas fed :)]

Tapi, siapa yang menyangka bahwa di balik sosoknya yang terkenal dengan kejamnya & peraturannya yang kadang tidak masuk akal bagi kami itu, beliau mempunyai hati yang baik & suka menolong. Bayangkan saja, seorang supervisor mau mengantar saya ke bandara, menukarkan tiket saya, menemani saya menunggu sampai jam penerbangan saya, menenfon saya untuk selalu berhati-hati, menanyakan apakah saya sudah  sampai di Sukarno Hatta, sms saya apakah sudah sampai di hotel dengan selamat hem...sampai akhirnya beliau sendiri yang ketinggalan pesawat ;( eits, jangan berfikiran yang tidak-tidak ya..beliau melakukan semua itu karena takut saya kesasar dan ada apa-apa di perjalanan karena sebelumnya saya belum pernah masuk bandara, belum pernah naik pesawat apalagi menginjakkan kaki di ibu kota hehehe, beliau takut saya hilang jadi harus diantar 7 dipantau hihihihi saat itu saya merasa seperti anak kecil padahal usia saya sudah tidak pantas disebut remaja lagi :)

Sesampainya di jakartapun, ketika saya harus ke kantor pusat, beliau mewanti-wanti pak supir taxinya agar tidak membawa saya berputar-putar agar argonya mahal, sampai pak supirnya bilang "tidak pak, saya akan mengantarkan mbak ini dengan selamat dan melewati jalur normal" hehehe alia..alia..kl dah gini childishnya keluar dech :) selama di kantor pusat juga setiap pulang kantor beliau menitipkan saya agar ditemani mencari taxi balik ke hotel dududu...malu juga sih kaya'nya udik banget saya ini plus dianggap masih kecil yang harus diantar kemana-mana tapi seneng juga seakan menjadi si bungsu hohoho...

Itulah masa yang paling berkesan sekali tentang beliau, karena beliau seorang supervisor tapi begitu perhatian ke anak beliau, seperti prinsip yang beliau terapkan selama ini kita ini adalah saudara, kita jadikan semua yang ada di kantor bukan atasan & bawahan tetapi sebuah keluarga. Bagi saya beliau bukan sekedar atasan, tetapi sudah seperti saudara, mengingatkan beliau untuk sholat dan mengikuti kajian bukanlah hal yang canggung lagi untuk dilakukan. Baru pertama kali ini saya memanggil atasan saya dengan sapaan mas :) dari beliau saya banyak belajar, karena didikan beliau saya mengubah mindset bahwa kantor bukan saja tempat saya bekerja tetapi sekolah tempat saya belajar, dan beliau adalah salah satu gurunya.

Kini, 35 bulan sudah menjadi anaknya dan beliau harus kembali ke jakarta untuk mengemban amanah yang lain, beliau ditugaskan di devisi yang lain. Tidak mengira saat acara perpisahan 28 januari 2011 kemaren, air mata saya tidak bisa terbendung lagi, tangis saya tidak bisa ditahan dan tiba-tiba bibir ini keluh untuk mengucap sepatah kata kepada beliau. Hanya permintaan maaf dan ucapan terima kasih yang mampu kusampaikan pada beliau. 35 bulan adalah waktu yang panjang untuk sebuah kebersamaan, bukan waktu yang singkat untuk saling memahami karakter masing-masing hingga mampu memberikan yang terbaik di setiap mood yang ada. Tidak hanya saya yang menangis berpisah dengan beliau tetapi teman-teman yang lain, lebay ya? engga' sih menurut saya, wajar yang biasanya ada menjadi tidak ada akan terasa berbeda ;(

Buat mas Fedi..
Semoga di tempat yang baru semakin sukses, rejekinya tambah barokah, semoga mampu selalu menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarganya, terima kasih atas semua pembelajaran dan kesempatan yang diberikan kepada saya, terakhir mohon maaf atas semua salah dan khilaf selama menjadi anaknya mas fedi. Barokallah ya mas fed :) 

[yang di poto itu, beliau nomor2 dari kiri,di sebelah kiri saya, laki-laki yang tinggi, berslempang tas kecil]


Rabu, 26 Januari 2011

Dari Pak Mario Teguh

Sesungguhnya,
kehidupan ini hanya menginginkan
agar engkau ikhlas mensyukuri
apa pun kekuatan yang sudah ada padamu,
dan menggunakannya untuk melakukan
...sesuatu yang berguna bagimu,
bagi keluargamu, dan bagi sesamamu.

Sesungguhnya,
tak banyak yang kau butuhkan
untuk menjadi pribadi yang damai,
yang sejahtera dan bahagia.

Mintalah bantuan Tuhan.

Dialah yang akan menguatkan bagian
di mana engkau lemah.

Sungguh kata-kata yang diuraikan pak Mario Teguh itu seperti tamparan buat diri saya sendiri yang selalu saja mengeluh kenapa yang terjadi pada hidup saya A bukan B seperti yang saya inginkan, seperti yang selalu saya bawa di setiap sujud saya. Kalimat demi kalimat itu membuat saya semakin malu kepada Allah, Allah yang selalu memberikan yang terbaik bagi saya tapi tetap saja saya protes.  "Dialah yang akan menguatkan bagian dimana engkau lemah" hem.. bagian ini membuat seakan ada yang menghalangi di tenggorokan saya untuk berbicara, membuat kedua mata saya panas, Allah yang akan menguatkan ketika saya mulai lemah, Allah yang akan menyelesaikan setiap ujian yang ada dengan cara yang tidak pernah terlintas di benak kita. Kadang hal itu yang tidak saya sadari betapa Allah sudah memudahkan setiap langkah saya.
Ampuni saya Ya Allah yang sering lalai untuk bersyukur, ampuni saya yang masih belum bisa ikhlas di setiap keputusanMu, ampuni saya Ya Allah yang selalu mencari kebahagiaan padahal telah Engkau berikan dalam diri saya sendiri. Jangan tinggalkan saya sedetikpun Ya Rabb.. Amin :)

Selasa, 18 Januari 2011

Alhamdulillah


Ya Rabb...
Terima kasih untuk hari ini, 
Terima kasih atas nafas yang masih Engkau titipkan dalam diri ini, terima kasih atas nadi yang masih berdenyut, jantung hamba yang masih mampu berdetak. Terima kasih atas sepasang mata yang masih bisa melihat keindahan bumiMu, atas pendengaran yang masih bisa dipergunakan dengan baik untuk mendengar gelak tawa sahabat-sahabat hamba, masih bisa mendengar nasehat dari mereka yang menyayangi hamba.  Atas kemudahan yang telah Engkau berikan sehari ini dalam menyelesaikan amanah & tugas yang dipercayakan kepada hamba.

Terima kasih Ya Rabb...
Segala puji bagi Engkau Wahai Tuhan kami, dimana seluruh hidup hamba berada di GenggamanMu
Terima kasih hari ini Engkau memberi hamba teman bernama senyum, tawa, bahagia, ketenangan hati. Terima kasih Ya Rabb, mereka menemani hamba dengan setia hari ini. Meraka yang mengingatkan hamba bahwa gunda yang menggelanyut di hati hamba tidaklah berarti dibanding apa yang telah Engkau berikan kepada hamba. Mereka mengingatkan hamba bahwa nikmatMu melebihi galau di hati yang datang karena kehilangan satu hal yang memang bukan hak hamba. Hanya satu hal membuat hamba meninggalkan senyum, tawa, dan teman-temannya, astaghfirullah tapi mereka masih saja setia menemani hamba hingga diri ini mampu menyatu dengan mereka kembali.

Terima kasih Ya Allah Ya Tuhan, Pemilik yang ada di bumi dan yang ada di langit
Terima kasih atas hari ini, terima kasih telah mengijinkan hamba melewati hari ini dengan begitu banyak nikmat dengan cinta kasihMu dan kemudahan dariMu, tuntunlah hamba untuk menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini Ya Allah..seandainya esok masih ada untuk hamba. Hamba menyerahkan gundah yang tiba-tiba datang tanpa diundang ini kepadaMu Ya Rabb, gantilah dengan sesuatu yang lebih indah di MataMu. Jadikanlah cinta hamba kepadaMu melebihi apapun yang hamba cintai di duniaMu ini Ya Rabb..
Amin Allahumma Amin

Kamis, 13 Januari 2011

Time To Say GoodBye :'(

Kak...
Akhirnya hari itu datang juga ya, hari dimana tidak ada lagi kakak di hari-hariku begitu juga denganmu, sudah tidak ada aku lagi di hidup kakak. Tidak ada kebersamaan, tidak ada saling menemani, tidak ada saling berbagi, tidak ada lagi yang namanya dimana ada alia disitu ada kakak. Semua sekarang sudah berbeda kita berjalan di jalan kita masing-masing. Sudah tidak ada senyum kakak untukku, perhatian kakak juga bukan untukku lagi, canda tawa itu..juga sudah tidak ada lagi yang aku punya dari kakak hanya kenangan bersama kakak, kenangan yang selama ini aku kumpulkan dan aku tata rapi dalam benakku, dalam ingatan yang Insya Allah masih bagus sampai detik ini semoga sampai kapanpun akan tetap seperti ini tidak ada yang terlupa tentangmu. Di hatiku juga kakak masih menempati ruang yang spesial tidak ada yang menggantikan dan tidak ingin kumenyerahkannya pada yang lain, biarlah ruang itu menjadi milik kakak walaupun aku tahu kakak tidak pernah kembali :'(

Kak...
Sekarang kita sudah berjalan sendiri-sendiri, memang tujuan kita sama jalan yang kita tempuh juga mungkin sama tapi kita tidak bisa menuju tujuan kita bersama-sama. Aku akan tempuh jalanku sendirian begitu juga dengan kakak ehm.. mungkin kakak ada yang menemani dalam meneruskan langkah kakak siapapun dia aku selalu berharap dia mampu menemani kakak lebih baik dibandingkan aku selama ini. Belum genap satu minggu hari-hariku kulalui tanpa kakak tapi rasanya ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang membuat rasa yang sering muncul di hatiku akhir-akhir ini rasa yang bernama rindu. Belum lama kakak tidak di sampingku lagi tapi rindu itu selalu saja menggodaku, dia selalu hadir mengingatkanku akan dirimu kak sekeras apapun aku mengusirnya dia tetap saja tidak beranjak dari hatiku. Aku tidak mau seperti ini terus :'(

Kakakku...
Berat memang untuk membiasakan diri tanpa kakak, tidak mudah untuk menghapus nama kakak dari benakku tapi yang namanya berat dan tidak mudah bukan berarti tidak bisa dilakukan bukan? sekarang mungkin masih sulit menjalaninya, tapi aku yakin suatu saat entah itu kapan, aku bisa melangkah sendiri tanpa ditemani kakak, aku pasti bisa mencapai tujuanku tanpa kakak asalkan aku tidak terus bermain-main dengan anganku dan membiarkan rindu mempermainkan perasaanku lagi. Aku yakin semua akan baik-baik saja, dengan atau tanpa kakak dan kakak juga pasti seperti itu tanpa aku kakak akan baik-baik saja :)

Allah telah memaparkan dalam surat cintaNya bahwa tidak ada suatu masalah tanpa penyelesaian "karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" bahkan Allah menegaskannya dua kali agar kita paham bahwa kesulitan itu ada bersama kemudahan, dan kemudahan itu ada bersama kesabaran dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar gitu kan kak?. Aku ingin selalu bersama dengan Allah karena itu aku akan belajar tentang sabar, aku sedang berkompromi dengan Sang Pemilik Jiwa ini untuk menjadikan segala urusanku menjadi urusanNya, di saat aku sudah tidak mampu menyelesaikan urusanku, Dia yang akan mengambil alih, Dia yang akan menyelesaikan urusan itu dengan caraNya sendiri, Dialah Dzat yang akan menjadi tempat aku kembali kak, karena dari Dia juga aku berasal. Dialah Allah, Rabbku dan Rabbmu kak, Tuhan kita yang selalu menyayangi kita melebihi siapapun termasuk aku dan kakak.

Kalau Allah menjadikan kita berpisah disini untuk meneruskan jalan kita masing-masing berarti Allah percaya bahwa itu lebih baik bagi kita berdua kan? kalau Allah menjadikan ini semua itu berarti Allah percaya bahwa kita mampu untuk sendiri tanpa satu sama lain, begitukan ya kak? Insya Allah kita bisa melewati semua ini. Kita tidak pernah tahu kak apa rencana Allah untuk kita yang pasti rencananya lebih baik dari rencana yang kita susun dengan rapi. Jadi, kita jalani skenario Allah dengan sebaik mungkin ya, mari kita belajar menjadi pemain terbaik dari Penulis skenario yang Maha Hebat. Seandainya di pertengahan perjalanan kita dipertemukan lagi olehNya semoga kita dalam keadaan yang lebih baik dari ini ya kak...

Selamat meneruskan jalan buat kakakku... Aku sayang kakak, masih sayang kakak sampai detik ini dan Insya Allah sampai Allah mengambil rasa itu di hatiku. Semoga Allah memudahkan langkah kakak di jalanNya
Amin Ya Rabb...

Senin, 10 Januari 2011

Dalamnya Hati Siapa Yang Tahu


Hati...
Siapa yang mengetahui isi hati seseorang? siapa yang bisa menyelami seberapa dalam dari hati seseorang? Bila kita melihat seseorang tersenyum apakah dia benar-benar bahagia? bila seseorang menangis apakah itu berarti dia sedang bersedih? apakah seperti itu kenyataannya?. Hati, tidak ada seorangpun yang mampu menebak dengan pasti dalamnya hati bahkan kita sendiri, kadang tidak bisa memahami apa yang ada di dalam hati.

Apa yang terlihat di luar belum tentu itu tercermin di dalam hati, bukan berarti munafik tapi kadang orang lain tidak perlu tahu apa yang sebenarnya kita rasakan saat itu, bila kita bahagia tidak perlu kita perlihatkan kebahagian itu secara berlebihan kepada orang lain, ketika kita bersedih tidak perlu mereka mengetahui seberapa sakit apa yang menimpa kita hingga membuat kita bersedih. Begitu juga ketika hati kita merasa jengkel, jangan sampai orang lain kena getahnya. Cukuplah kita sendiri yang mengetahuinya dan Allahlah tempat kita menumpahkan segala rasa yang ada di hati, hanya Allah tempat kita curhat, tempat kita berserah diri. "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."

Saat ini, di suatu tempat ada hati yang begitu bahagia, seolah ia ingin tersenyum setiap saat. Iyah, di sana ada hati yang berbunga-bunga karena akan memiliki apa yang sangat dia harapkan selama ini, dia sedang mempersiapkan hari besar dalam hidupnya. Saya bisa membayangkan bagaimana hatinya dipenuhi dengan kebahagiaan, kesenangan dan suka cita. Tapi sebaliknya, di sini ada hati yang terluka karenanya, sedih karena kebahagian yang dirasakan olehnya. Tahukah dia bahwa hati saya sakit di saat dia justru merasakan kebahagiaan yang sempurna? Tahukah dia bahwa saya ingin menangis, justru ketika dia tersenyum dan tertawa?


Hem..dalamnya hati siapa yang tahu? senyum saya masih ada, tawa saya kadang masih terlihat dan canda itu juga masih kuberikan kepada setiap orang di dekat saya, tidak ada yang tahu bahwa di balik apa yang mereka lihat dari mimik wajah & tingkah laku saya sebenarnya saya sedang terluka,  saya ingin menangis saat itu, tidak ada yang tahu tentang itu. Hanya Allah dan saya yang mengetahui dalamnya hati saya, hanya Allah tempat saya mengembalikan semua rasa di dalam hati, hanya Allah pengobat sakit & lara hati ini. Hanya  dengan mengingat Allahlah saya berusaha menenangkan hati ini ketika kebahagiaan seseorang  merenggut kebahagian saya, ketika tidak ada seorangpun yang memahami dalamnya hari saya.  Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar walahaulawalaquwataillabillah rangkaian kalimat ini yang membasahi bibir saya, menggetarkan hati yang sedang saya tata kembali, menemani butiran air yang menetes dari kelopak mata saya berharap setelah ini semua akan baik-baik saja. Seperti halnya sabda Rasulullah “Perbanyakkanlah membaca La Haula Wala Quwwata Illa Billah kerana sesungguhnya bacaan ini adalah obat bagi 99 penyakit, yang mana penyakit paling ringan adalah kebimbangan” (Riwayat Al-Uqaili melalui jabir r.a.)

Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar walahaulawalaquwataillabillah
Hasbunallahu wa ni'mal wakiil ni'mal maula mani'man nashir
Ya Rabb...
Semua datangnya dari Engkau dan semua akan kembali kepada Engkau, maka hamba serahkan semua rasa ini kepadaMu Ya Rabb... Kuatkanlah hamba menghadapi setiap ujian yang Engkau berikan, Ikhlaskanlah hati hamba untuk menerima setiap takdir yang Engkau tuliskan kepada hamba. Hanya Engkau Ya Rabb yang mengetahui dengan benar dalamnya hati saya maka hamba mohon tuntunlah diri ini untuk tetap berada dalam kebenaranMu Amin Allahumma Amin

 

Kamis, 06 Januari 2011

Iya... Saya Janji Tidak Nangis

Iya...
Janji ga' akan nangis,
Saya janji apapun nantinya yang terjadi sekalipun jauh dari apa yang saya harapkan pada akhirnya, saya janji saya tidak akan menangis paling tidak di depan semuanya. Saya hanya akan menangis saat yang ada hanya saya dan Allah. Iya, hanya dengan Allah saya akan menumpahkan sedih saya, sakit saya dan gundah saya, tidak dengan kalian semua sehingga saya tidak akan meneteskan air mata bahkan sampai sesenggukan.

Saya tahu, kalian melakukan semua ini karena sayang denganku dan saya tahu kalian bersikap seperti ini karena kalian tidak ingin saya sakit, tidak ingin saya menangis lagi , tidak ingin melihat saya dengan mata yang sembab karena terlalu lama meneteskan air mata dan tidak ingin saya mendapatkan cemooh dari orang lain. Kalian tidak ingin melihat saya menjadi pihak yang dirugikan untuk kesekian kalinya, iya kan? saya saja bandel yang tidak bisa dikasih tahu, yang selalu saja membantah nasehat-nasehat kalian sampai akhirnya kalian lelah untuk menahan saya agar tidak melangkah lebih jauh lagi. Saya paham bahwa semua itu kalian lakukan karena kalian sayang denganku.

Wahai saudaraku, sahabatku, temanku...
Saya janji tidak akan menangis lagi (di hadapan kalian), saya janji tidak akan mengeluhkan hal yang sama lagi, bercerita tentang luka yang sama, saya janji saya akan menyimpan dan menanggungnya sendiri tanpa mengikut sertakan kalian. Maafkan saya jika saya sama sekali tidak menghiraukan nasehat kalian, maaf jika saya selalu melanggar janji saya, saya hanya ingin memanfaatkan sisa waktu yang saya punya, saya ingin mengumpulkan sebanyak-banyaknya kenangan dari sedikit waktu yang Allah berikan ini. Hanya itu...
Kalian tahu bahwa saya tidak akan bisa memiliki apa yang saya harapkan kecuali jika Allah mengubah takdirNya, maka ijinkanlah saya untuk tetap seperti ini sampai batas waktu yang telah Allah tentukan untuk saya walaupun pada akhirnya saya akan sakit, terluka, dan menangis lagi tapi setelah itu saya akan baik-baik saja Insya Allah. Setelah itu, saya akan kembali seperti dulu Insya Allah..
Kalian mengerti kan?

Saya bersyukur Allah telah memberikan saudara, sahabat & teman seperti kalian, yang menyayangi saya, mengkhawatirkan saya dan begitu menjaga saya. Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah Semoga Allah selalu memudahkan setiap urusan kalian Amin.., hanya Allah yang mampu membalas semua kebaikan kalian selama ini, hamba menitipkan mereka padaMu Ya Rabb, hanya Engkau sebaik-baiknya Penjaga

..:: Saya sayang kalian ::..