Sosok itu indah di mata saya. Masih hangat di ingatan saya malam itu, kami berdua saling diam membisu ditemani angin malam yang semakin dingin menusuk tulang.
"Aku sayang kamu karena itu aku tidak ingin kamu terluka"
kalimat yang dilontarkan sosok itu memecahkan keheningan kami berdua dan berhasil membuat butiran hangat di pelupuk mata saya menetes. Saya tidak mampu berkata apa-apa selain sesenggukan mendengar sosok itu meneruskan kalimatnya.
"Jangan mau diberi kasih sayang, kalau akhirnya kamu terluka".
Malam semakin larut dan saya masih tidak berkata apapun hanya tangis yang terdengar dari saya sedang sosok itu masih terus berusaha menyadarkan saya bahwa apa yang saya pilih adalah salah.
