Jumat, 16 Desember 2011

Andai...Hanya Sebatas Andai


Seperti putaran jarum jam yang terus bergerak searah, seperti juga siang yang berlalu menjadi malam. Semua tidak akan pernah bisa kita putar kembali. Kita tidak akan pernah bisa kembali ke masa lalu kita walaupun hanya dalam hitungan detik.

Pernah salah mengambil keputusan? pernah merasa ingin kembali ke suatu kejadian dan memperbaiki kesalahan kita yang dulu?. Hem...itulah yang aku rasakan saat ini. Ingin rasanya kembali ke masa itu dan merevisi keputusanku. Seandainya bisa rasanya ingin kuputar kembali yang namanya waktu. Berharap semua ini hanya mimpi hingga ketika kuterbangun semua akan seperti sedia kala, semua berjalan dengan baik. Tapi ternyata tidak, kenyataannya adalah bahwa semua ini memang terjadi dan tidak dapat kuubah - sama sekali -

Andai saja kutahu yang akan terjadi seperti ini, tidak akan pernah aku mengambil keputusan itu, dan mungkin seandainya tidak aku putuskan hal itu maka semuanya masih sama seperti yang dulu, aku masih bisa menikmati semua yang aku punya dengan senyum dan tawa. Yup...seandainya, hanya sebatas andai :'(

Kenyataannya sekarang, mau tidak mau aku harus mengambil resikonya walau sekarang aku harus berkenalan lagi dengan yang namanya tangis, sedih dan bimbang. Dan lagi, aku mengambil keputusan lagi untuk berlari dan meninggalkan keputusanku yang pertama dan tentu akan ada resiko yang akan mengikutiku. Lagi - lagi... siap tidak siap aku harus siap dengan apa yang akan aku dapatkan nanti. Bergarap bahwa semua akan kembali membaik sekalipun tidak sebaik seperti sedia kala.

Kadang kita terlalu berlebihan melihat sesuatu yang tampaknya indah, kadang kita terlalu berangan tinggi melambung. Ketika kita mendekatinya semua terlihat sebaliknya dan yang kita dapati adalah sakit. Yah...kali ini Allah sedang mengajarkan aku untuk lebih bersyukur dengan nikmatNya, ketika Allah telah memberikan nikmat yang lebih dari cukup kita malah menginginkan lebih. Dan ketika Allah memberikan yang kita inginkan ternyata kita masih belum siap untuk kompensasi yang harus kita tanggung. Ya Allah ampuni hamba yang telah kufur nikmat ini Ya Rabb..

Seperti malam yang berganti pagi, mentari menghangatkan kembali bumi yang dingin karena angin sang malam. Begitu juga diriku saat ini berharap bahwa esok akan lebih baik dari hari ini. Ya Allah jangan pernah tinggalkan hamba sedetikpun :'( hamba bukan apa-apa tanpaMu....


Selasa, 29 November 2011

Semua Tentang Kita ^^


Hem...
Hari itu tanggal 22 november 2011 tak kusangka menjadi hari terakhirku bersama kalian. Sudah 3 tahun 8 bulan berada diantara kalian, warna warni kalian menghiasi hari-hariku. Gelak tawa hari itu di WBL [Wisata Bahari Lamongan] membuatku begitu bahagia. Hem.... pengen nangis :'( kalau ingat kenanganku di rumah hijau ini.

Memang pernah ada sedih dan luka yang tergores tapi semua itu tertutup oleh indahnya kebersamaan. Kalianlah yang membuat aku bertahan sampai sejauh ini. Kalian yang mampu membuatku menemukan zona nyamanku disini. Bagaimanapun di rumah hijau inilah ada kenangan terindahku, banyak yang aku dapatkan ilmu, kesempatan, persaudaraan dan kesalahan terindahku juga kualami disini. Banyak banget yang sudah kulalui di sini. yah...3tahun 8bulan menjadikan rumah hijau ini rumah kedua bagiku.

Dan sekarang...aku akan meninggalkan semuanya, keluar dari zona yang membuatku terlena sekian lamanya. Aku akan melangkah keluar, menatap langit di luar sana dan berjuang di medan yang baru. Medan yang masih belum tersentuh olehku, belum terbayangkan akan seperti apa diriku disana. Tapi... life must go on, life is choice begitu kalau temenku bilang hidup itu pilihan, kita sendiri yang menentukan mau bagaimana kita. Yup bener dan hari ini aku memutuskan untuk melihat dunia luar, berharap ini adalah yang terbaik bukan untukku saja tapi untuk semua orang yang akan hadir di masa depanku. Semoga nantinya aku dapat memberikan waktu lebih banyak untuk mereka sebagai ganti selama ini aku tak punya banyak waktu untuk mereka. Kupilih jalan ini sebagai bentuk kasih sayangku untuk mereka.

Untuk kalian semua yang selama di rumah hijau ini menemaniku...
Terima kasih banyak atas persaudaraannya, atas persahabatan, atas senyum dan canda tawa selama ini
Terima kasih banyak atas kesempatan yang diberikan pada diri ini untuk menjadi lebih pintar, untuk menikmati naik pesawat, bermalam di hotel berbintang dan untuk melihat bumi jakarta :)
Terima kasih banyak telah menguatkan diriku ketika kaki ini mulai lunglai untuk melangkah lagi hingga aku mampu untuk terdiri tegak lagi dan meneruskan jalanku
Terima kasih telah membakar semangatku saat hati ini lelah untuk berharap hingga aku mampu untuk menatap kembali masa depanku, untuk mengingatkan bahwa jalanku masih panjang

Maafkan aku kawan...
Jika selama bersama kalian telah ada luka yang menggores di hati kalian
Jika pernah ada kata yang terucap dari mulutku yang menyakitimu
Jika tingkah lakuku sempat membuat kalian tidak nyaman
Maaf jika ada janji yang teringkari selama ini

Kepada Rabbku...
Ya Rabb, hamba menitipkan saudara, sabahat & teman-teman hamba padaMu
Mudahkanlah segala urusannya seperti Engkau memudahkan segala urusan hamba selama ini
Ya Rabb, untuk mereka jagalah setiap detak jantungnya agar selalu dalam lindungan & kasih sayangMu
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baiknya Penjaga

Dan...
Ketika ada yang bertanya "maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?", jawabannya tidak ada tak satupun nikmat yang bisa kita dustakan.
Dan...
Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita, semua akan diberikanNya indah pada saatnya jadi jangan pernah berhenti berharap padaNya. Sesungguhnya DIA sesuai dengan prasangka kita

Thanks a lot Ya Rabb
Luv U all, always

-Alia-

Senin, 28 November 2011

Katakanlah...

Dear Alia...
Sayang...

Aku tidak punya indra ke-6 sehingga aku tidak bisa membaca pikiranmu
Aku juga bukan paranormal yang bisa tahu apa yang ada di dalam hatimu
Jadi kumohon katakan apa yang kau inginkan
Katakanlah apa yang kau rasakan
Hingga aku bisa memberikan apa yang kamu inginkan
Melakukan apa yang bisa membuatmu merasa nyaman

Dear Alia...
Maaf jika diri ini kadang tidak mengerti apa yang kau inginkan
Karena diriku hanya seseorang yang penuh dengan keterbatasan
Jadi kumohon katakanlah jika kau menginginkan sesuatu
Jangan diam seribu bahasa dan manyun berkepanjangan
Katakanlah sayang....

Hem... mungkin itu yang akan dikatakan seseorang saat aku jengkel karena  merasa tidak dimengerti atau kurang peka terhadap perubahan sikapku. Mungkin juga itu yang kukatakan jika seseorang protes karena diri ini kurang perhatian dan tidak peka juga hehehe.. :p

Minggu, 20 November 2011

Ketika Cinta Diserahkan Kepada Allah

Tulisan di bawah ini saya dapat dari blognya mas adriannugraha. Mungkin sudah ada yang pernah membacanya  tapi baru kali ini saya baca kisah ini hehehe. Subhanallah... sungguh sosok yang mengagumkan, beliaulah Eko Pratomo Suyatno. Siapa wanita yang tidak menginginkan sosok suami seperti beliau? Lelaki yang sungguh mencintai istrinya bukan karena apa-apa tapi karena Rabbnya - Allah SWT-


Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.
Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
 Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.
“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Minggu, 13 November 2011

Dialah Istri Salehah


Istri salehah akan selalu menjadi sumber kekuatan
tempat bertenang ketika gelisah melanda jiwa
tempat berbagi ketika resah menghimpit hati
Istri salehah bulankah tipe wanita materialistis
yang ketika ada uang abang disayang
nggak ada uang abang jangan pulang atau piring melayang
Sabar di saat kesulitan melanda
qana'ah dengan apa yang ada
dan bersyukur ketika mendapat kelebihan rezeki
Bagi istri salehah
keridhaan suami adalah di atas segalanya
walau ia harus melawan keinginannya

Kutipan tersebut saya dapatkan dari buku berjudul "Kujemput Jodoh dengan Tahajud" dari penulis Tendi Krishna Murti. Kutipan itu sebagai pengingat saya ketika kelak menjadi istri dari seorang laki-laki yang telah Allah ciptakan khusus untuk saya. Semoga saya mampu menjadi istri salehah Amiin Ya Rabb :)

* gambar dipinjem dari om google :)

Kamis, 03 November 2011

Secangkir Cappucino


Dimulai dari hari yang melelahkan, melelahkan pikiran, tenaga dan hati. Aku tahu aku masih dalam proses belajar di dunia yang baru bagiku ini. Aku masih belajar untuk mengenal pribadi teman-teman dan berusaha memenangkan hati mereka. Tugaskupun bukan menilai kinerja teman-teman tapi tugasku mengingatkan teman-teman apa yang kurang sehingga bisa teman-teman perbaiki sehingga mendapatkan nilai yang memuaskan. Tapi engga' semua memahami dan merespon dengan baik apa yang aku lakukan walaupun aku sudah "pedekate" sebagai teman dan sahabat tapi selalu saja ada yang salah mengerti.

Hari itu niat untuk mengingatkan ternyata tak bersambut dengan baik hingga jawaban yang aku terima diluar perkiraanku, terlampau jauh malah. Konsentrasi yang udah aku pupuk dengan baik dari awal jam kerja seketika buyar entah kemana :( dan menyisakan sedikit sakit di hati. Belum lagi email yang aku kirim ke dia untuk review diforward ke banyak orang, emang sih ga' ada yang penting di email itu selain mengingatkan apa yang harus ditingkatkan dari dia tapi kenapa juga email itu harus diforward ke orang lain?. Hem... rasanya dongkol hati ini, marah, jengkel pengen nangis. Pengen bilang ke dia "maaf tidak ada maksud apa-apa dari emailku hanya mengingatkan saja biar nilaimu baik tidak lebih, bisakah kau mengerti sedikit saja?" hufh...

Ketika kubagi cerita dengan seseorang yang sudah lama tidak bersua & berbincang dengannya, dia mengatakan "sudah Al..ga' usah dipikirkan dia memang orangnya seperti itu, sabar ya.." kubalas dengan senyuman yang kupaksakan sebelum dia berlalu. Mungkin dia sudah mengenalku sebagai orang yang mudah nangis tapi bukan cengeng ya hehehe ngeles lagi kaya' bajaj :) dia bilang lagi sambil meninggalkan saya sendiri "jangan nangis lho ya.." hem dibilangin gitu tambah pengen nangis nich mataku :'(

Tak lama berselang, tiba-tiba ada seseorang yang meletakkan secangkir cappucino di meja kerjaku dan berkata "nich cappucino jangan nangis lagi ya..". Ketulusan hatinya membuatku terharu, mungkin buat orang lain itu hal biasa dibuatkan segelas teh, secangkir kopi tapi buat aku itu lebih dari sekedar biasa. Itu adalah perhatian dari seorang sahabat yang tulus apalagi kalau dia menyempatkan membuatnya diantara deretan jadwal dia yang padat. Dan pasti dah bisa ditebak siapa yang membuatkan aku secangkir cappucino itu, yup dia adalah seseorang yang sudah lama tak berbincang denganku, dia adalah sahabat dari seseorang yang dulu dekat denganku.

Secangkir cappucino itu mengingatkan aku pada seseorang yang sudah lama pamit dari hidupku, seseorang yang dulu rajin membuatkan aku teh hangat dan menyuguhkan di meja kerjaku :'( hem...tanpa kusadari air mataku menetes juga. Lama tidak ada yang membuatkan aku teh hangat (selain mas-mas & mba-mba OB ya..). Jadi keinget masa-masa yang lalu. hal yang simple yang sebenarnya siapapun bisa melakukan hal itu tapi kadang kita lupa kalau hal kecil itulah berarti. 

Terima kasih ya pak, terima kasih atas secangkir cappucinonya, terima kasih untuk perhatiannya, terima kasih masih menjadi sahabatku walaupun keadaan sudah tidak seperti yang dulu...

Jumat, 28 Oktober 2011

Sumpah Pemuda

Hari ini tanggal 28 Oktober 2011
Hari ini adalah hari sumpah pemuda
Masih adakah yang ingat ikrar sumpah pemuda ada berapa dan bagaimana bunyinya? ^_^
Untuk refresh inilah ikrar sumpah pemuda :)

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Selamat hari Sumpah Pemuda
Semoga kita bisa menjadi pemuda anak bangsa yang bermanfaat
dan Semoga dapat memajukan Bangsa Ini - Indonesia Raya - :p
Pantai...
Selalu saja mempesonaku :)

Kamis, 27 Oktober 2011

Indahnya Malam Pertama ^_^

Kembali majelis taklim di kantor mengadakan kajian dan seperti biasa menyajikan tema yang ringan tapi sangat bermanfaat & dapat menambah wawasan ilmu tentang agama kita tercinta – ISLAM. Kali ini tema yang disuguhkan adalah “Indahnya Malam Pertama??”

Hem… menarik bukan? ^_^ engga’ hanya bermanfaat bagi mereka yang sudah menikah tapi juga untuk bahan persiapan buat yang mau nikah. kajian disampaikan oleh Ustadz Agus Suhaili Idris? Monggo guys…

Pertama disampaikan oleh Ustadz bahwa Pernikahan itu merupakan tuntunan syari’at paling awal sekaligus yang akan terus berlanjut hingga akhir zaman. Bahkan hingga di surga kelak dimana sifatnya adalah sunnah muakadah “siapa yang tdk menikah, dia bukan ummatku” begitulah sabda Nabi. Meminang merupakan inisiatif laki-laki sebagai representasi dari peristiwa adam dan hawa. Walaupun hawa diciptakan untuk menemani adam, namun adam yang lebih dulu mendekati hawa, dari inilah kenapa perempuan itu harus jaim, sekalipun sama-sama memiliki rasa yang sama tapi tetap pihak laki-lakilah yang memulai. Dan masalah mahar sebaiknya yang bernilai keuangan dan itu adalah sepenuhnya hak sang istri karena sudah diberikan suami, jadi ya terserah mau diapakan oleh istri tapi tetap harus bermanfaat untuk menggunaannya :) sesuai firman Allah “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya”. (QS. An Nisa: 4). Tapi perlu diingat juga bahwa “Sebaik-baik mahar adalah mahar yang paling mudah (ringan).” (HR. al-Hakim : 2692, beliau mengatakan “Hadits ini shahih berdasarkan syarat Bukhari Muslim.”). sebagai contoh mahar yang diberikan Nabi Adam AS pada saat itu adalah sholawat kepada Rosulullah saw sebanyak 10 kali. 

Key… itu masalah nikah dan mahar, lalu bagaimana setelah ijab dan sah menjadi suami istri? J. Pastinya semua dah pada tahu kalau laki-laki itu adalah seorang imam, seorang pemimpin dalam keluarga, seorang nakoda yang bertugas untuk mengendalikan kemana kapal akan ia dibawa :D. Oleh karena itu, para suami harus tahu apa ajah yang kudu & wajib ia ketahui untuk menjalankan tugas Negara ini antara lain, 1. Cara suami meperlakukan istri, Seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya Perempuan (hawa) diciptakan dari tulang rusuk, yang artinya mempunyai sifat keras dan bengkok. Sehingga membutuhkan cara-cara halus, dan  tidak memaksa untuk memimpin rumah tangga. Begitu juga ketika istri tidak patuh kepada istri, suami tidak boleh serta merta memarahi istri melainkan dilakukan bertahap diingatkan secara baik dengan lisan, kemudian apabila tidak mempan bisa dengan cara dijauhi/didiamkan (di tempat tidur, tidak di pergaulan sehari-hari). Yang terakhir boleh memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan (contohnya njotos dll). Langkah tersebut harus dilakukan secara berurutan. 2. Dalam hal pekerjaan rumah tangga, sebenarnya Memasak dan melakukan pekerjaan rumah lainnya  bukan tanggung jawab istri, tetapi suami. Bahkan apabila suami tidak mampu melakukan tugas-tugas  itu, istri berhak meminta kepada suami untuk membayar pembantu. Tapi selama suami istri dapat bekerjasama Insya Allah kerjaan rumah bisa diselesaikan dengan pembagian tugas misalnya :)

Hal ketiga yang disampaikan oleh Ustadz Agus adalah tata cara menjadikan yang haram menjadi halal ^_^’
Ketika tiba malam pertama maka sang mempelai tidaklah boleh melampiaskan hasrat yang dimiliki sebagai tanda cinta mereka melainkan ada tuntunan agar proses tersebut bisa berjalan dengan indah J. Bagaimanakah adabnya? Beginilah… hehehe,
Dimulai dengan bersuci dari hadas besar & hadis kecil then sholat 2 rakaat, menggunakan pakaian yang paling baik dan menyenangkan kemudian berdoa sebelum memulainya agar tidak diganggu syech tonirrojim “Allahumma Jannibnasy Syaithon wa Jannibisy Syaithon Maa Rozaqtanaa” (Wahai Allah jauhilah kami dari setan dan jauhilah setan dari kami terhadap rezeki yang Engkau berikan kepada kami). Sesungguhnya jika dikehendaki diantara mereka berdua seorang anak saat itu maka setan tidaklah dapat mencelakakannya selamanya.” (Muttafaq Alaihi). Rosul melarang kita “bertempur” seperti binatang, maksudnya Hendaknya “pertempuran” itu didahului dengan cengkrama, merayu, dan warming up yang cukup. Boleh bertempur dengan berbagai gaya (gaya dada, kupu2, gaya bebas, hehehe). Tidak boleh memecah keperawanan dengan jari :)

Dalam Hal ini, tidak boleh egois melainkan harus saling memuaskan antara kedua belah pihak, tidak boleh sepihak saja. Jika mau nambah hendaknya bersuci dulu. Minimal istinja’ (membersihkan “sesuatu” baik istri maupun suami) dan berwudhu. Untuk menyiasati agar tidak malu dengan mertua, boleh mandi besar secara bertahap. Malamnya membasahi seluruh kepala, kemudian paginya mandi seperti biasa (sambil pura2 mau ngantor hehehe). Perhatian ketika ingin melakukan ibadah yang indah ini sebaiknya dilakukan di 1/3 malam (ketika menjelang Shubuh) dan tidak dalam keadaan kenyang atau lapar. Sunnah melakukan malam pertama yaitu di malam jum’at (membunuh seorang kafir) dan malam senin :D. Tambahannya adalah haram mencium mata klo gak salah, makruh melihat kemaluan.

Ukay… Sekian dari kajian yang diadakan hari jumat, 21 Oktober 2011 kemarin, semoga bermanfaat bagi kita-kita yang belum, akan dan sudah menikah. Semoga malam pertama dan malam-malam selanjutnya dalam pernikahan teman-teman yang sudah menikah dan teman-teman yang akan menikah menjadi Indah dan bernilai Ibadah kelak. Amiin Allahumma Amiin…

Minggu, 23 Oktober 2011

Catatan Lelaki

Ini adalah cerita yang saya dapat dari sahabat-sahabat laki-laki saya. Curhatan tentang cinta yang pernah, sempat dan sedang mereka alami. Cinta yang menurut saya tidak jujur, terlarang dan menyakitkan. Cerita yang membuat saya takut akan laki-laki dan pernikahan tapi itu dulu kalau sekarang jujur masih sedikit takut sih hehehe ^_^

Panggil saja namanya abhi (nama samaran hihihi...) beberapa tahun yang lalu dia bercerita bahwa dia sedang jatuh cinta, cinta yang membuatnya bersemangat untuk melakukan banyak hal, hem...jatuh cinta? tanya saya dalam hati saat itu, saya pikir dia jatuh cinta kepada istrinya (lagi) romantis sekali pikir saya tapi saya salah dia jatuh cinta dengan orang lain. Oh no.. itu adalah pertama kalinya ada sahabat yang bercerita tentang cinta terlarang dan perselingkuhan kepada saya dan sukses membuat saya terbengong-bengong tak kusangka tak kuduga itu terjadi pada sahabat saya. Saat itu panjang lebar ia bercerita bahwa dia bisa jatuh cinta lagi karena istrinya tidak dapat menjalankan perannya sebagai seorang istri yang harusnya patuh & menghormati suami selama itu dalam hal kebaikan tentunya. 

"Jangan bermain-main dengan hati, tinggalkan dia dan kembalilah pada istrimu. Baik buruknya istrimu tergantung bagaimana kamu mendidiknya kamu adalah seorang imam abhi.." taukah jawaban yang asya dapat saat itu? menggelikan dan mencekang hehehe lebay ah alia :) "aku sangat mencintai dia al, aku tidak bisa meninggalkan dia aku tidak bisa hidup tanpa dia. Dengannya aku mendapatkan rasa nyaman yang tidak kudapat dari istriku". What??? Hello...??? segitunya ya mencintai seseorang, ga' munafik ya..saya juga pernah jatuh cinta bahkan mungkin saya juga sempat salah dalam mencintai seseorang. Menangis tersedu-sedu karena cinta tak berbalas juga pernah tapi tidak segitunya juga tanpa dia saya masih bisa hidup sehat wal afiat. 

Berbeda dengan sahabat saya yang lain ndan namanya (kali ini bukan nama samaran tapi panggilan sayang saya untuknya :p), kala itu kami sedang chat di YM entah dari mana asal hingga sampai pada pembahasan tentang soulmate - belahan jiwa. Hem...di benak saya langsung tertuju pada ia yang menjadi istrinya dan sosok yang nantinya menjadi suami saya yaitu orang yang akan menghabiskan sisa hidupnya dengan kita. tapi kali ini saya salah lagi hehehe...sungguh saya tidak mengerti pikiran lelaki :).

Katanya begini "mantanku yang satu itu adalah yang terindah al, dia soulmateku tidak akan pernah terganti oleh siapapun" dengan polosnya saya bertanya "terus kenapa kamu menikah dengan orang lain ndan? berarti kamu ga' mencintai istrimu?" jawabannya terasa enteng menurut saya "karena mantanku sudah menikah & mempunyai anak, aku cinta ke istriku al tapi tidak sebesar aku mencintai mantanku dulu. pokoknya ga' ada yang bisa nandingin dia, dia spesial banget buat aku" Ow MG...shock saya dibuatnya, Ya Allah apakah memang seperti itu makhlukMu bernama laki-laki Ya Rabb?

Lain lagi dengan sahabat saya ketiga, sesuatu terjadi padanya beberapa bulan menjelang pernikahannya. Saya tahu kalau orang akan menikah itu cobaannya banyak tidak hanya dari internal tapi juga dari external. Dan kali ini cobaan yang diterima sahabat saya adalah wanita hohoho ada yang bilang wanita adalah racun dunia tapi wanita sebenarnya adalah perhiasan paling indah di bumi Allah ini ^_^. Ketika seseorang sudah memutuskan untuk menikah berarti dia sudah mantap dengan pilihannya jadi seharusnya tidak ada orang lain yang mampu membuat salah satu atau masing-masing dari mereka berpaling bahkan hanya sekedar untuk melirik itu menurut saya sih dan harapan saya ketika saya memutuskan untuk menikah dengan seseorang maka mulai saat itu tidak ada orang ketiga diantara kami hanya ada saya, calon suami saya dan Allah sebagai penjaga kami. 

"Dulu aku pernah sakit karena perempuan dan saat itu aku mengira bahwa aku tidak mungkin jatuh cinta lagi - no time for love - hingga akhirnya aku memutuskan untuk menikah dengan siapa saja yang mau denganku, yang mencintai aku dan menerima aku apa adanya. Tapi aku salah ternyata aku bisa jatuh cinta lagi di saat aku akan memulai kehidupanku yang baru. Aku jatuh cinta pada dia..semua yang aku inginkan sebagai seorang istri ada padanya al, tapi aku tidak bisa membatalkan pernikahanku, aku tidak akan tega membuat semuanya kecewa dan membuat orang tuaku menanggung malu. Sayang aku terlambat untuk mengenalnya" 

Saya berusaha menempatkan diri saya di posisinya juga di posisi calon istrinya ketika dia mengungkapkan uneg-uneg hatinya itu. Seandainya saya menjadi dia atau menjadi calon istrinya, dua posisi itu sama-sama menyakitkan, sama-sama terlukanya. Dan...untuk kesekian kalinya Allah mengenalkan saya dengan cerita cinta terlarang mungkin Allah sedang mengajarkan saya tentang cinta dari sisi lain dan tentang MakhlukNya yang bernama lelaki itu :).

Well, mungkin apa yang sahabat-sahabat saya alami itu bisa dialami oleh sahabat-sahabat perempuan hanya saja yang bercerita kepada saya semuanya laki-laki jadi kesannya laki-lakilah yang tidak setia atau mudah berpaling hatinya atau...whateverlah. Tapi tidak semua laki-laki seperti itu tergantung pribadi masing-masing ya kan? (menenangkan diri sendiri :p). Mungkin juga itu terjadi pada mereka karena ada yang salah dengan kita - para wanita maka perlu juga kita berinstropeksi diri :).
Harapan saya semoga saya dan laki-laki yang nantinya menjadi calon suami saya dan suami saya tidak mengalami apa yang dialami sahabat-sahabat saya itu. Semoga kami berdua bisa saling mengisi satu sama lain dan semoga cinta & iman kami selalu ada untuk menjaga kami sampai kakek nenek sampai pada saat hanya waktu yang memisahkan kami berdua.

Ya Allah..
Jadikanlah hamba menjadi orang yang menempati hatinya setelah Engkau, Rasulnya dan kedua orang tuanya
Jika dalam perjalanan ini, ia merasakan jatuh cinta lagi maka buatlah ia jatuh cinta kepada hamba Ya Rabb..
Hamba serahkan semua kepadamu, sesungguhnya seluruh apa yang ada di langit & di bumi adalah milikMu
Amiin Ya Rabb..