Kamis, 19 April 2012

Impianku... (Dulu)


Dulu...
Mimpiku ketika sudah menikah adalah mempunyai rumah sendiri walaupun itu masih ngontrak. Rumah yang mungil yang serba biru di dalamnya, yang halamannya dipenuhi tanaman sayur mayur ada tomat, ada cabai, ada kemangi, ada terong. Aku ingin memiliki rumah yang menjadi tempat kehidupan dimulai dan pendidikan pertama bagi anak-anakku :). Tempat ternyaman yang selalu dirindukan oleh penghuninya, yang penuh kasih sayang, penuh canda tawa dan keterbukaan. Yach...mimpiku memiliki rumah yang menjadi surga bagi keluarga kami.

Mimpiku dulu...dan masih menjadi mimpiku sampai sekarang :')

Selasa, 10 April 2012

Dia.. Dulu.. dan Sekarang..


dia...
ehm..
kalau kau tanya padaku tentang dia dulu...
dia lebih dari seorang sahabat bagiku bisa dibilang dia sudah seperti saudara kandungku sendiri. Hampir tak ada cerita yang tidak kami bagi bisa dikatakan deritamu adalah deritaku dan ceriaku juga milikmu
yach..seperti itulah aku dan dia dulu, sekali lagi ya dulu!!!

dan...
kalau kau bertanya lagi padaku sekarang tentang dia
entahlah, rasanya apa yang kami miliki bersama dulu kini menguap begitu saja
mungkin ingatannya sedang melayang ke negeri antarabrantah atau sudah dia buang ke laut hingga hilang bersama deburan ombak hem..
kini aku tak mengenalnya sedikitpun jangankan sebagai saudara sebagai temanpun rasanya aku sudah tak bisa menemukan dirinya yang dulu aku kenal

kepercayaanku dulu tinggi menjulang padanya tapi sekarang dia telah robohkan hingga rata dengan tanah yang menyisahkan abu-abu yang menyesakkan hati
sebenarnya juuuaaaauuuuhhhh di dalam hatiku rasa ini tetap seperti yang dulu padanya tak sedikitpun berubah - sebagai sodara - tapi tak bisa kupungkiri juga bahwa amarah telah mengkabut menyusup relung hatiku
ingin rasanya kucaci dan kumaki, kutampar sekeras-kerasnya biar dia sadar dan kembali seperti dulu - saudaraku -

salahkah? salahkah jika aku melakukan "kejahatan" kepadanya untuk membuatnya kembali di sisiku lagi? seperti dulu

Tuhan...bolehkan saya bertanya padaMu?
apa salah saya hingga perih ini justru dikarenakan oleh tusukan seseorang yang menamakan dirinya sahabat???
Saya tahu Tuhan...bahwa yang berhak memiliki hati, dan merubah dari setiap hamba adalah DiriMu
maka ketika saya menyalahkan dia atas luka yang menyesakkan ini apakah saya termasuk orang yang menyalahkan atas takdirMu?
jika jawabanMu adalah "IYAH" maka ikhlaskanlah hati ini Ya Rabb, hapuslah semua luka ini dan sejukkan dengan kasih sayangMu
Amiin....

Rabu, 14 Maret 2012

10 Maret 2012


10.03.12 sebuah deret angka yang menjadi bagian dari salah satu hari penting dalam hidupku. Deret angka itulah yang menjadi mahar di pernikahanku kemarin :) Alhamdulillah akhirnya diri ini mampu menyempurnakan separuh dari dienku. Terima kasih Ya Rabb Engkau mudahkan segalanya hingga pernikahan hamba berjalan dengan lancar dengan dihadiri keluarga besar yang telah lama tak bersua.

Aku tahu perjalananku tidak hanya sampai di sini, ini adalah sebuah awal menuju jalan yang panjang yang akan aku lalui. Masih banyak hal yang harus aku pelajari lagi, menjadi istri yang solehah, menjadi istri yang bisa menjadi sahabat, partner dan saudara bagi suamiku. Aku juga harus belajar bagaimana menjadi menantu yang baik yang tidak hanya sekedar menantu tapi menjadi anak dari bapak ibu mertuaku. Menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku kelak.

Ya Allah Ya Tuhanku...
Engkaulah yang menggenggam hidup hamba, Engkau jugalah Sutradara dalam perjalanan hidup hamba. Hamba mohon Ya Rabb jadikanlah hamba menjadi pemain panggung sandiwaraMu yang handal. Memainkan peran hamba sebagai seorang anak bagi kedua ayah dan kedua ibu hamba, menjadi istri bagi suami hamba, menjadi ibu bagi anak-anak hamba kelak, menjadi saudara bagi semuanya.

Ya Rabbi...
Ridhoilah pernikahan kami, jadikanlah pernikahan yang penuh dengan rahmatMu
Jadikanlah keluarga kami menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah
Tuntunlah kami dalam membina keluarga yang selalu berada di jalanMu Ya Rabb
Tuntunlah kami dalam menjadikan rumah kami menjadi surga bagi penghuninya
Rumah yang dihiasi dengan kalamMu
Amiin Allahumma Amiin... ^ ^


Rabu, 22 Februari 2012

Duhai Cinta...


Duhai Cinta...
Apakah kau lelah menemaniku lagi?
Apakah kau bosan bersamaku?
Karena hati ini merasakan berbeda denganmu :'(
Tak seperti saat awal-awal dirimu denganku

Selasa, 21 Februari 2012

Be Strong...

Sejenak ku menghela nafas panjang bukan untuk mengeluh 
Tapi untuk melepas rasa yang membuat hati ini kadang lelah :'(
Belajar untuk menjadi kuat Alia....
Belajar untuk positif thinking bahwa semuanya akan baik-baik saja
Bukankah tidak ada satu kejadianpun yang terjadi tanpa kehendak Allah?
Yup..bahkan daun yang jatuh dari rantingnya tidak akan terjadi jika Allah tidak berkehendak ^^

Be Strong Alia....
Allah tidak akan meninggalkan hambaNya sedetikpun...

Senin, 02 Januari 2012

Desemberku...


Desemberku…
Desember sudah berlalu kini telah berganti tahun 2012. Di tahun ini begitu banyak kisah yang mengisi setiap episode hidupku, banyak pelajaran yang aku dapat untuk membekali diri menjadi lebih baik. Alhamdulillah Ya Rabb.. masih Engkau ijinkan hamba menapak di bumiMu yang indah ini sampai detik ini.

Sekilas terbesit cuplikan kisah yang pernah ada. Cerita tentang diriku dengan seseorang yang membuat aku jatuh bangun memperjuangkan cinta yang katanya salah walaupun akhirnya aku harus bersahabat dengan takdir bahwa ia bukan untukku, cinta yang saat itu begitu indah walau banyak air mata yang membasahi kisahnya. Cerita tentang keadilan dan kekecewaan atas janji yang hanya sekedar pemanis saja, cerita tentang seorang laki-laki yang menyembuhkan luka hati dan melukiskan pelangi di hatiku ^^, dan tentang keputusan yang akhirnya membuatku menyesal begitu dalam, kesalahanku karena telah kufur nikmat. Astagfirroh… Ampuni hamba Ya Allah :’(
Jika kumelihat ke belakang, kudapati jejak langkahku yang masih nyata di benakku. Jejak yang sungguh tak beraturan, ada jejak langkah kecilku, ada jejak dimana aku berlari, ada jejak dimana aku berhenti berjalan dan bermain dengan tanah dan hujan. Yah… di satu tempat yang pernah aku singgahi dulu aku pernah bermain dengan hujan karena aku tak ingin seorangpun tahu bahwa saat itu aku sedang menangis, saat itu aku ingin menghapus sesak yang memenuhi relung hatiku. Ada juga tempat yang indah dimana aku bisa tertawa lepas dan menikmati indahnya warna warni kupu-kupu, pantai itu juga selalu menenangkan aku dan selalu mempesonaku.

Sejenak aku berhenti dari langkahku dan menoleh pada episode hidupku yang lalu, begitu panjang jalan yang telah kulalui dan begitu jauh sudah aku meninggalkan tempatku pertama kali singgah. Persinggahan yang kini telah kutinggalkan untuk meneruskan jalanku menuju tempat dimana aku akan menetap. Aku tersenyum mengingat bagaimana diriku pertama kali menginjakkan kakiku di persinggahan itu. Mataku berkaca-kaca saat aku mengingat bagaimana aku bertahan terus melangkah ketika kaki ini rasanya sudah tak kuat lagi untuk berdiri. Tenggorokanku mulai tercekat saat teringat aku pernah menangis tersedu-sedu ketika harus kudapati kekecewaan yang tak sekali dua kali. Dan tak kuasa kumenahan air mataku yang mulai menetes ketika aku ingat begitu sombongnya diri ini dengan apa yang Allah titipkan didiriku hingga akhirnya membawaku ke jurang kufur nikmat dan merasakan bagaimana Allah memberi pelajaran berharga padaku.

Tak ada nama yang aku sebut selain Allah Ya Rabbi, tidak hentinya bibir ini beristigfar semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa yang telah kutolehkan dalam buku kehidupanku. Semoga Allah tidak marah padaku amiin ^^. Padahal seandainya diri ini lebih dapat bersyukur dan lebih dekat melihat apa yang telah Allah beri maka tidak akan pernah ada kesalahan dalam mengambil keputusan. Tidak akan ada yang namanya penyesalan. Tapi semua sudah menjadi bubur kini bagaimana menjadikan bubur itu menjadi bubur yang nikmat. Menjadikan apa yang telah terjadi sebagai cermin untuk berkaca, sebagai pelajaran hidup agar nantinya tidak akan terjatuh di lubang yang sama. Kalaupun pernah salah itu wajar karena kita bukan makhluk yang sempurna, kalaupun pernah jatuh itupun bukan aib karena kita adalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan. Hanya saja perlu kita ingat bahwa Allah Maha Membolak-balikkan segalanya maka jangan pernah sekalipun kita menjadi makhluk yang sombong & lupa untuk bersyukur. 

Semoga tahun 2012 ini, diri ini mampu menjadi hambaNya yang lebih baik, memperbaiki yang di tahun ini masih banyak kekurangan. Lebih pandai untuk bersyukur atas apa yang Allah beri. Sekalipun keputusan Allah tidak seperti yang kita kehendaki tapi jika kitadapat melihat lebih dalam, apa yang Allah beri adalah yang terbaik untuk kita mungkin tanpa kita sadari lambat laun kita akan merasakannya. Apa yang Allah adalah jawaban apa yang kita butuhkan kita tinggal menjalankan & menjaganya sebaik mungkin agar suatu hari nanti ketika Allah meminta kembali apa yang diberikan pada kita tidak ada kekecewaan yang datang menghadang. Insya Allah…

Sudahkan kita bersyukur hari ini? \^^/

Jumat, 16 Desember 2011

Andai...Hanya Sebatas Andai


Seperti putaran jarum jam yang terus bergerak searah, seperti juga siang yang berlalu menjadi malam. Semua tidak akan pernah bisa kita putar kembali. Kita tidak akan pernah bisa kembali ke masa lalu kita walaupun hanya dalam hitungan detik.

Pernah salah mengambil keputusan? pernah merasa ingin kembali ke suatu kejadian dan memperbaiki kesalahan kita yang dulu?. Hem...itulah yang aku rasakan saat ini. Ingin rasanya kembali ke masa itu dan merevisi keputusanku. Seandainya bisa rasanya ingin kuputar kembali yang namanya waktu. Berharap semua ini hanya mimpi hingga ketika kuterbangun semua akan seperti sedia kala, semua berjalan dengan baik. Tapi ternyata tidak, kenyataannya adalah bahwa semua ini memang terjadi dan tidak dapat kuubah - sama sekali -

Andai saja kutahu yang akan terjadi seperti ini, tidak akan pernah aku mengambil keputusan itu, dan mungkin seandainya tidak aku putuskan hal itu maka semuanya masih sama seperti yang dulu, aku masih bisa menikmati semua yang aku punya dengan senyum dan tawa. Yup...seandainya, hanya sebatas andai :'(

Kenyataannya sekarang, mau tidak mau aku harus mengambil resikonya walau sekarang aku harus berkenalan lagi dengan yang namanya tangis, sedih dan bimbang. Dan lagi, aku mengambil keputusan lagi untuk berlari dan meninggalkan keputusanku yang pertama dan tentu akan ada resiko yang akan mengikutiku. Lagi - lagi... siap tidak siap aku harus siap dengan apa yang akan aku dapatkan nanti. Bergarap bahwa semua akan kembali membaik sekalipun tidak sebaik seperti sedia kala.

Kadang kita terlalu berlebihan melihat sesuatu yang tampaknya indah, kadang kita terlalu berangan tinggi melambung. Ketika kita mendekatinya semua terlihat sebaliknya dan yang kita dapati adalah sakit. Yah...kali ini Allah sedang mengajarkan aku untuk lebih bersyukur dengan nikmatNya, ketika Allah telah memberikan nikmat yang lebih dari cukup kita malah menginginkan lebih. Dan ketika Allah memberikan yang kita inginkan ternyata kita masih belum siap untuk kompensasi yang harus kita tanggung. Ya Allah ampuni hamba yang telah kufur nikmat ini Ya Rabb..

Seperti malam yang berganti pagi, mentari menghangatkan kembali bumi yang dingin karena angin sang malam. Begitu juga diriku saat ini berharap bahwa esok akan lebih baik dari hari ini. Ya Allah jangan pernah tinggalkan hamba sedetikpun :'( hamba bukan apa-apa tanpaMu....


Selasa, 29 November 2011

Semua Tentang Kita ^^


Hem...
Hari itu tanggal 22 november 2011 tak kusangka menjadi hari terakhirku bersama kalian. Sudah 3 tahun 8 bulan berada diantara kalian, warna warni kalian menghiasi hari-hariku. Gelak tawa hari itu di WBL [Wisata Bahari Lamongan] membuatku begitu bahagia. Hem.... pengen nangis :'( kalau ingat kenanganku di rumah hijau ini.

Memang pernah ada sedih dan luka yang tergores tapi semua itu tertutup oleh indahnya kebersamaan. Kalianlah yang membuat aku bertahan sampai sejauh ini. Kalian yang mampu membuatku menemukan zona nyamanku disini. Bagaimanapun di rumah hijau inilah ada kenangan terindahku, banyak yang aku dapatkan ilmu, kesempatan, persaudaraan dan kesalahan terindahku juga kualami disini. Banyak banget yang sudah kulalui di sini. yah...3tahun 8bulan menjadikan rumah hijau ini rumah kedua bagiku.

Dan sekarang...aku akan meninggalkan semuanya, keluar dari zona yang membuatku terlena sekian lamanya. Aku akan melangkah keluar, menatap langit di luar sana dan berjuang di medan yang baru. Medan yang masih belum tersentuh olehku, belum terbayangkan akan seperti apa diriku disana. Tapi... life must go on, life is choice begitu kalau temenku bilang hidup itu pilihan, kita sendiri yang menentukan mau bagaimana kita. Yup bener dan hari ini aku memutuskan untuk melihat dunia luar, berharap ini adalah yang terbaik bukan untukku saja tapi untuk semua orang yang akan hadir di masa depanku. Semoga nantinya aku dapat memberikan waktu lebih banyak untuk mereka sebagai ganti selama ini aku tak punya banyak waktu untuk mereka. Kupilih jalan ini sebagai bentuk kasih sayangku untuk mereka.

Untuk kalian semua yang selama di rumah hijau ini menemaniku...
Terima kasih banyak atas persaudaraannya, atas persahabatan, atas senyum dan canda tawa selama ini
Terima kasih banyak atas kesempatan yang diberikan pada diri ini untuk menjadi lebih pintar, untuk menikmati naik pesawat, bermalam di hotel berbintang dan untuk melihat bumi jakarta :)
Terima kasih banyak telah menguatkan diriku ketika kaki ini mulai lunglai untuk melangkah lagi hingga aku mampu untuk terdiri tegak lagi dan meneruskan jalanku
Terima kasih telah membakar semangatku saat hati ini lelah untuk berharap hingga aku mampu untuk menatap kembali masa depanku, untuk mengingatkan bahwa jalanku masih panjang

Maafkan aku kawan...
Jika selama bersama kalian telah ada luka yang menggores di hati kalian
Jika pernah ada kata yang terucap dari mulutku yang menyakitimu
Jika tingkah lakuku sempat membuat kalian tidak nyaman
Maaf jika ada janji yang teringkari selama ini

Kepada Rabbku...
Ya Rabb, hamba menitipkan saudara, sabahat & teman-teman hamba padaMu
Mudahkanlah segala urusannya seperti Engkau memudahkan segala urusan hamba selama ini
Ya Rabb, untuk mereka jagalah setiap detak jantungnya agar selalu dalam lindungan & kasih sayangMu
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baiknya Penjaga

Dan...
Ketika ada yang bertanya "maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?", jawabannya tidak ada tak satupun nikmat yang bisa kita dustakan.
Dan...
Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita, semua akan diberikanNya indah pada saatnya jadi jangan pernah berhenti berharap padaNya. Sesungguhnya DIA sesuai dengan prasangka kita

Thanks a lot Ya Rabb
Luv U all, always

-Alia-

Senin, 28 November 2011

Katakanlah...

Dear Alia...
Sayang...

Aku tidak punya indra ke-6 sehingga aku tidak bisa membaca pikiranmu
Aku juga bukan paranormal yang bisa tahu apa yang ada di dalam hatimu
Jadi kumohon katakan apa yang kau inginkan
Katakanlah apa yang kau rasakan
Hingga aku bisa memberikan apa yang kamu inginkan
Melakukan apa yang bisa membuatmu merasa nyaman

Dear Alia...
Maaf jika diri ini kadang tidak mengerti apa yang kau inginkan
Karena diriku hanya seseorang yang penuh dengan keterbatasan
Jadi kumohon katakanlah jika kau menginginkan sesuatu
Jangan diam seribu bahasa dan manyun berkepanjangan
Katakanlah sayang....

Hem... mungkin itu yang akan dikatakan seseorang saat aku jengkel karena  merasa tidak dimengerti atau kurang peka terhadap perubahan sikapku. Mungkin juga itu yang kukatakan jika seseorang protes karena diri ini kurang perhatian dan tidak peka juga hehehe.. :p

Minggu, 20 November 2011

Ketika Cinta Diserahkan Kepada Allah

Tulisan di bawah ini saya dapat dari blognya mas adriannugraha. Mungkin sudah ada yang pernah membacanya  tapi baru kali ini saya baca kisah ini hehehe. Subhanallah... sungguh sosok yang mengagumkan, beliaulah Eko Pratomo Suyatno. Siapa wanita yang tidak menginginkan sosok suami seperti beliau? Lelaki yang sungguh mencintai istrinya bukan karena apa-apa tapi karena Rabbnya - Allah SWT-


Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.
Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.
 Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:
“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.
“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……
Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.